BIREUEN|METRO ACEH – Dua Kepala Sekolah dan enam guru SMKN dan SLB di Kabupaten Bireuen. Terima penghargaan dalam rangkaian peringatan Hari Pendidikan Daerah Aceh (Hardikda) ke-67, dipusatkan di SMAN 1 Kuala, Gampong Lhok Awe Teungoh, Kecamatan Kuala, (2/9) pagi.
Piagam penghargaan tersebut diserahkan Plt Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdin) Wilayah IV Bireuen, Yusnita, SE.Ak.,SPd.,MM yang menjadi inspektur upacara dihadiri para kepala sekolah SMA,SMK,SLB, guru dan ratusan siswa.
Kegiatan upacara itu juga turut melibatkan petugas gabungan untuk pengibaran bendera dilaksanakan siswa-siswi Paskibraka, perwira upacara Joko Triyanto, ST.,MPd Kepala SMKN 1 Jeumpa.
Inspektur upacara Plt Kacabdin Yusnita, SE.Ak.,SPd.,MM, komandan upacara Ibnu Umar, SAg Kepala SMAN 1 Jeumpa, pembaca UUD 1945 Hermawati, S.Kom.,Mkom Kepala SMKN 1 Jeunieb, doa Fadhil, SPd.,MM Kepala SDLB Bireuen, MC, Nurul Aini, SPd.,MAP Kepala SMAN 1 Kuala.
Plt Kacabdin Bireuen, Yusnita dalam sambutannya membaca pidato tertulis Gubernur Aceh, Muzakir Manaf antara lain mengatakan bahwa peringatan Hardikda bukan sekadar kegiatan seremonial. Tetapi menjadi momentum untuk memperkuat komitmen kita dalam memajukan pendidikan Aceh.
Dengan Tema “Memajukan Pendidikan Aceh, Membangun Generasi Islami, Unggul, dan Bermartabat” mengingatkan kita bahwa pendidikan bukan hanya membentuk generasi yang cerdas, juga generasi yang beriman, berakhiak, berkarakter, kreatif, mandiri, dan mampu menghadapi tantangan zaman.
“Ananda semua yang kami banggakan. Kalian adalah harapan keluarga dan masa depan Aceh. Manfaatkan kesempatan belajar dengan sungguh-sungguh. Rajinlah membaca, berani bertanya, berpikir kritis, kreatif, menguasai teknologi, dan terus mengembangkan potensi diri,” ujarnya.
Gubernur mengingatkan, kecerdasan harus diiringi akhlak. Hormati guru dan orang tua, jaga sopan santun, disiplin, jujur, bertanggung jawab, serta bijak dalam menggunakan teknologi dan media sosial, dan jangan takut bermimpi dan jangan takut gagal. Terus belajar, terus berusaha, berdoa, dan jadilah pribadi yang lebih baik setiap hari, pesannya.
Kata Mualem panggilan akrab Gubernur Aceh. Memajukan pendidikan Aceh tanggung jawab bersama, mulai guru, tenaga kependidikan, kepala sekolah, orang tua, pemerintah, dan masyarakat.
Harus terus membangun kolaborasi dan ekosistem pendidikan yang aman, nyaman, berkualitas, dan berlandaskan nilai-nilai keislaman serta budaya Aceh.
“Saya yakin, dengan kebersamaan, kerja keras dan doa, Aceh mampu melahirkan generasi yang bukan hanya cerdas dalam ilmu, tetapi juga kokoh dalam iman, kuat dalam karakter, dan siap membawa Aceh menuju masa depan yang lebih maju,” pungkas.
Penerima Penghargaan
Sementara itu data diperoleh Metro Aceh penghargaan untuk katagori kepala sekolah inspiratif adalah Feri Irawan, S.Si.,MPd Kepala SMKN 1 Gandapura.
Katagori fasilitator Pembelajaran Mendalam serta Koding dan Kecerdasan Artifisial (PM-KKA) Reguler Provinsi Aceh tahun 2026 yaitu :
1. Dr Istiarsyah, S.Pd.I.,SPd.,MEd guru SLB Vokasional Muhammadiyah Bireuen.
2. Ernawati, S.Kom.,M.Kom Kepala SMKN 1 Jeunieb.
3. Indra Amsal, SPd.Gr Guru SLB Negeri Bireuen.
4. Muhammad, SPd.I Guru SMAN 1 Samalanga.
5. Julaidar, SPd.,MPd Guru SMKN 1 Gandapura.
Katagori Guru Inovatif
1. Junaidi, ST Guru SMKN 1 Gandapura. (Rahmat Hidayat).





