BIREUEN|METRO ACEH – Guna memberipemahaman bagi para calon pengantin. Dekan Fakultas Kesehatan (FKes) Universitas Almuslim (Umuslim)
Siti Rahmah S.ST., M.Kes, tampil sebagai pemateri utama dalam Bimbingan Perkawinan secara daring, dilaksanakan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Bireuen via aplikasi Zoom, Rabu (29/7).
Keterangan yang disampaikan kepada Metro Aceh, Selasa (4/8) pagi. Kegiatan digelar oleh Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kemenag Bireuen ini diikuti para calon pengantin (Catin), kepala Kantor Urusan Agama (KUA), hingga penyuluh agama Islam dari 17 kecamatan Se-Kabupaten Bireuen.
Siti Rahmah dalam paparan materi menegaskan pentingnya kesiapan fisik dan pemahaman kesehatan reproduksi pranikah bagi seseorang yang akan menuju gerbang perkawinan
Menurutnya, pemahaman ini menjadi kunci utama untuk menekan angka stunting serta mencetak keluarga berkualitas di Bireuen.
“Memutus mata rantai stunting tidak bisa mendadak saat anak lahir. Fondasinya dimulai sejak pranikah lewat pemeriksaan kesehatan, pemenuhan gizi, dan pemahaman kesehatan reproduksi,” ujar Siti Rahmah.
Ia menambahkan, kesiapan calon ibu dan ayah dalam mengawal 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) anak sejak masa kehamilan menjadi penentu utama lahirnya generasi masa depan Bireuen yang sehat dan cerdas, ungkap Dekan Fakultas Kesehatan itu.
Sementara itu, Kepala Kemenag Bireuen, Dr H Zulkifli S.Ag.,M.Pd, dalam arahannya mengingatkan bahwa pernikahan merupakan ibadah panjang yang menuntut kesiapan lahir dan batin secara utuh.
“Pernikahan bukan sekadar menyatukan dua insan, melainkan komitmen bersama mewujudkan keluarga sakinah, mawaddah, wa rahmah. Setiap catin harus paham betul peran dan tanggung jawabnya,” tegas Zulkifli.
Hal Senada disampaikan Kasi Bimas Islam Kemenag Bireuen, H Rifal Fauzal SH, menyebutkan bahwa kegiatan ni merupakan langkah adaptif Kemenag dalam memaksimalkan peran KUA di tingkat tapak secara berkelanjutan.
“Harapan kita, bekal dari para akademisi dan ulama ini menjadikan catin di Bireuen lebih siap membangun rumah tangga yang tangguh dan melahirkan generasi berakhlak mulia,” pungkas Rifal.
Keterlibatan akademisi Umuslim dalam program ini menjadi wujud nyata komitmen kampus berdampak yang hadir memberi solusi langsung atas persoalan masyarakat di daerah.
Melalui sinergi lintas sektor ini, Kemenag Bireuen berharap para calon pengantin tidak hanya matang secara spiritual dan psikologis, tetapi juga memiliki kesadaran kesehatan yang tinggi.
Pelaksanaan bimbingan secara berkelanjutan ini diharapkan mampu mencetak keluarga sejahtera sekaligus melahirkan generasi Bireuen yang sehat, cerdas, dan berakhlak mulia di masa mendatang, kata H Rifal. (Rahmat Hidayat)






