Pulihkan Ekonomi Pasca Bencana, Warga Pante Paku Harapkan Perhatian Pemerintah

- Publisher

Minggu, 7 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mantan Keuchik Pante Paku, Murhaban memperlihatkan kondisi gelombang besar air laut membuat nelayan perahu tradisional tidak bisa melaut, Minggu (7/6) pagi.

Mantan Keuchik Pante Paku, Murhaban memperlihatkan kondisi gelombang besar air laut membuat nelayan perahu tradisional tidak bisa melaut, Minggu (7/6) pagi.

BIREUEN|METRO ACEH-Bencana banjir yang menerjang Kabupaten Bireuen, sudah tujuh bulan lebih berlalu. Tapi kerusakan sarana dan infrastruktur serta mata pencaharian masyarakat belum pulih, mulai jalan, tamba dan sawah tidak ada air. Mirisnya, hingga kini belum tertangani, berdampak menghambat pertumbuhan ekonomi bahkan anjlok dan jadi dilema tersendiri di gampong, salah satunya di Pante Paku, Kecamatan Jangka.

Guna mendongkrak kembali pendapatan masyarakat kini terpuruk. Pemerintah diharap hadir ke gampong di tepian Selat Malaka itu untuk dapat melakukan intervensi atau penanganan terhadap ragam kerusakan infrastruktur dampak banjir dan abrasi pantai akibat pasang surut air laut.

Keluhan dan harapan tersebut disampaikan mantan Keuchik Pante Paku, Murhaban (51) kepada Metro Aceh, Minggu (7/6) pagi ditemui dilokasi objek wisata pantai Pante Paku yang sebelumnya ramai dikunjungi wisatawan lokal, kini mulai sepi pasca banjir.

“Sudah tidak tahu bilang apalagi pak, kondisi ekonomi kami disini pasca banjir sangat menurun, ada sawah tidak ada air, tambak sudah rusak, nelayan sudah tiga bulan tidak bisa ke laut menebar pukat darat karena gelombang laut besar,” ungkapnya.

Untuk menutupi kebutuhan hidup sehari-hari juga sudah susah selama ini, berharap dari hasil jualan di objek wisata juga kondisi pengunjung sudah sepi. “Untuk memenuhi kebutuhan hari-hari ada buah kelapa di kebun itu saya jual,” kisahnya.

Murhaban mengharapkan agar pemerintah hadir ke Gampong Pante Paku dan memperbaiki ragam infrastruktur yang telah rusak dampak banjir bandang dan juga mencegah kerusakan tepi pantai akibat gelombang pasang purnama setiap tahun.

Diharapkan dibangun tanggul pemecah ombak sekitar 1 km lebih dari arah objek wisata Pantai Jangka sampai ke Kuala Pawon Jangka dengan harapan tepi pantai dan tambak, rumah warga dapat terlindungi dari gelombang pasang laut, harapnya. (Rahmat Hidayat).

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel www.metroaceh.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Satlantas Tanamkan Tertib Lalulintas Bagi Anak Usia Dini
Ketum PB HUDA Aceh Lantik Abati Muzakir Bersama Pengurus PW Huda Bireuen
Jaksa Masuk Dayah Sosialisasi Hukum Bagi Santri Pesantren UNIKI
Mensos Pastikan Korban Banjir di Bireuen Segera Terima Jadup
170 Mahasiswa FEB UNIKI Magang di Lembaga Keuangan dan Dudi
Optimalkan Layanan Call Center 110, Kapolres Ajak Masyarakat Bersama Menjaga Kamtibmas
Bunda PAUD Kunjungi Siswa TK di Jangka
633 Siswa Madrasah Antusias Ikuti OMI Menuju Provinsi Aceh

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 21:15 WIB

Satlantas Tanamkan Tertib Lalulintas Bagi Anak Usia Dini

Kamis, 10 September 2026 - 21:14 WIB

Ketum PB HUDA Aceh Lantik Abati Muzakir Bersama Pengurus PW Huda Bireuen

Kamis, 10 September 2026 - 21:12 WIB

Jaksa Masuk Dayah Sosialisasi Hukum Bagi Santri Pesantren UNIKI

Rabu, 9 September 2026 - 16:50 WIB

Mensos Pastikan Korban Banjir di Bireuen Segera Terima Jadup

Rabu, 9 September 2026 - 14:43 WIB

170 Mahasiswa FEB UNIKI Magang di Lembaga Keuangan dan Dudi

Berita Terbaru

NANGGROE

Satlantas Tanamkan Tertib Lalulintas Bagi Anak Usia Dini

Kamis, 10 Sep 2026 - 21:15 WIB