BIREUEN|METRO ACEH – Target minimal publikasi ilmiah jurnal terakreditasi SINTA 3. Fakultas Sains Pertanian dan Peternakan (FAPERTA) Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI) Bireuen yang dipimpin Dekan Mizan Maulana, SP., MSi meluncurkan kebijakan baru yang mendorong mahasiswa melaksanakan penelitian mandiri.
Keterangan diperoleh Metro Aceh, kebijakan itu merupakan bagian transformasi akademik yang berorientasi peningkatan kualitas lulusan, penguatan kompetensi penelitian, serta peningkatan daya saing mahasiswa di tingkat nasional.
Pendekatan pembelajaran berbasis riset dan publikasi semakin banyak diterapkan perguruan tinggi untuk meningkatkan mutu akademik mahasiswa.
Dekan FAPERTA UNIKI, Mizan Maulana mengatakan, penelitian tidak lagi cukup berhenti pada penyusunan laporan atau skripsi, tetapi harus menghasilkan karya ilmiah yang memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan dapat dipublikasikan pada jurnal bereputasi.
“Mahasiswa harus dibiasakan menjadi peneliti sejak dini. Penelitian yang baik bukan hanya selesai di meja pembimbing, tetapi harus dipublikasikan agar dapat dimanfaatkan oleh masyarakat ilmiah. Karena itu, kami menargetkan setiap penelitian mahasiswa memiliki luaran minimal artikel pada jurnal terakreditasi SINTA 3,” ujarnya.
Melalui kebijakan ini, mahasiswa akan memperoleh pendampingan sejak penyusunan proposal, pelaksanaan penelitian lapangan, analisis data, penulisan artikel ilmiah, hingga proses submit ke jurnal nasional terakreditasi.
Fakultas juga akan membentuk kelompok riset dosen dan mahasiswa sehingga proses pembinaan berlangsung secara berkelanjutan. Sebagai langkah awal implementasi, Fakultas membentuk Tim Penelitian Pertanian Pesisir Aceh yang melibatkan mahasiswa dalam berbagai penelitian strategis.
Khususnya pada isu pertanian wilayah pesisir, ketahanan pangan, konservasi lahan, adaptasi perubahan iklim, serta inovasi teknologi pertanian. Tim ini mengusung semangat Research, Innovation, Publication, dan Impact, dengan kolaborasi erat antara dosen dan mahasiswa.
Dekan menegaskan budaya publikasi menjadi indikator penting kualitas perguruan tinggi. Mahasiswa didorong menghasilkan penelitian yang orisinal, aplikatif, dan layak dipublikasikan sehingga mampu meningkatkan rekam jejak akademik sekaligus mendukung pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi.
Berbagai perguruan tinggi di Indonesia juga mulai mengembangkan kebijakan tugas akhir berbasis publikasi ilmiah sebagai bagian dari peningkatan mutu akademik.
Kebijakan tersebut mendapat sambutan positif dari mahasiswa.
Mereka menilai pendampingan intensif dalam proses penelitian dan publikasi akan meningkatkan kemampuan menulis karya ilmiah sekaligus memperluas peluang memperoleh hibah penelitian, melanjutkan studi, maupun bersaing di dunia kerja.
Melalui kebijakan ini, Fakultas Sains Pertanian dan Peternakan UNIKI menargetkan lahirnya generasi muda peneliti yang produktif, inovatif, dan mampu menghasilkan publikasi ilmiah berkualitas, sehingga memperkuat posisi fakultas sebagai pusat pengembangan riset pertanian yang berdaya saing di Aceh maupun Indonesia, terang Mizan Maulana. (Rahmat Hidayat)
Mahasiswa Fakultas Sains Pertanian dan Peternakan UNIKI Bireuen gelar riset mandiri.






