PELAKU AKSI ANARKIS DI WAROPEN PAPUA WAJIB DITINDAK TEGAS

- Administrator

Jumat, 6 Maret 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh : TW Deora

Puluhan masyarakat di Kabupaten Waropen, Jumat pagi sekitar pukul 5.30 WIT melakukan pengrusakan kantor dan upaya pembakaran Bupati Waropen. Dari Pantauan awak media dilokasi, Sejumlah gedung kantor seperti, Ruang Bupati, Ruang Wakil Bupati, Kantor Badan keuangan dan aset daerah (BPKAD), Kantor Bappeda, Aula pertemuan di Nonomi, Kantor dinas kesehatan, Kantor dinas pendidikan, dan kantor BPBD ikut dirusak massa.

Beberapa titik api sempat terlihat di Ruang Kanntor BPKAD, dan diruang Kantor Wakil Bupati. polisi yang langsung turun ke TKP memberikan tembakan peringatan dihiraukan massa dan sempat dilakukan pengejaran oleh massa.
Kapolres Waropen APKP Suhadak yang turut dalam pengamanan aksi ini, langsung menengahi dan meminta masa untuk mundur dari lokasi kantor Bupati, setelah itu polisi berhasil memadamkan lima titik api sudah sempat membakar plafon bangunan BPKAD dan Kantor Wakil Bupati.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Aksi tidak terkendali ini, berlanjut di Nonomi dimana sebagian kantor OPD berada didaerah itu yang tidak jauh dari kantor Bupati juga ikut dirusak massa dengan memecahkan kaca-kaca dan pintu bangunan. Pengrusakan oleh sejumlah massa ini diduga atas ketidakterimaan pendukung Yermias Bisai, yang ditetapkkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Tinggi Papua.

Mengacu kepada Vaclav Havel (1992) yang mengatakan, politik bukanlah cara untuk menipu atau memperkosa hak-hak rakyat. Politik adalah cara untuk mendukung kebahagiaan dan kepentingan umum guna membuat dunia yang lebih baik, maka tindakan anarkis tidak dibenarkan.

Tindak tegas

Keberanian massa anarkis yang melakukan pembakaran di Waropen disebabkan karena mereka kemungkinan telah dikapitalisasi untuk “membabi buta” menolak proses penegakkan hukum tanpa mereka menyadari bahwa tindakannya salah dan wajib ditindak tegas oleh aparat negara di Papua untuk menunjukkan kehadiran negara disana. When States Fail : Causes and Consequences (ed Robert I Rotberg,2003) : negara gagal adalah negara yang tidak mampu memberi kebajikanumum (public good) kepada warga, khususnya keamanan atas harta benda dan jiwa.

Terkait keberanian dan keberingasan massa di Waropen sebenarnya secara akademis sudah dikemukakan berbagai pakar psikologi, komunikasi dan strategi. Menurut Leon Festinger dalam Human Relations mengatakan, kebersamaan interaktif manusia dalam suatu kelompok massa berpotensi menimbulkan fenomena deindividuasi atau menurunnya “tanggung jawab”masing-masing individu.

Sementara, Theodore Newcombe dalam The Aquitance Process mengatakan, berpadunya “kegairahan” dengan “penurunan” rasa tanggung jawab mudah untuk menyulut massa melupakan norma-norma sosialnya dan melakukan tindakan destruktif. Sedangkan, Irving Janis dalam Groupthink mengatakan, akan sulit bagi individu-individu di dalamnya untuk tidak larut bersama tindakan kelompok.

Kemudian, Stroms and Thomas dalam Social Psychology mengatakan, kehadiran massa cenderung meningkatkan “bobot” aspirasi yang disuarakan oleh kelompok tersebut sendiri. E Knowles dalam Journal of Personality mengatakan, semakin besar massa yang bergabung semakin besar pula “gairah” yang berhasil mereka ciptakan untuk menyuarakan aspirasinya.

Menjadi tantangan aparat intelijen, aparat keamanan dan aparat penegak hukum di Kabupaten Waropen untuk mengusut tuntas aksi anarkisme tersebut, karena membakar fasilitas umum milik negara dapat diartikan sebagai melakukan perlawanan terhadap negara.

*) Penulis adalah pemerhati masalah nasional.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Pelaksanaan program pemerintah : ex nihilo nihil fit dan amor vincit onia
Keamanan Energi Indonesia Terjaga, Peluang Resesi Tidak Terlihat
MBG : Solusi cerdas dan patriotis mempersiapkan generasi tangguh masa depan
Memprediksi berakhirnya perang Iran vs Amerika Serikat dan Israel
Sering di Bilang Nakal? Bisa Jadi Anak Anda Perlu Pemahaman, Bukan Hukuman
Bireuen Kota Santri: Menggali Potensi Ekonomi Berbasis Syariah
Dirjenpas Menolak Fraud, Langkah Maju Untuk Reformasi Pemasyarakatan
Alpajuli Darat Kumandangkan Persatuan Indonesia

Berita Terkait

Kamis, 2 April 2026 - 21:15 WIB

Pelaksanaan program pemerintah : ex nihilo nihil fit dan amor vincit onia

Jumat, 27 Maret 2026 - 18:47 WIB

Keamanan Energi Indonesia Terjaga, Peluang Resesi Tidak Terlihat

Kamis, 26 Maret 2026 - 18:10 WIB

MBG : Solusi cerdas dan patriotis mempersiapkan generasi tangguh masa depan

Kamis, 26 Maret 2026 - 17:43 WIB

Memprediksi berakhirnya perang Iran vs Amerika Serikat dan Israel

Senin, 14 April 2025 - 18:33 WIB

Sering di Bilang Nakal? Bisa Jadi Anak Anda Perlu Pemahaman, Bukan Hukuman

Berita Terbaru

NANGGROE

Pasar Tani Aceh 2026 di Meulaboh Raup Omzet Rp141,9 Juta

Rabu, 24 Jun 2026 - 20:05 WIB

Petugas UPD RSUD dr Fauziah Bireuen melayani pendonor darah di kampus UNIKI, Rabu (24/6) pagi.

NANGGROE

BEM UNIKI Gelar Donor Darah dan Peringatan HANI

Rabu, 24 Jun 2026 - 14:34 WIB

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto meninjau Huntap di Gampong Blang Kubu, Kecamatan Peudada, Selasa (23/6) sore.

NANGGROE

Dana Rehap Rumah Korban Banjir Cair

Rabu, 24 Jun 2026 - 14:33 WIB

NANGGROE

Pemkab Siapkan DED Jembatan Ulee Jalan

Rabu, 24 Jun 2026 - 14:02 WIB

PENDIDIKAN

Himaif Umuslim Gelar Pelatihan Web Bagi Mahasiswa

Selasa, 23 Jun 2026 - 23:24 WIB