BIREUEN | METRO ACEH – Ramai pasien dengan berbagai penyakit dirawat disejumlah rumah sakit di Bireuen, sangat membutuhkan transfusi darah. Namun stok di Unit Pengelolaan Darah (UPD) RSUD dr Fauziah Bireuen saat ini menipis, bahkan golongan darah AB kosong stok hari ini, Jumat (5/6) pagi.
Keterangan yang Metro Aceh peroleh, sejak beberapa hari ada sejumlah pasien membutuhkan donor darah dengan berbagai golongan darah yaitu mulai O, A, B dan AB yang disampaikan secara pribadi maupun dari grup Whatsapp.
Bahkan amatan awak media ini untuk membantu kebutuhan darah itu ada keluarga pasien, warga secara sukarela datang ke UPD mendonorkan darah, termasuk juga petugas ruangan Hemodialisa RSUD dr Fauziah, Jumat pagi, mendonorkan darah bagi pasiennya membutuhkan cuci darah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Penanggung Jawab UPD RSUD dr Fauziah Bireuen, Wardati, SKM.,MKM ditanyai Metro Aceh mengatakan persediaan darah saat ini menipis dan persediaan sangat terbatas bahkan kosong sama sekali.
Jumlah persediaan darah golongan A ada 15 kantong, darah B ada 6 kantong, darah O ada 22 kantong darah darah AB kosong persediaan. “Darah yang tersedia itu secara otomatis terus berkurang diberikan untuk pasien,” jelasnya.
Disampaikan juga bahwa setiap hari ada pasien butuh transfusi darah seperti talasemia sehari sampai 20 kantong kecuali hari libur sabtu dan minggu. Begitu juga pasien cuci darah butuh darah lima sampai 10 kantong sering di hari Sabtu.
Guna mengatasi kekosongan darah, kami dari UTD terus jalin komunikasi dengan instansi dan organisasi yang sudah bisa menggelar donor darah agar menggelarnya kembali, ujarnya.
Sementara itu, Direktur RSUD dr Fauziah, dr Minar Mushari Sp.S yang ditanyai Metro Aceh terkait hal itu juga mengatakan sebagai upaya memenuhi ketersediaan darah, pihaknya terus menjalin kerjasama dengan PMI Cabang Bireuen.
Juga dengan sejumlah instansi dan organisasi di Kabupaten Bireuen untuk melaksanakan donor darah, termasuk sekarang ini donor darah telah digelar di gampong-gampong, ujarnya.
Kami juga mengharapkan agar kesadaran donor darah ini harus dari semua lini secara pribadi, untuk transfusi darah itu ada dibutuhkan segera bagi pasien darurat seperti pendarahan dan kecelakaan dan tidak segera karena alami penyakit kronis.
“Kalau ada pasien dari Bireuen, asli warga Bireuen, dan punya keluarga besar di Bireuen, tentu donor darah dari pihak keluarga sangat diharapkan karena darah paling baik dari keluarga sendiri.
Saat ini ada keluarga berharap didonor orang lain, hal paling penting adanya kesadaran pihak keluarga untuk ikut mendonor darahnya,” harap dr Minar Mushari. (Rahmat Hidayat).






