BIREUEN|METRO ACEH – Guna mendapat masukan penting dari berbagai kalangan. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Bireuen, gelar diskusi publik penyusunan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kawasan Perkotaan Bireuen yang dibuka oleh Bupati, Ir H Mukhlis, ST, di Opprom Setdakab, Selasa (1/9/2026) pagi.
Kadis PUPR Bireuen, Ir Fadhli, ST.,MT dalam laporannya antara lain mengatakan dalam proses penyusunan RDTR ini kami telah melakukan asistensi dengan Badan Informasi Geospasial (BIG) berkaitan dengan aspek data dan informasi geospasial.
Hal ini penting karena kualitas RDTR sangat bergantung pada kualitas data dan peta yang digunakan sebagai dasar analisis dan perencanaan.
“RDTR yang sedang kita susun tidak hanya dimaksudkan sebagai dokumen untuk mengatur pemanfaatan ruang.
RDTR harus mampu menjadi instrumen pembangunan yang memberikan kepastian bagi masyarakat, pemerintah, dan dunia usaha,” ungkapnya.
Disampaikan juga bahwa acara konsultasi publik I dilaksanakan hari ini merupakan tahapan yang sangat penting. Kami ingin memperoleh konfirmasi, koreksi, dan masukan dari para pemangku kepentingan mengenai kondisi nyata Kawasan Perkotaan Bireuen.
Kami berharap konsultasi publik ini bukan sekadar kegiatan formalitas, tetapi benar-benar menjadi ruang untuk melakukan validasi dan memperkaya proses penyusunan RDTR, pungkas Kadis PUPR.
Sementara itu, Bupati Bireuen, Ir H Mukhlis, ST dalam sambutan antara lain berharap kepada seluruh perangkat daerah dan tim penyusun agar proses ini dilakukan secara terbuka, profesional, berbasis data, serta melibatkan seluruh pemangku kepentingan.
“Saya juga ingin memastikan, setiap masukan mendapatkan perhatian dan pertimbangan yang jelas. Sehingga RDTR kita hasilkan bukan hanya memiliki dasar hukum dan teknis yang kuat, juga memiliki legitimasi sosial dan dapat dilaksanakan di lapangan,” ungkapnya.
Sambung Bupati, mari melihat konsultasi publik ini sebagai kesempatan untuk menentukan masa depan Bireuen. “Kita ingin lihat Bireuen sebagai kawasan perkotaan ekonominya hidup, infrastruktur tertata, lingkungan terjaga, masyarakat sejahtera, pembangunan berkelanjutan,” harapnya. (Rahmat Hidayat)






