BIREUEN|METRO ACEH – Guna mengaplikasikan kurikulum pembelajaran secara nyata bagi anak didik masih berusia dini. UPTD TKN Idhata Matang Geulumpang Dua, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen, menggelar pawai budaya, Sabtu (12/9) pagi.
Kegiatan pawai turut dikawal oleh anggota Polsek Peusangan dan pihak sekolah itu dilepas oleh Kabid Pembinaan PAUD dan PNF Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bireuen, Riza Fitria, S.Si.,MSc.
Amatan Metro Aceh barusan pawai diwakili grup drum band dari UPTD SDN 4 Jeumpa itu, para murid taman Kanak-kanak (TK) berjalan kaki di seputaran pusat Kecamatan Peusangan yang mengambil start dan finish di depan kantor Pos setempat.
Penampilan anak-anak masih usia dini turut dijaga gurunya itu dengan penuh bersemangat, jalan kaki sehingga menyulut perhatian warga sekitar dan pelintas menyaksikannya.
Kepala UPTD TKN Idhata, Ruhyati, SPd kepada Metro Aceh dilokasi mengatakan, jumlah murid kami ada 190 orang dan hari ini kami gelar pawai budaya, ada tiga jenis pakaian ditampilkan anak-anak yaitu pakaian adat, pakaian kreasi dan pakaian profesi.
Disampaikan juga kegiatan ini sudah ketiga kali dilaksanakan dan harapannya anak-anak bisa mengenal budaya salah satunya dari pakaian adat, juga tahu apa saja profesi yang ada seperti TNI-Polri maupun lainnya.
Begitu juga dengan bahan baku pakaian yang mereka kenakan dalam pawai ini, bisa dibuat dari plastik dan bunga-bunga dan ragam jenis bahan lainnya. Para orang tua anak juga antusias mendukung kegiatan ini.
“Jadi sejak mereka berusia dini sudah kita ajar anak-anak untuk mengenal budaya, profesi maupun juga kreasi,” ungkap Ruhyati.
Sementara itu, Kabid Pembinaan PAUD dan PNF Disdikbud Bireuen, Riza Fitria, S.Si MSc kepada Metro Aceh juga menjelaskan bahwa pawai budaya ini juga merupakan salah satu tema pembelajaran di kurikulum yang ada di TK.
Tujuannya memperkenalkan keanekaragaman budaya bangsa Indonesia, diharapkan anak-anak sudah mengetahui pakaian budaya dan daerah asalnya. “Melalui kegiatan ini juga dapat membangkitkan rasa kebersamaan,” ungkapnya. (Rahmat Hidayat)






