BIREUEN|METRO ACEH-Untuk memulihkan kembali dunia pendidikan di Aceh, akibat hancur diterjang banjir dan longsor akhir November lalu. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), mempersiapkan anggaran sebesar Rp 1,4 triliun.
Demikian disampaikan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Prof Dr Abdul Mu’ti M.Ed saat mengunjungi lokasi sekolah di Kabupaten Bireuen, Selasa (10/3). Dalam kunjungan kerja itu, juga dilakukan peletakan batu pertama pembangunan gedung SMP Negeri 2 Peudada, serta pembangunan sekolah lain disejumlah kecamatan.
Kepala SMP Negeri 2 Peudada, Salawati SPd MM kepada wartawan mengatakan, sekolah di Gampong Blang Bati, Kecamatan Peudada itu memiliki 256 siswa-siswi, 9 rombongan belajar, 4 kantor guru dan kepala sekolah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dampak banjir akhir November 2025 lalu perlengkapan sekolah rusak terendam banjir salah satunya yaitu komputer hanya tinggal lima unit lagi sehingga hari ini siswa mengikuti gladi Tes Kemampuan Akademik (TKA) memakai lima komputer dan lainnya meminjam laptop milik guru, jelasnya.
“Gladi TKA ini diikuti 78 siswa karena komputer terbatas dan menggunakan laptop guru sehingga harus dibagi jadi empat shift sampai sore nanti,” ujarnya kepada Mendikdasmen.
Sedangkan gedung diletakkan batu pertama oleh menteri adalah bantuan pemerintah program revitalisasi satuan pendidikan bersumber dari dana APBN sebesar Rp 3.476.000.000, sebutnya.
Mendikdasmen Abdul Mu’ti yang didampingi Dirjen, Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, SPd MSP, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bireuen, Dr Muslim MSi ditanyai wartawan dilokasi menjelaskan.
Program revitalisasi untuk jenjang SMP di Kabupaten Bireuen ada lima sekolah, Sekolah Dasar (SD) 25, dan Sekolah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) 25 sekolah dibangun tahun 2026, jelas Kadisdikbud Bireuen.
Mendikdasmen menyampaikan bahwa paket revitalisasi itu berbeda-beda antara satu sekolah dengan sekolah lain, tetapi yang paling banyak ruang kelas baru, perpustakaan, laboratorium dan ruang administrasi serta toilet dan lainnya sesuai kebutuhan sekolah.
Kami juga mengupayakan pemenuhan kebutuhan mobiler sekolah dan tadi juga kami berikan bantuan dana untuk pengadaan laptop untuk SMPN 2 Peudada Rp 25 juta dan juga ada bantuan sarana dan prasarana lainnya.
“Jadi ini adalah bagian dari prioritas kami untuk tahun 2026 bagi sekolah yang terdampak bencana dan sekolah di daerah 3T dan sekolah rusak berat, kami harapkan secara bertahap nanti sekolah yang ada di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat mendapat prioritas pembangunan revitalisasi tahun 2026,” ungkapnya.
Dikatakan pagi tadi, Mendikdasmen juga meletakkan batu pertama pembangunan di TK Negeri Mujahiddin yang berada dijalan Puskesmas Jeunieb, Gampong Blang Mee Timu, Kecamatan Jeunieb.
Mendapatkan bantuan pembangunan ruas kelas baru dan rehab, dan juga di SMP Negeri 2 Peudada yaitu ruang administrasi, rehab 9 ruang belajar, toilet dua, rehab Perpustakaan dan bangun baru ruang Usaha Kesehatan Sekolah (UKS).
Lebih lanjut disampaikan di Kabupaten Bireuen Kemendikdasmen merehab totalnya 116 sekolah dari PAUD, SD, SMP, SMA dan SMK. Kemudian sudah ada Perjanjian Kerja Sama (PKS) Rp 167 milyar. Kalau seluruh Aceh 2.173 sekolah dan sudah perjanjian kerja sama 1.350 sekolah dengan total Rp 1.2 triliun.
“Jumlah anggaran rehab tersebut belum termasuk SMK dan anggaran rehab untuk SMK Rp 200 milyar lebih sehingga total anggarannya sebesar Rp 1.4 triliun lebih untuk Provinsi Aceh,” jelas Abdul Mu’ti didampingi Dirjennya. (Rahmat Hidayat).






