Jelang MUSLIM Ke X, Edi Obama Ajak Ciptakan Suasana Sejuk

- Admin

Selasa, 20 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

jelang-muslim-ke-x-edi-obama-ajak-ciptakan-suasana-sejuk

jelang-muslim-ke-x-edi-obama-ajak-ciptakan-suasana-sejuk

BIREUEN|METRO ACEH-Jelang Musyawarah Almuslim (MUSLIM) ke X yang akan digelar November 2026 mendatang, tokoh muda Peusangan, Edi Saputra mengajak seluruh masyarakat agar terus menjaga solidaritas dan menciptakan suasana sejuk, menyikapi keberlanjutan kepemimpinan pada yayasan warisan para ulama dengan penuh rasa kedewasaan, keikhlasan serta semangat persaudaraan.

Demikian disampaikan sosok yang akrab disapa Edi Obama, saat ditemui awak media ini di Matang Glumpang Dua, Selasa (20/10). Menurutnya, Musyawarah Almuslim patut menjadi forum yang bermartabat dengan senantiasa menghormati hak para pemilik mandat dan suara sah dalam menentukan masa depan yayasan.

“Masa kepengurusan akan segera berakhir, mari kita sambut Musyawarah Almuslim ini dengan hati yang tulus, ikhlas dan selalu menghargai dedikasi para pengurus selama ini. Siapapun yang nantinya diberi mandat serta kepercayaan, tentunya keputusan yang lahir sesuai mekanisme organisasi dan musyawarah yang sah,” ungkap Edi Obama.

Dia turut menyinggung bahwa transparansi aset wakaf merupakan amanah bersama, sehingga selalu perlu dijaga dengan baik. Selain itu, Edi Obama menegaskan bahwa kepedulian terhadap Yayasan Almuslim ini, bukan didasari ambisi jabatan melainkan tanggungjawab moral menjaga wakaf umat, demi kepentingan masyarakat.

“Masyarakat berhak mengetahui di mana aset-aset yayasan berada, berapa penghasilannya setiap bulan dan tahun, serta bagaimana hasilnya dipergunakan serta dipertanggungjawabkan. Harta wakaf harus dikelola secara transparan, profesional, dan benar-benar memberikan manfaat bagi umat,” tegasnya.

Dijelaskannya, pertanyaan ini merupakan aspirasi para pemilik mandat dan suara sah yang telah mempercayakan kepadanya untuk menyampaikan kegelisahan serta harapan mereka, karena sebagian belum merasa leluasa menyuarakannya secara langsung.

“Sesungguhnya, saya tidak berdiri hanya untuk menyampaikan pendapat pribadi. Ada saudara-saudara kita yang menitipkan aspirasi dan mempercayakan kepada saya untuk menyuarakan pertanyaan serta harapan mereka. Kepercayaan ini adalah amanah moral yang harus saya jaga dengan penuh tanggung jawab,” ungkapnya.

Sebagai putera Peusangan, Edi Obama juga mengajak seluruh masyarakat Peusangan Raya agar tidak membiarkan rasa takut membungkam kepedulian terhadap amanah umat.

Dia berharap agar tidak perlu ada rasa takut untuk bertanya, mengingatkan atau selalu menyampaikan kebenaran, selama dilakukan dengan santun, beradab, dan berdasarkan fakta. Karena menjaga amanah itu bukanlah permusuhan, melainkan tanggung jawab kita bersama.

Jika merasa yakin telah berjalan di jalan yang benar, tidak ada alasan untuk takut terhadap pertanyaan, kritik, ataupun aspirasi masyarakat. Keterbukaan bukanlah ancaman, melainkan kesempatan untuk menunjukkan bahwa amanah benar-benar dijalankan dengan baik.

Ia menegaskan bahwa persoalan ini bukan tentang siapa yang berkuasa, siapa yang bertahan, ataupun siapa yang akan memimpin, melainkan tentang bagaimana harta wakaf dikelola secara benar, transparan, dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi umat.

“Harta wakaf ini bukan milik pribadi ataupun kelompok tertentu. Ini adalah amanah yang harus dijaga demi kepentingan umat dan generasi mendatang. Kita tidak sedang mencari kesalahan seseorang, tetapi ingin memastikan bahwa amanah ini benar-benar dijalankan sebagaimana mestinya,” jelas Edi Obama

Dia mengaku optimis, jika pengurus saat ini telah menjalankan amanah dengan baik, jujur dan bertanggung jawab, tentu kepercayaan dapat diberikan kembali. Tapi, jika dinilai masih diperlukan pembenahan, forum musyawarah ini yang menjadi wadah untuk menentukan kepengurusan selanjutnya sesuai mekanisme yang berlaku.

Ia menegaskan bahwa setiap putra Peusangan Raya memiliki hak yang sama untuk mencalonkan maupun dicalonkan sepanjang memenuhi persyaratan dan mengikuti mekanisme organisasi.

“Yang terpenting bukan siapa yang berkuasa, melainkan siapa yang mampu menjaga amanah, menghormati aturan, dan membawa kemaslahatan bagi masyarakat,” ujarnya.

Edi Obama menitipkan harapan kepada kepengurusan mendatang agar hasil pengelolaan aset wakaf benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Peusangan Raya, terutama dalam bidang pendidikan.

Ia berharap dua hal menjadi prioritas utama:

* Beasiswa dan pendidikan gratis bagi anak-anak kurang mampu, anak yatim, dan fakir miskin di Peusangan Raya.
* Keringanan biaya pendidikan di Pesantren Almuslim bagi anak-anak Peusangan Raya yang ingin memperdalam ilmu agama dan membangun karakter.

“Harta wakaf harus menjadi jalan kebaikan bagi umat. Jangan sampai anak-anak yang memiliki semangat belajar kehilangan kesempatan hanya karena keterbatasan ekonomi. Masa depan pendidikan generasi Peusangan Raya harus menjadi perhatian bersama,” katanya.

Menanggapi dukungan para Tgk. Mukim, Tgk. Keuchik, Tgk. Imum, dan Tgk. Imum Syiek Masjid, Edi Obama mengimbau agar aspirasi tersebut tidak dipandang sebagai perlawanan ataupun permusuhan.

Ia mengingatkan bahwa perbedaan pendapat harus disikapi dengan kedewasaan, bukan dengan tekanan atau tindakan yang dapat merusak persaudaraan.

“Jika kita yakin telah berjalan di jalan yang benar, mari tunjukkan melalui keterbukaan dan pertanggungjawaban, bukan dengan menumbuhkan ketakutan. Kebenaran tidak perlu dilindungi dengan intimidasi, dan persoalan tidak akan selesai jika dibalas dengan fitnah, adu domba, teror, ataupun tekanan terhadap para pemilik mandat dan suara sah,” pesannya.

Edi Obama juga mengajak seluruh pihak untuk berani melakukan introspeksi diri, membuka ruang dialog, dan memperbaiki setiap kekeliruan tanpa saling merendahkan. Selain itu, masyarakat Peusangan Raya juga diajak tetap bersatu, menyampaikan aspirasi dengan santun, berpegang pada fakta, serta memperjuangkan kepentingan umat melalui musyawarah yang bermartabat.

Di akhir pertemuan, Edi Obama menegaskan bahwa perjuangannya semata-mata untuk menjaga amanah wakaf, bukan mengejar pangkat, kedudukan, ataupun jabatan.

“Kehadiran saya hanya untuk meluruskan dan menjaga harta milik Allah SWT. Jika pengelolaan harta wakaf ini sudah transparan, benar, dan kembali pada kemaslahatan umat, maka selesailah tugas saya, baik di hadapan manusia maupun di hadapan Allah SWT. Selanjutnya, saya serahkan sepenuhnya kepada nurani para pemilik mandat dan suara sah masyarakat Peusangan Raya untuk menilai dengan bijaksana.”

Ia menutup dengan mengajak masyarakat Peusangan Raya untuk menempatkan persaudaraan, kejujuran, dan amanah di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.

“Sebab, pada akhirnya, jabatan akan berganti, kepengurusan akan berakhir, tetapi amanah dan pertanggungjawaban di hadapan Allah SWT akan tetap melekat pada diri kita masing-masing,” tutupnya. (Bahrul)

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel www.metroaceh.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

124 Peserta Bersaing Rebut Juara MTQ ke-38 Kecamatan Peudada
MGMP Sejarah Gelar Dialog Budaya Sebagai Narasumber di Gampong Pulo Iboeh Jangka
Pemerintah Bantu Rp 30 Milyar Perbaiki Jalan Lueng Danun Sampai Pante Karya Rusak
Satlantas Razia Knalpot Brong di Kota Bireuen
Bupati Serahkan Lima Excavator Mendagri Tangani Banjir di Pante Kaya dan Rheum Barat
Dua Mahasiswa UNIKI Raih Juara di MQMN UNP 2026
Setujui Permintaan Bupati Bireuen, Kemendagri Serahkan Lima Escavator Tangani Banjir
Jangka Juarai Turnamen Sepak Bola Piala Bupati Bireuen

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 13:03 WIB

Jelang MUSLIM Ke X, Edi Obama Ajak Ciptakan Suasana Sejuk

Selasa, 20 Oktober 2026 - 12:38 WIB

124 Peserta Bersaing Rebut Juara MTQ ke-38 Kecamatan Peudada

Minggu, 18 Oktober 2026 - 17:22 WIB

MGMP Sejarah Gelar Dialog Budaya Sebagai Narasumber di Gampong Pulo Iboeh Jangka

Minggu, 18 Oktober 2026 - 17:20 WIB

Pemerintah Bantu Rp 30 Milyar Perbaiki Jalan Lueng Danun Sampai Pante Karya Rusak

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 02:10 WIB

Bupati Serahkan Lima Excavator Mendagri Tangani Banjir di Pante Kaya dan Rheum Barat

Berita Terbaru

jelang-muslim-ke-x-edi-obama-ajak-ciptakan-suasana-sejuk

NANGGROE

Jelang MUSLIM Ke X, Edi Obama Ajak Ciptakan Suasana Sejuk

Selasa, 20 Okt 2026 - 13:03 WIB

Camat Peudada, Erry Seprinaldy, S.STP.,S.Sos.,MSi mengukuhkan para Dewan Hakim MTQ ke-38 tingkat kecamatan setempat, di halaman Masjid Besar Baitunnur, Minggu (18/10) malam.

NANGGROE

124 Peserta Bersaing Rebut Juara MTQ ke-38 Kecamatan Peudada

Selasa, 20 Okt 2026 - 12:38 WIB