BIREUEN|METRO ACEH – Guna menjaring qari-qariah dan juga hafiz-hafizah yang terbaik dan mewakili ke tingkat Kabupaten Bireuen. Kecamatan Peudada menggelar Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-38 dihalaman Masjid Besar Baitunnur dari tanggal 18 s.d 21 Oktober 2026.
Kegiatan diikuti 124 peserta itu dibuka Kepala Dinas Syariat Islam Bireuen, Munawar, SKM.,MKes yang dirangkaikan dengan pelantikan 14 dewan hakim dan yang menjadi Ketua Koordinator Dewan Hakim Tgk Ikhsan, SAg, Sekretaris Hasbi Abdullah, SAg bersama akan memberi penilaian bagi peserta.
Ketua Panitia juga Sekretaris Camat (Sekcam) Peudada, Eri Syahreza, SP dalam laporannya mengatakan MTQ ini digelar empat hari mulai tanggal 18 Oktober hingga 21 Oktober diikuti 124 peserta.
Katagori perlombaan terdiri dari delapan cabang yang mencakup tingkat anak-anak, remaja, dan dewasa yaitu Tilawatil Quran, Qiraah Saba’ah, Hifzil Qur’an, Fahmil, Syahril, Khattil Qur’an, Karya Tulis Ilmiah Alquran (KTIQ), dan hafalan Al Hadis, rincinya.
Camat Peudada, Erry Seprinaldy, S.STP.,S.Sos., MSi dalam sambutan menyampaikan apresiasi dan terima kasih bagi seluruh pihak telah mendukung penuh penyelenggaraan MTQ Tingkat Kecamatan Peudada Tahun 2026.
Diharapkan pelaksanaan MTQ berjalan lancar dari malam pertama hingga malam penutupan/pembagian hadiah pada malam Kamis mendatang.
Camat mengatakan dibanding tahun sebelumnya, jumlah peserta tahun ini menurun tapi disisi lain sebenarnya tidak menurun karena pada cabang tertentu minim peserta tidak kamu lombakan dan langsung ikut Training Center (TC).
Kata Camat, jumlah peserta MTQ Kecamatan Peudada terjadi penurunan drastis peserta dari tahun 2024 s.d 2025 karena hanya mengirim 46 peserta ke tingkat Kabupaten tahun 2025.
“Target hari ini, hasil koordinasi kami dengan LPTQ, Ketua KUA, seluruh imum mukim, kita harap kontingen Kecamatan Peudada yang ikut pada MTQ Kabupaten Bireuen ini harus maksimal,” ujarnya.
Sehingga melakukan upaya perekrutan peserta melalui keuchik, pimpinan dayah bahkan sampai pimpinan sekolah dari jenjang SD, SMP, SMA sederajat kami surati untuk menambah peserta MTQ ini karena ada cabang belum ada pesertanya.
Camat juga berharap peran serta masyarakat karena jika hanya dibawah 50 orang yang ikut maka tidak bisa mendapat juara umum. Untuk diketahui mulai tahun lalu peserta yang mendapat juara harapan juga berpengaruh terhadap point kontingen karena mendapatkan point satu yang sebelumnya tidak ada point.
Peserta dibutuhkan yaitu cabang tilawah tuna netra, cabang qiraah sab’ah mujawat dewasa, qiraah sab’ah murattal dewasa, cabang hifzil golongan 20 dan 30 juz putra-putri, tafsir Bahasa Arab, Bahasa Inggris dan bahasa Indonesia.
Selanjutnya cabang khatil mushaf penulisan buku dan digital, cabang hadis golongan 100 putri dan 500 putra dan putri. “Kami berharap bantuan masyarakat untuk memenuhi peserta, kami dari kecamatan akan membawa peserta ke MTQ Kabupaten,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Syariat Islam Bireuen, Munawar, SKM.,MKES dalam sambutannya mengapresiasi keberanian dan kecintaan masyarakat Peudada yang menyelenggarakan MTQ di lapangan terbuka. Meskipun sempat dikhawatirkan akan diguyur hujan, acara dapat berjalan lancar atas izin Allah.
Menurutnya, penyelenggaraan MTQ ini menjadi sarana syi’ar Islam yang sangat positif dan memotivasi anak-anak Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI) agar lebih mengenalkan serta mendalami Al-Qur’an.
Para pemenang di tingkat kecamatan nantinya akan mewakili Kecamatan Peudada bersaing pada MTQ tingkat Kabupaten Bireuen di Masjid Agung. Pemenang di kabupaten akan wakil Bireuen pada MTQ Tingkat Provinsi Aceh 2027 di Aceh Barat Daya (Abdya).
Berdasarkan informasi dari Kementerian Agama, mulai tahun depan, musabaqah akan dilaksanakan setahun sekali tahun 2027 di Jakarta dan MTQ Nasional 2028 dilaksanakan di Provinsi Aceh telah ditetapkan sebagai tuan rumah yang direncanakan berpusat di Banda Aceh.
Kepala DSI mengajak seluruh hadirin terus meningkatkan kecintaan kepada Al-Qur’an yang salah satunya dengan senantiasa membaca Al-Qur’an, pesannya. (Rahmat Hidayat)





