BIREUEN|METRO ACEH – Guna menyampaikan informasi terkait dengan bencana. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bireuen, gelar Sosialisasi Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) Daerah Rawan Bencana.
Kegiatan diikuti 30 perwakilan gampong itu dibuka Bupati Bireuen, Ir H Mukhlis, ST diwakili Asisten III Setdakab, Zamzami, SPd.,MM berlangsung di Aula BPBD Bireuen di Gampong Blang Bladeh, Kecamatan Jeumpa, Rabu (21/10).
Ketua panitia pelaksana juga Kalaksa BPBD Bireuen, Ir Marwan, ST.,MT dalam laporannya mengatakan, maksud dan tujuan digelar acara ini untuk memberikan informasi, sosialisasi dan simulasi terkait potensi bencana yang ada di wilayah Kabupaten Bireuen kepada perwakilan masyarakat di masing-masing gampong.
Disampaikan juga sosialisasi ini dilaksanakan secara panel oleh lima narasumber yaitu Mawardi, S.STP.,MSi Asisten II Setdakab Bireuen, Zamzami, SPd.,MM Asisten III Setdakab Bireuen.
Selanjutnya, Doli Mardian, SE.,MSM yang diwakili Sekretaris Musni Syahputra, SIP., MEc.Dev, Fauzan, SPd.,MPd Sekretaris BPBD dan Faisal Kamal, S.Sos.,MM Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Bireuen.
Adapun hasil yang diharapkan dalam pelatihan ini adalah untuk memberi informasi kebencanaan dan simulasi bagi masyarakat sehingga masyarakat akan lebih siap dan tangguh dalam menghadapi bencana alam, terangnya.
Sementara itu, Bupati Bireuen, Ir H Mukhlis, ST yang diwakili Asisten III Setdakab, Zamzami, SPd.,MPd dalam sambutannya antara lain menyampaikan, berbicara kejadian bencana yang tidak inginkan kadang kadang ditanggapi negatif oleh beberapa pihak.
Namun sebenarnya kita perlu mewaspadai segala bentuk kejadian bencana yang mungkin terjadi, karena bencana selalu terjadi secara tiba-tiba dan tidak dapat kita duga.
Oleh karena itu, kesiapsiagaan dalam mengantisipasi bencana sangat penting agar kita mampu melakukan tindakan untuk mengatasi resiko ketika terjadi bencana, ujarnya.
“Melalui Kegiatan Pelatihan ini saya mengharapkan peserta mendapat suatu informasi dan pengetahuan serta keterampilan tentang penanganan bencana khususnya pada saat akan terjadinya bencana, sehingga risiko dari dampak bencana bisa diminimalisir,” sebutnya.
Asisten III juga berharap penanggulangan bencana tidak hanya menjadi kewajiban pemerintah kebupaten saja, tetapi menjadi kewajiban dan tugas kita semua, baik di tingkat kecamatan, tingkat gampong dan sinergitas dengan pihak swasta dan masyarakat, pungkasnya. (Rahmat Hidayat)






