PANDRAH|METRO ACEH-Guna mewujudkan kesejahteraan masyarakat melalui program pembangunan hunian layak bagi warga tidak mampu, Bupati Bireuen H Mukhlis ST meresmikan rumah bantuan dari dana desa di Gampong Meunasah Teungoh, Kecamatan Pandrah, Jum’at (1/8).
Peresmian ini, sekaligus menandai awal dari selesainya pembangunan rumah warga tidak mampu, dari sumber biaya dana desa sesuai peraturan Bupati (Perbup) Bireuen yang telah mewajibkan setiap gampong membangun dua unit rumah per tahun. Sehingga, dalam lima tahun ke depan bisa terbangun ribuan rumah layak huni, bagi warga miskin dengan anggaran desa, maupun pemerintah melalui Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) serta Baitul Mal.

ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Bupati Bireuen, H Mukhlis ST dihadapan masyarakat mengatakan, meski program bantuan rumah layak huni sudah bertahun-tahun dijalankan pemerintah, namun selama ini banyak tidak tepat sasaran. Ironis, rakyat kecil yang benar-benar membutuhkan malah tak tersentuh, malahan warga mampu yang mendapat rumah bantuan.
“Ternyata selama ini banyak yang diperjual belikan, makanya orang miskin tidak dapat rumah karena mereka gak punya uang,” ujar H Mukhlis.
Menyikapi keadaan ini, dirinya berkomitmen sejak 2025 praktik curang itu tidak boleh lagi terjadi, sehingga meski data penerima sudah valid namun H Mukhlis mengaku tetap turun ke gampong-gampong, menemui penerima untuk memverifikasi langsung kelayakan, guna mendapatkan bantuan serta bertekad memastikan tidak ada pungutan uang yang dikeluarkan oleh masyarakat ini.
Menurutnya, Pemkab Bireuen bertekad agar program bantuan rumah layak huni ini terus berjalan setiap tahun, hingga 2030 nanti bisa rampung ribuan rumah. Bahkan, anggaran pembelian mobil dinas bupati/wakil bupati, juga dialihkan untuk membangun rumah bagi masyarakat kurang mampu itu. (Bahrul)






