BIREUEN|METRO ACEH – Guna memberi dukungan emosional sangat berarti bagi anak. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Bireuen, mengeluarkan Surat Edaran tentang Imbauan Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah.
Hal itu disampaikan Kadisbud Bireuen, Dr Muslim, MSi kepada Metro Aceh, Selasa (7/7) terkait hal itu. “Kita berharap para Ayah hari pertama masuk sekolah untuk mengantarkan anak-anak kesekolah sebagai dukungan bagi anaknya, untuk hal ini kami sudah membuat surat edaran ditandatangani Bupati,” ujarnya.
Dalam Surat edaran tersebut disampaikan, sesuai dengan Surat Edaran Kadisdikbud Nomor : 400.3/835/2026 tentang pelaksanaan penilaian akhir semester genap jenjang PAUD/TK/SD/SMP tahun pelajaran 2026/2027.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Selama dua hari mulai tanggal 13 s.d 15 Juli 2026, hari pertama masuk sekolah/Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi siswa baru dilingkungan Disdikbud Bireuen.
Juga menindalanjuti Surat edaran Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Nomor 17 tahun 2026 tentang gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama sekolah (Gamas).
Juga bentuk keterlibatan aktif ayah /wali ayah dalam pendidikan, serta sebagai bentuk dukungan salah satu program Guick Wins Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN yaitu Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI).
Ada tiga poin pentingnya yang disampaikan yaitu pertama, para orang tua (Ayah/Wali Ayah) untuk mengikuti kegiatan Gerakan Ayah mengantar anak di Hari Pertama Sekolah sebagai wujud keterlibatan keluarga dalam Pendidikan dan memberikan dukungan emosional yang sangat berarti bagi anak.
Kedua, para kepala SKPK agar memberikan fleksibilitas waktu/dispensasi jam kerja bagi ASN dan Non ASN (Ayah/Wali Ayah) dilingkungan Pemkab Bireuen mempunyai anak usia sekolah untuk mengikuti kegiatan Gerakan Ayah mengantar anak di Hari Pertama Sekolah .
Ketiga, para Kepala Satuan Pendidikan/Sekolah di Kabupaten Bireuen diminta untuk menyambut kehadiran orang tua/wali murid dengan terbuka dan menjadikan momentum ini sebagai sarana mempererat kemitraan antara sekolah dan keluarga, jelas Kadisdikbud Dr Muslim, MSi. (Rahmat Hidayat)






