Hentikan Perkara Hukum, Jaksa Gunakan Restoratif Justice

- Administrator

Senin, 13 Desember 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BIREUEN | METRO ACEH – Kejaksaan Negeri (Kejari) Bireuen, menghentikan penuntutan perkara hukum berdasarkan keadilan restoratif justice (RJ) terhadap terdakwa yang menelantarkan keluarga di wilayah ini. Persoalan tersebut, dapat diselesaikan di luar proses persidangan setelah kedua pihak sepakat berdamai.

Demikian disampaikan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Bireuen, Mohammad Farid Rumdana SH MH kepada awak media disela prosesi perdamaian di aula kejari setempat, Senin (13/12) sore. Menurutnya, keadilan restoratif adalah sebuah pendekatan yang bertujuan untuk mengurangi kejahatan, dengan menggelar pertemuan antara korban dan terdakwa, dilaksanakan sesuai Peraturan Jaksa Agung (PERJA) No 15 tahun 2020 tentang penghentian penuntutan berdasarkan keadilan restoratif.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dijelaskannya, sesuai pasal 1 angka (1) keadilan restoratif adalah penyelesaian perkara tindak pidana dengan melibatkan pelaku, korban, keluarga pelaku/korban dan pihak lain yang terkait untuk bersama-sama mencari penyelesaian yang adil, dengan menekankan pemulihan kembali pada keadaan semula dan bukan pembalasan.

“Alhamdulillah, hari ini kami sudah dapat menghentikan penuntutan perkara atas terdakwa Muhammad Adli bin Hamdani, dengan restoratif justice sesuai aturan yang berlaku,” ungkap Farid didampingi Kasi Intelejen, Muliana SH.

Disebutkannya, pada 29 September 2020 lalu, Muhammad Adli telah menikahi Rahmawati US di KUA Samalanga, serta tercatat dalam kutipan akta nikah nomor 0155/019/IX/2020. Setelah pasangan ini melangsungkan pernikahan, tersangka dan korban tak pernah tinggal bersama. Parahnya lagi, Muhammad Adli juga tak memberi nafkah sehari-hari, sehingga korban melahirkan anak mereka. Untuk bertahan hidup, Rahmawati dibiayai sepenuhnya oleh ibu kandungnya. Kasus itu, akhirnya berlabuh ke ranah hukum.

Namun, setelah dimediasi tim Kejari Bireuen, pada 1 Desember 2021 lalu Muhammad Adli dan Rahmawati serta pihak keluarga kedua pihak, maupun perangkat desa disaksikan penyidik dari Polres Bireuen dan Kajari Bireuen, Mohammad Farid Rumdana SH MH dan JPU yang menangani perkara itu, Muhammad Adli menyadari kesalahannya lalu menyatakan, tidak akan mengulangi lagi perbuatannya, serta meminta maaf kepada Rahmawati yang tak lain istrinya sendiri. Sebagai bentuk penyesalan dan tanggungjawab, Muhammad Adli dalam kesempatan itu memberikan uang sebesar Rp 22 juta, sebagai syarat perdamaian yang sudah disepakati kedua pihak.

Setelah persoalan itu bisa diselesaikan secara perdamaian, Kajari Bireuen dan tim JPU lalu menggelar perkara (ekpose) dengan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum (Jampidum) Kejaksaan Agung, terkait penghentian penuntutan berdasarkan keadilan restoratif justice, dalam perkara tersangka Muhammad bin Hamdani yang disangkakan melanggar pasal 49 huruf a UU RI no 23 tahun 2004 tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga ( KDRT), atas korban Rahmawati US.

“Hasil gelar perkara yang kami lakukan setuju untuk dihentikan penuntutan, berdasarkan keadilan restoratif,” jelas Farid Rumdana seraya mengaku ini perkara pertama di Bireuen yang diselesaikan secara restoratif justice.(Bahrul)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Jaksa Geledah Kantor Satpol PP & WH Bireuen
Tiga Remaja Diduga Jadi Pelaku Tewasnya Dua Pelajar di Peudada
Satreskrim Sosialisasi Hukum Kepada Kepala Madrasah
Terpidana Kasus Pelecehan Seksual Dicambuk 17 Kali
Pelaku Pencabulan Anak Dibawah Umur Diciduk Polisi
Si Weuk, Pembunuh Berdarah Dingin Diseret Ke Meja Hijau
Hakim “Kembalikan” Harta Ratu Narkoba
Warga Tanjong Beuridi Ditemukan Terbunuh

Berita Terkait

Selasa, 28 April 2026 - 17:06 WIB

Jaksa Geledah Kantor Satpol PP & WH Bireuen

Jumat, 24 April 2026 - 20:00 WIB

Tiga Remaja Diduga Jadi Pelaku Tewasnya Dua Pelajar di Peudada

Jumat, 17 April 2026 - 17:09 WIB

Satreskrim Sosialisasi Hukum Kepada Kepala Madrasah

Rabu, 15 April 2026 - 19:43 WIB

Terpidana Kasus Pelecehan Seksual Dicambuk 17 Kali

Selasa, 17 Maret 2026 - 01:50 WIB

Pelaku Pencabulan Anak Dibawah Umur Diciduk Polisi

Berita Terbaru

Pedagang daging musiman menjual daging segar hari meugang pertama di Jalan Eks Rel Kereta Api depan Meunasah Kota Bireuen, Senin (25/5) pagi

NANGGROE

Harga Daging Meugang Kecil di Bireuen 180 Ribu

Senin, 25 Mei 2026 - 16:15 WIB

Suasana pasar murah yang digelar Pemkab Bireuen di lokasi Pasar Grosir, Senin (24/5)

NANGGROE

Warga Antusias Serbu Pasar Murah

Minggu, 24 Mei 2026 - 15:04 WIB