BIREUEN|METRO ACEH – 600 guru dari Kabupaten Bireuen dan sejumlah daerah, antusias ikuti Seminar Nasional dalam rangka Hari Lahir (Harlah) ke-18 Perkumpulan Guru Madrasah (PGM) Indonesia dan Menyambut Hari Kemerdekaan, di Aula Setdakab Lama, Sabtu (8/8) pagi.
Ketua Panitia dan juga Ketua Umum PGM Bireuen, Mudasar, SAg.,MPd dalam laporannya pada kegiatan bertema “Guru Mendidik dengan Penuh Cinta” itu menyampaikan bahwa Seminar ini diikuti 250 peserta dalam jaringan (Daring) dan 350 orang tanpa peserta atau Luar Jaringan (Luring).
Dikatakan, selama 18 tahun, PGM telah menjadi rumah besar bagi kita para Guru Madrasah untuk berjuang, berkolaborasi, dan saling menguatkan. Tema tahun ini, “18 Tahun Mengabdi, Menguatkan Profesionalitas Guru Madrasah Menuju Madrasah Mandiri Berprestasi” adalah cerminan semangat kita bersama.
“Mari kita jadikan momentum Harlah ke-18 untuk mempererat silaturahmi dan memperkuat komitmen kita sebagai guru madrasah yang ikhlas beramal dan ikhlas mengabdi,” tuturnya.
Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag) Bireuen, Dr H Zulkifli, SAg.,MPd berpesan, mendidik dengan penuh cinta bukan berarti mendidik tanpa aturan, melainkan mendidik dengan hati hadir sepenuhnya untuk anak didik.
“Guru yang bahagia bukanlah yang tanpa masalah, melainkan guru yang mampu menemukan makna dan bersyukur ditengah setiap tantangan,” harapnya.
Ketua Umum PGM Indonesia, Provinsi Aceh, Abdul Jalil mengucapkan terima kasih kepada panitia dan berharap kepada para guru madrasah dengan siapapun organisasinya kita satuan tujuan membantu bangsa dan negara membangun madrasah dalam mencerdaskan generasi bangsa.
Sementara itu, Bupati Bireuen, Ir H Mukhlis, ST mengatakan tema
hari ini sangat menyentuh hati saya. “Guru Bahagia, Mendidik dengan Penuh Cinta”. Kenapa? Karena saya percaya, tidak akan lahir anak-anak hebat, cerdas, dan berakhlak, jika gurunya tidak bahagia. Tidak akan lahir generasi yang mencintai negeri ini, jika di ruang kelas tidak ada cinta dari gurunya.
Pemkab Bireuen berkomitmen penuh mendukung guru. Kami sadar, tanpa guru yang sejahtera, tanpa guru yang dihargai, maka mustahil kita bicara pendidikan berkualitas.
“Ke depan kita akan terus upayakan peningkatan kapasitas guru melalui pelatihan dan seminar. Juga perhatian kesejahteraan guru honorer dan guru madrasah. Penguatan ekosistem pendidikan berbasis nilai agama dan budaya Aceh,” sebut Bupati. (Rahmat Hidayat)
Bupati Ir H Mukhlis, ST hadiri Seminar Nasional yang digelar Perkumpulan Guru Madrasah (PGM) Indonesia, Kabupaten Bireuen di Aula Setdakab Lama, Sabtu (8/8) pagi.






