BIREUEN|METRO ACEH-Pembangunan jembatan baru Krueng Tingkeum Kutablang, Kabupaten Bireuen saat ini terus berjalan efektif dan ditargetkan, setelah cukup umur beton serta selasai di aspal mulai tanggal 20 September 2026 sudah dibuka untuk ujicoba lintas kenderaan. Khusus mobil berukuran kecil, diijinkan melewati jalur ini.
Hal itu disampaikan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.3 Provinsi Aceh, Isnanda yang didampingi Asisten Barang Milik Negara (BMN) Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh Satker Wilayah I, Fachruddin dan Manager Lapangan PT Adhi Karya, Sutrisno, ditanyai Metro Aceh, dilokasi, Minggu (30/8) pagi.
“Setelah selesai di aspal nanti, jembatan kita buka untuk dapat dilakukan uji coba lintas bagi kenderaan ringan dari arah Banda Aceh, kalau tidak ada masalah bisa langsung dibuka,” ujar Isnanda.
Sutrisno menjelaskan setelah dipasang gelagar dari Stel Box Girder (SGB) 57 meter dan dipasang bondex (plat lantai baja-red), dilakukan pembesian, tanggal 27 Agustus 2026 lantai tengah jembatan duplikasi itu telah diselesai dicor.
Setelah itu menunggu sampai umur beton sampai 21 hari dan sekitar tanggal 17 September 2026 lantai sudah bisa di aspal dan tanggal 20 September 2026 kalau kami targetkan sudah bisa dibuka untuk proses uji lintas kenderaan ringan apabila tidak ada pergeseran waktunya.
“Saat ini sambil menunggu proses sampai umur beton, para pekerja terus melalui finishing untuk membangun paraped, dan trotoar dalam jembatan, selesai di aspal jembatan langsung bisa dibuka,” ujar Sutrisno dan Fachruddin.
Selain itu juga telah dilakukan pengaspalan 150 meter oprit jalan masuk jembatan sebelah Banda Aceh dan 300 meter arah Medan dan hari ini progres pekerjaan sudah 92,9 persen, terang Sutrisno.
Asisten BMN BPJN Aceh Satker Wilayah I, Fachruddin juga menambahkan setelah jembatan duplikasi fungsional, selanjutnya jembatan Bailey akan ditutup 25 September 2026 untuk diperbaiki.
“Kalau tidak bergeser tanggal 25 September 2026 jembatan Bailey kita tutup dimulai proses pembangunan satu abudment dan satu pilar atau tiang tengah dan penguatan jembatan eksisting rusak diterjang banjir bandang itu,” ungkapnya.
Untuk gelagar jembatan lama arah Medan nanti digunakan Steel Box Girder (SGB) bentang 50 meter dan selesai nantinya sudah ada dua jembatan yang dilalui pelintas di Kutablang, sebutnya. (Rahmat Hidayat)






