Aparat Diduga Bekingi Penyeludup Barang Ilegal

- Administrator

Kamis, 17 Januari 2019

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BIREUEN|METRO ACEH- Menyeruaknya kasus dugaan “penjarahan” barang bukti penyeludupan oleh oknum Bea dan Cukai Langsa, mulai mengurai benang merah dibalik misteri praktik culas bisnis haram aparat negara, yang “bermain” dengan para mafia penyeludup dari Aceh Tamiang.

Informasi yang diperoleh Metro Aceh, Kamis (17/1) menyebutkan, selain petugas Bea dan Cukai (BC) yang diduga terlibat mencuri barang bukti (BB), kini mencuat lagi isu keterlibatan oknum TNI yang menjalankan usaha barang-barang impor seludupan dari Thailand. Malahan, mereka sekeluarga disebut-sebut lancar berperan sebagai pemasok barang ilegal ke Propinsi Aceh, melalui Kuala Langsa.

Ironisnya, alat negara yang digaji tinggi serta dibayar remoneurasi, malah nekat membekingi praktik curang yang sangat merugikan keuangan negara. Akibat barang seludupan, yang dibawa masuk tanpa pajak ataupun cukai oleh para mafia penyeludup. Dan ini, terjadi diera kepemimpinan Presiden Jokowi yang hendak maju lagi, pada pilpres mendatang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Truk Pengangkut Barang Ilegal Hasil Sitaan Bea Cukai.

Sejumlah sumber di Kota Langsa menuturkan, pasca mencuatnya kasus “penjarahan” BB seludupan oleh oknum BC di wilayah itu, untuk dijual kembali ke masyarakat seperti dilansir media ini tadi malam. Langsung viral dan mendapat ragam reaksi warga Kota Langsa serta di Kualasimpang. Termasuk, mengecam keras tindakan culas petugas BC, karena dianggap menyelewengkan kepercayaan publik, dan dinilai telah menodai lembaga keimigrasian itu.

“Selain oknum petugas bea dan cukai, ada lagi prajurit TNI di Kualasimpang yang selama ini terlibat jaringan mafia penyeludupan barang ilegal. Karena dia aparat negara, sampai kini masih saja leluasa dan tidak pernah tersentuh hukum,” ungkap sumber media ini.

Dia meminta Korem 011/Lilawangsa, supaya menindak tegas setiap prajurit TNI yang terlibat, ataupun sekedar ikut membekingi aksi penyeludupan yang jelas-jelas merugikan negara. Bukannya dilindungi oleh pihak BC, serta dibiarkan melakukan kecurangan sekehendak hati oleh institusi TNI.

“Kami mendapat kabar, oknum TNI itu ikut melakoni aksi penyeludupan barang ilegal itu. Malah, dia sekeluarga terlibat bisnis haram ini, bahkan untuk menjalani usaha seludupan biar berjalan lancar, mereka sudah memiliki lima unit kapal motor saat ini,” sebut sumber media ini tadi pagi.(Bahrul)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Polisi Tangani Kasus Pencabulan Anak Yatim di Peudada
Kakek Bejat Diduga Cabuli Anak Yatim
Kajari Jadi Pengiring Resepsi Pernikahan Ajudan
Hotman 911 Laporkan Cut Bul ke Polda Aceh
Asisten 3 dan Kabag Ekonomi Ditahan
Ayah Kandung Diduga Cabuli Puteri Sendiri
Penipu Rumah Bantuan Raup Rp 1,5 Miliar
Demokrat Kawal Proses Hukum Pembunuhan Imam Masykur

Berita Terkait

Kamis, 18 April 2024 - 15:29 WIB

Polisi Tangani Kasus Pencabulan Anak Yatim di Peudada

Rabu, 17 April 2024 - 21:54 WIB

Kakek Bejat Diduga Cabuli Anak Yatim

Sabtu, 24 Februari 2024 - 17:01 WIB

Kajari Jadi Pengiring Resepsi Pernikahan Ajudan

Rabu, 21 Februari 2024 - 21:15 WIB

Hotman 911 Laporkan Cut Bul ke Polda Aceh

Rabu, 1 November 2023 - 15:55 WIB

Asisten 3 dan Kabag Ekonomi Ditahan

Rabu, 25 Oktober 2023 - 17:14 WIB

Ayah Kandung Diduga Cabuli Puteri Sendiri

Kamis, 7 September 2023 - 00:33 WIB

Penipu Rumah Bantuan Raup Rp 1,5 Miliar

Rabu, 30 Agustus 2023 - 20:41 WIB

Demokrat Kawal Proses Hukum Pembunuhan Imam Masykur

Berita Terbaru

illustrasi

HUKUM & KRIMINAL

Polisi Tangani Kasus Pencabulan Anak Yatim di Peudada

Kamis, 18 Apr 2024 - 15:29 WIB

Ilustrasi

HUKUM & KRIMINAL

Kakek Bejat Diduga Cabuli Anak Yatim

Rabu, 17 Apr 2024 - 21:54 WIB

POLITIK

H Mukhlis Ajak Warga Rawat Persaudaraan

Senin, 15 Apr 2024 - 23:11 WIB

POLITIK

H Mukhlis Siap Wujudkan Harapan Rakyat

Jumat, 12 Apr 2024 - 21:43 WIB

NANGGROE

Pengcab Forki Gelar Buka Puasa Bersama

Sabtu, 6 Apr 2024 - 23:00 WIB