BIREUEN|METRO ACEH – Guna mendapat ilmu baru. Program Magister Pascasarjana Universitas Almuslim (Umuslim) Peusangan, Kabupaten Bireuen,
menggelar acara kuliah tamu Internasional yang berlangsung di ruang Creatif Center Gedung Aula MA Jangka Umuslim, Sabtu (12/9).
Direktur Pascasarjana Umuslim, Prof Dr Halus Satriawan, MSi menjelaskan, kuliah tamu ini kegiatan rutin menyambut tahun akademik baru sebagai bagian dari implementasi kerjasama jangka panjang antara kedua institusi yang diikuti 60 persen mahasiswa pascasarjana dari berbagai prodi dan dihadiri oleh pimpinan universitas.
Kegiatan terselenggara berkat kerjasama Umuslim, khususnya program pascasarjana dan INTI International University & College Malaysia yang turut menghadirkan Dr Wan Suraya Wan Nik sebagai pemateri.
Rektor Umuslim, Dr Marwan, M.Pd saat membuka kuliah
tamu dengan tema, “Building Effective, Efficient, and Ethical Educational Governance Towards The Society 5.0 Era” menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Dr Wan Suraya atas kesediaan berbagi wawasan dan pengalaman untuk mahasiswa Umuslim dan masyarakat Aceh secara umum.
“Manfaatkanlah sebaik mungkin forum ini karena dari pemaparan materi, kita bisa dapat ilmu baru dan menjadi paduan untuk kita dalam menghadapi masa Era 5.0”, ungkapnya.
Kegiatan ini jadi ajang berbagi pengetahuan dan pengalaman tentang pengelolaan pendidikan yang efektif, efisien, beretika di era Society 5.0.
“Acara ini sangat relevan dengan tantangan dan peluang di era Society 5.0, di mana teknologi harus digunakan secara efektif untuk memperkuat tata kelola pendidikan, memperluas akses, dan membangun sumber daya manusia berkarakter unggul,” tegas Dr Marwan.
Ia menegaskan bahwa tata kelola pendidikan yang efektif harus didasarkan pada prinsip transparansi, akuntabilitas, serta adaptabilitas terhadap perkembangan teknologi yang pesat.
Rektor Umuslim menekankan pentingnya kolaborasi internasional dan jejaring global dalam meningkatkan mutu pendidikan tinggi. “Kolaborasi lintas disiplin, institusi, negara jadi kunci dalam membangun ekosistem pendidikan yang inovatif dan berkelanjutan,” harapnya.
Pemateri, Dr Wan Suraya Wan Nik dari INTI International University & College Malaysia menjelaskan tentang konsep Society 5.0, yaitu masyarakat yang berpusat pada manusia dengan teknologi super-canggih seperti AI, big data, robotika, dan IoT yang terintegrasi dalam kehidupan sehari-hari.
Transformasi ini menuntut perubahan dalam pendidikan dari sekadar transmisi pengetahuan menjadi pengembangan kemampuan manusia (Human Capability Development), termasuk kemampuan berpikir kritis, kreatif, kolaborasi, penggunaan teknologi secara bertanggung jawab.
Menurutnya perubahan besar juga terjadi dalam tata kelola pendidikan. “Tata kelola tradisional yang birokratis perlu bertransformasi menjadi tata kelola yang adaptif, berbasis data, kolaboratif, dan beretika”, ujarnya.
Prinsip utama adalah mencapai keberlanjutan melalui tiga pilar yaitu efektif, mencapai hasil belajar yang bermakna. Efisien, penggunaan sumber daya dan teknologi secara optimal. Etis, menjamin keadilan, transparansi, akuntabilitas, penghormatan terhadap martabat manusia. (Rahmat Hidayat)






