BIREUEN|METRO ACEH-Menjelang tengah malam, warga Dusun Kuthang Gampong Juli Pase, Kecamatan Juli dikejutkan munculnya kobaran api yang melahap habis satu ruko dan satu rumah warga, Senin (18/5) sekitar pukul 23.40 WIB.
Suasana hening tiba-tiba berubah setelah api bercampur asap pekat, membumbung ke angkasa. Jerit ketakutan dan panik warga kian menambah suasana mencekam lokasi peristiwa itu. Memang, saat bencana datang tidak ada siapapun yang dapat menduga.
Meski tak ada korban jiwa dalam insiden ini, tapi dampak kebakaran yang berasal dari rumah toko (ruko) berkonstruksi kayu itu, lalu menjalar ke rumah permanen disampingnya, telah menimbulkan kerugian materi hingga ratusan juta rupiah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pantauan Metro Aceh di lokasi, tim Damkar Pemkab Bireuen berusaha memadamkan api dengan mengerahkan lima unit armada, serta dibantu warga berhasil “menjinakkan” si Jago Merah setelah beberapa waktu.
Petugas dibantu warga dapat memadamkan kobaran api dan sisa bara api rumah dan ruko berada dipinggir jalan utama desa itu, Selasa (19/5) pukul 00.15 WIB.
Keuchik Pase, Helmi Nanda (37) didampingi Sekdes Mulyadi dan warga di lokasi kejadian kepada Metro Aceh mengatakan untuk penyebab belum diketahui secara pasti dan diduga akibat korslet listrik dari dalam ruko saat itu sudah tutup ditinggal pergi pemiliknya lalu api menyambar rumah permanen disebelah timurnya.
Ruko ludes terbakar bersama isinya itu milik Nazaruddin Abdullah (57) tanggungan tiga jiwa yaitu bernama Muhammad Sufi (25), Mahira (21) dan penyewa ruko Mulyadi Ibrahim (43) tanggungan istrinya Nani Sumarta (29) dan anak Muhammad Ghazali Al Ibrahim (4.5).
Sedangkan pemilik rumah permanen ludes terbakar beserta seluruh isinya milik Zainal Abidin Aji (49) ditempati bersama istrinya Mutiawati (47) dan anaknya Muhajir (22), Agus Saputra (20), Fahril Mubaraq (18), Mizan Ashadiq (11), Denis (5), rincinya.
Sementara itu, Mulyadi Ibrahim yang ditanyai Metro Aceh disela petugas pemadam memadamkan kobaran api mengatakan bahwa beberapa saat sebelum ruko tempat usaha menjual pulsa dan barang kebutuhan lainnya itu semua ludes terbakar.
Kondisi ruko sudah tutup lalu Mulyadi bersama istrinya sudah pergi ke Kota Bireuen. “Saya bersama istri dan anak lagi pergi ke Kota Bireuen, tiba-tiba menerima kabar ruko sudah terbakar, sehingga tidak ada bisa diselamatkan,” ujarnya. (Rahmat Hidayat).






