BIREUEN|METRO ACEH – Turnamen sepak bola kaki memperebutkan Piala Bupati Bireuen, Ir H Mukhlis, ST telah selesai dan tim Kecamatan Jangka keluar sebagai juara I, setelah mengalahkan tim Kecamatan Gandapura 4-2 dilapangan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Cot Gapu, Kamis (15/10) sore.
Kemenangan itu ditoreh Wais Al Qarni dan kawan2 dari tim Jangka lewat drama adu penalti, setelah dua babak pertandingan normal 2 kali 35 menit berakhir sama kuat dan angka kaca mata 0-0 tidak berubah sampai selesai.
Pertandingan babak final itu dipimpin wasit utama yaitu
Khairuddin Cureh, asisten I Munawar, asisten II Rizaldi, dan komper/juru tulis Mukhlis yang ditonton langsung Bupati dan Wakil Bupati serta Forkopimda dari panggung utama.
Keterangan yang dihimpun Metro Aceh dari komper/juru tulis Mukhlis menjelaskan hasil turnamen sepak bola antar kecamatan piala Bupati Bireuen tersebut.
Pemain Terbaik diraih oleh
Wais Akarni dari tim Jangka. Top Score ada tujuh pemain pencetak 2 gol yaitu dari tim Kecamatan Gandaputa, Putra (mewakili ambil hadiah-red)
Tim Kecamatan Kota Juang M Yasir, Alfarizi. Tim Kecamatan Samalanga, Abdul dan Lambak. Tim Kecamatan Peusangan Ilham, Adidian. Tim Kecamatan Makmur, Nasir Alabi.
Sedangkan juara I diraih tim dari Kecamatan Jangka dengan hadiah dana pembinaan Rp 35 juta, juara II hadiah Rp 20 juta, tim Kecamatan Gandapura, dan juara III bersama dengan hadiah masing-masing Rp 2 juta diraih tim Kecamatan Kota Juang dan tim Kecamatan Samalanga, jelasnya.
Sementara itu, amatan Metro Aceh sepanjang pertandingan kedua tim melakukan pola saling serang dan membalas serangan untuk lebih dulu dapat memecahkan angka kaca mata 0-0.
Sejumlah peluang emas diperoleh. Namun, usaha keras Wais dan kawan dari tim Jangka belum dapat mengetarkan gawang tim lawan Gandapura dijaga oleh Alpin nomor punggung 1.
Begitu juga usaha keras Putra dari Kecamatan Gandapura dan kawan-kawan membalas serangan tetap saja dapat dipatahkan barisan pertahanan tim Kecamatan Jangka dan juga belum bisa menjebol gawang di jaga Sulis nomor punggung 1.
Sampai akhir babak pertama dan juga babak kedua dibawah guyuran hujan. Tidak saja para pemain basah. Juga ribuan penonton memenuhi pinggir lapangan dari empat penjuru tidak beranjak tetap menonton dalam hujan sampai pluit akhir ditiup wasit.
Kedudukan imbang sama kuat itu menghasilkan adul penalti untuk penentuan pemenang yang berhak mendapat hadiah telah disediakan panitia, dan tim Kecamatan juaranya. (Rahmat Hidayat)






