BIREUEN|METRO ACEH-Maraknya aktifitas warga di Aceh yang terlibat judi online (Judol), menjadi perhatian serius aparat kepolisian yang bertekad memberantas kegiatan ilegal tersebut. Insan pers diharapkan, ikut berperan mengedukasi publik agar tidak lagi terjerat praktik penipuan berkedok perjudian daring ini.
Hal itu dikemukakan Kapolres Bireuen, AKBP Tuschad Cipta Herdani saat menggelar silaturahmi bersama awak media di aula mapolres setempat, Rabu (4/6) sore. Dia mengaku sangat prihatin, akibat dampak buruk permainan judi online yang merusak sendi-sendi ekonomi rakyat di tanah Rencong ini.
Menurut Tuschad, judi online merupakan bentuk penipuan secara sistemis yang menyebabkan kerugian bagi para penjudi, karena diatur melalui sistem yang selalu memberi kemenangan bagi para bandar. Hal ini sebutnya, berbeda jauh dari permainan judi manual lainnya yang masih terus diberantas oleh pihak kepolisian.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT

“Saya berharap agar rekan-rekan wartawan, mau ikutserta dalam upaya kita memberantas seluruh bentuk perjudian, termasuk judi online ini. Melalui karya jurnalistik, teman-teman bisa memberi edukasi ke masyarakat tentang bahaya dan dampak buruk judi yang sangat dilarang di Aceh,” ujarnya.
Selain itu, dia juga mengajak awak media untuk terus berkolaborasi dengan kepolisian, dalam rangka melaksanakan berbagai kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat, serta tidak segan-segan mengkritik polisi jika melakukan tindakan kurang baik terhadap masyarakat yang seharusnya diayomi dan dilindungi.
Pada tatap muka dan silaturahmi perdana bersama Kapolres Bireuen, seluruh insan pers memperkenalkan diri satu persatu sebagai wujud perkenalan dengan sosok perwira menengah Polri yang kini memimpin institusi kepolisian di Bireuen. (Bahrul)






