BIREUEN|METRO ACEH-Sebagai upaya agar tidak membebankan orang tua/wali mengeluarkan biaya besar untuk merayakan kelulusan sekolah anak-anaknya terlebih pasca bencana hidrometeorologi. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bireuen, melarang sekolah jajarannya baik negeri maupun swasta gelar wisuda.
Penegasan itu disampaikan oleh Kadisdikbud Bireuen, Dr Muslim MSi saat gelar apel bersama ratusan para kepala sekolah TK/PAUD, SD/SMP negeri maupun swasta berlangsung di lapangan upacara Kantor Disdikbud, di Gampong Buket Teukuh, Kecamatan Kota Juang, Senin (13/4) pagi.
“Dalam perayaan kelulusan siswa tahun ajaran ini, sekolah negeri dan swasta dilarang menggelar wisuda. Boleh digelar kegiatan sederhana saja di sekolah dengan mamakai pakaian sekolah tanpa harus memakai ragam jenis pakaian yang harus disediakan siswa,” tuturnya.
Begitu juga bagi sekolah akan gelar studi tour ke luar daerah, kami dari Disdikbud Bireuen tidak melarang dan menyuruhnya. Tetapi apabila terjadi musibah dalam kegiatan. Maka pihak sekolah bertanggung jawab penuh, termasuk jika ada tuntutan dari orang tua/wali murid nantinya, tegasnya.
Dr Muslim dalam kesempatan itu juga mengharapkan kepada para sekolah dan guru terus meningkatkan kualitas dan mutu pendidikan. Begitu juga saat penerimaan siswa baru, jumlah siswa bisa terus bertambah dengan ragam inovasi dari masing-masing sekolah sehingga memiliki daya saing dengan sekolah sederajat lainnya.
Begitu juga perihal pengangkatan kepala sekolah dibawah naungan Disdikbud Bireuen, persyaratannya antara lain pangkat atau golongan 3C dan sudah ikuti Seleksi Calon Kepala Sekolah (Cakep). Bagi plt Kepala sekolah memenuhi syarat memiliki peluang diangkat sebagai kepala sekolah yang defentif.
“Saya juga mengharapkan agar setiap sabtu, di sekolah gelar senam pagi dan dilanjutkan gotong-royong bersama siswa atau murid, untuk membentuk jiwa dan rasa tanggung jawab anak dalam menjaga kebersihan sekolah, anak juga merasa memiliki sekolah,” ungkap Kadisdikbud, Dr Muslim MSi.(Rahmat Hidayat).






