BIREUEN|METRO ACEH-Bupati Bireuen, H Mukhlis ST menyerahkan dana Jadup secara simbolis bagi korban bencana di Pendopo, Jum’at (3/4) sore. Sebanyak 16.374 korban bencana hidrometeorologi di Kabupaten Bireuen, menerima bantuan dana jaminan hidup (Jadup) sebesar Rp 450 ribu per jiwa per bulan dan tahap I dikucurkan sekaligus untuk tiga bulan, melalui Kantor Pos dan Giro Indonesia mulai Senin mendatang.
Seluruh penerima dana jadup merupakan korban banjir dan longsor dari 4.759 KK di wilayah ini, dengan rincian setiap jiwa diberi sebesar Rp 15 ribu per hari atau Rp 450 ribu per jiwa, disalurkan tahap I untuk masa tiga bulan.
“Semoga bantuan dana Jadup ini, membantu meringankan beban saudara-saudara kita yang mengalami musibah banjir,” ungkap H Mukhlis saat ditemui usai penyerahan dana bantuan itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Bireuen kini tetap fokus melakukan berbagai upaya, agar masyarakat yang menjadi korban bencana alam itu, senantiasa terbantu serta dapat bangkit kembali menata kehidupan yang lebih baik.
Meski proses percepatan pemulihan butuh proses dan waktu, namun pemerintah selalu hadir di tengah masyarakat dan melakukan berbagai langkah nyata secara bertahap, guna menangani dampak bencana alam itu.
“Insya Allah, seluruh tahapan penanganan pasca bencana ini, sedang berjalan dan kita harapkan semua memberikan hasil terbaik bagi masyarakat di Kabupaten Bireuen,” ujar H Mukhlis.
Pantauan media ini, penyerahan simbolis itu diterima oleh 100 orang, selanjutnya seluruh korban akan mulai mendapatkan dana Jadup pada Senin 6 April. Dana jadup merupakan bantuan untuk korban banjir dan tanah longsor (bencana hidrometeorologi Sumatra) yang ditransfer oleh Kementerian Sosial Republik Indonesia. Penerima jadup berasal dari korban yang huniannya masuk kategori rusak ringan, rusak sedang dan rusak berat/hilang. Proses pencairannya, setiap penerima hubungi oleh PT Pos Indonesia melalui kepala desa masing-masing. (Bahrul)






