Bupati Serahkan Lima Excavator Mendagri Tangani Banjir di Pante Kaya dan Rheum Barat

- Admin

Sabtu, 17 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Bireuen, Ir H Mukhlis ST menurunkan escavator Kemendagri ke lokasi bencana banjir di Gampong Pante Karya, Jum'at (16/10)

Bupati Bireuen, Ir H Mukhlis ST menurunkan escavator Kemendagri ke lokasi bencana banjir di Gampong Pante Karya, Jum'at (16/10)

BIREUEN|METRO ACEH – Lima excavator yang dipinjam pakai Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk Kabupaten Bireuen, telah diserahkan Bupati Ir H Mukhlis, ST, menangani banjir di Gampong Pante Karya, Kecamatan Peusangan Siblah Krueng dan Rheum Barat, Kecamatan Simpang Mamplm, Jumat (16/10).

Amatan Metro Aceh, penyerahan alat berat ke Gampong Pante Karya tersebut didampingi Sekretaris BPBD Bireuen, Fauzan, SPd.,MPd, Kabid Sumber Daya Air pada PUPR Bireuen, Ir Maimun, Camat Afrizal, Keuchik Pante Karya Hasdairin bersama perangkat gampong.

Sekretaris BPBD Bireuen, Fauzan kepada Metro Aceh mengatakan, empat unit alat berat jenis excavator khusus diserahkan ke Gampong Pante Karya untuk penanganan ekses banjir.

Alat berat itu terdiri dari dua unit excavator Long Am dan dua unit PC 200 akan digunakan untuk menormalisasi sampah dan sentimen lumpur di bendung irigasi Mon Seuke Pulot dan tanggul sungai telah rusak, jelasnya.

Sedangkan satu unit excavator PC 200 diserahkan ke Gampong Rheum Barat, Kecamatan Simpang Mamplam yang akan digunakan untuk menormalisasi saluran pembuangan mengatasi banjir kelingkungan penduduk, jelasnya.

Sementara itu, Bupati Mukhlis dalam arahannya dilokasi mengharapkan kepada petugas dari Sumber Daya Air dan BPBD dan pihak gampong, mencatat jadwal pekerjaan dengan akurat.

Selain itu juga melakukan pengawasan untuk nantinya dapat dilaporkan Bupati kepada pemerintah pusat mulai proses penanganan dari awal hingga selesai nantinya.

Guna penanganan banjir, proses normalisasi endapan lumpur dimulai dari bendung irigasi Mon Seuke Pulot dan ke arah aliran sungai sekaligus juga dilakukan peninggian bantaran sungai dengan sendimen yang ada tersebut.

Dalam pertemuan dilokasi di atas tanggul irigasi Mon Seuke Pulot dan pada bagian tanggul batu rusak diterjang banjir. Bupati Bireuen menegaskan kepada Keuchik Pante Karya dan dinas terkait untuk dapat melarang pengambilan batu gajah dalam aliran Krueng Meuh di Pante Karya.

Menurutnya, keberadaan batu gajah di dalam sungai itu sangat penting karena dapat berfungsi sebagai peredam energi seperti saat banjir, batu gajah itu yang menahan air sehingga tenaga air jadi melemah.

“Dengan ditahan batu gajah, aliran air turun dari pegunungan yang ditahan oleh batu gajah itu sampai ke pemukiman tidak lagi kencang, tetapi yang terjadi saat ini aliran air mengalir deras seperti peluru merusak tanggul dan meluap ke pemukiman masyarakat,” ungkapnya.

Kata Bupati, penegasan ini perlu disampaikan karena kondisi sungai atau Krueng Meuh sudah parah dan sudah berulang kali terjadi banjir kepemukiman masyarakat Pante Karya, tanggul sebelumnya rusak diterjang banjir sudah diperbaiki kembali rusak diterjang air bah.

“Saya berharap semoga hal ini dapat diindahkan karena resiko yang ditimbulkan itu sangat berbahaya bagi keselamatan masyarakat Pante Karya,” ungkap Bupati Mukhlis.

Keuchik Pante Karya Hasdairin mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Dalam Negeri dan Pemkab Bireuen yang telah mengerahkan empat alat berat untuk penanganan banjir yang sudah empat kali terjadi dalam beberapa tahun terakhir.

Dengan adanya excavator ini diharapkan aliran sungai yang telah dangkal dan tanggul batu dipinggir sungai telah rusak diterjang banjir beberapa hari lalu dapat segera tertangani, ucapnya.

Amatan Metro Aceh dalam kunjungan itu, Bupati Mukhlis dan rombongan, juga turut melihat satu unit rumah semi permanen rusak akibat luapan air bah ke pemukiman warga.

Rumah rusak dinding samping dan terancam ambruk itu milik Tuah Ali (38) yang ditempatinya bersama istrinya Nurhayati (31) dan dua anaknya Nadifa Aulia Balqis (7) dan Jihan Talita Ulfa (2). “Kami berharap ditangani segera karena samping rumah kami bertambah parah terkikis banjir malam kemarin,” ujar Nurhayati. (Rahmat Hidayat)

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel www.metroaceh.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dua Mahasiswa UNIKI Raih Juara di MQMN UNP 2026
Setujui Permintaan Bupati Bireuen, Kemendagri Serahkan Lima Escavator Tangani Banjir
Jangka Juarai Turnamen Sepak Bola Piala Bupati Bireuen
10.064 Warga Bireuen Sudah Miliki Identitas Kependudukan Digital
Polres Bireuen Gelar Latihan Penanggulangan Bencana
Bupati Harap Kader Ulama Jadi Garda Terdepan Penegakan Syariat Islam
BPM UNIKI Gelar Audit Mutu Internal Prodi Pendidikan Agama Islam
Bupati Launching Integrasi Layanan Primer

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 02:10 WIB

Bupati Serahkan Lima Excavator Mendagri Tangani Banjir di Pante Kaya dan Rheum Barat

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 02:01 WIB

Dua Mahasiswa UNIKI Raih Juara di MQMN UNP 2026

Kamis, 15 Oktober 2026 - 22:51 WIB

Setujui Permintaan Bupati Bireuen, Kemendagri Serahkan Lima Escavator Tangani Banjir

Kamis, 15 Oktober 2026 - 22:49 WIB

Jangka Juarai Turnamen Sepak Bola Piala Bupati Bireuen

Kamis, 15 Oktober 2026 - 15:50 WIB

10.064 Warga Bireuen Sudah Miliki Identitas Kependudukan Digital

Berita Terbaru

Mahasiswa UNIKI Bireuen, Mudawali Al Khalidi dan Teuku Khairun Navis meraih juara dalam MTQN di Universitas Negeri Padang (UNP) 2026.

NANGGROE

Dua Mahasiswa UNIKI Raih Juara di MQMN UNP 2026

Sabtu, 17 Okt 2026 - 02:01 WIB

Bupati Bireuen, Ir H Mukhlis ST menyerahkan trophy dan hadiah bagi tim Kecamatan Jangka usai meraih juara I turnament sepak bola HUT Kabupaten Bireuen, Kamis (15/10)

NANGGROE

Jangka Juarai Turnamen Sepak Bola Piala Bupati Bireuen

Kamis, 15 Okt 2026 - 22:49 WIB