Bireuen Lumpuh Terkepung Banjir, Puluhan Korban Tewas Terseret Arus

- Publisher

Jumat, 28 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BIREUEN|METRO ACEH-Tingginya intensitas curah hujan yang terjadi sepekan terakhir, membuat hampir seluruh pelosok desa di Kabupaten Bireuen dilanda banjir. Parahnya, dampak bencana alam ini bukan hanya merendam pemukiman, serta luapan arus ikut menyeret puluhan rumah, puluhan warga dikabarkan tewas dan menghilang, belasan ribu orang harus menyelamatkan diri. Bahkan, ribuan hektar sawah siap panen dan tambak, ikut rusak hingga menyebabkan kehancuran sektor ekonomi rakyat.

Musibah banjir yang memuncak sejak Rabu (26/11), juga menyebabkan listrik padam total, suplai air bersih PDAM terhenti, sinyal telepon seluler dan internet terputus, kendaraan tak dapat mengisi BBM di SPBU, ruas jalan negara ikut tergenang dan jalur transportasi darat tertutup genangan air setinggi 80 centimeter. Kantor pemerintahan, maupun swasta tidak dapat beraktivitas. Sejumlah jembatan ruas jalan nasional, maupun jalan propinsi hancur diterjang air bah hingga jalur Medan-Banda Aceh putus total, sehingga masyarakat kini terisolasi.

Pengendara melintasi pohon tumbang di kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Cot Gapu, Rabu (26/11) sore
Pengendara melintasi pohon tumbang di kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Cot Gapu, Rabu (26/11) sore

Kondisi itu, menyebabkan Bireuen lumpuh ekses banjir yang terjadi sejak Kamis pekan lalu, serta semakin parah setelah hujan deras terus mengguyur tanpa henti mulai Senin-Rabu. Hingga berita ini ditulis, belum diketahui pasti jumlah korban jiwa dan kerugian materi yang dialami masyarakat, dalam musibah ini. Tapi diprediksi mencapai ratusan miliar rupiah akibat bencana alam terburuk sepanjang sejarah.

Pantauan media ini, warga yang rumahnya kebanjiran terus berusaha mengamankan harta benda mereka, agar tidak terendam air. Namun, ada sebagian lainnya terpaksa harus keluar dari rumah, mengungsi ke mesjid dan mushala ataupun ke rumah-rumah saudara serta kerabat dekat.

Selain seluruh perkampungan di 609 desa, termasuk kawasan pesisir yang terkepung banjir, pusat kota Bireuen juga terendam air. Semua ruas jalan tergenang setinggi 40-70 centimeter, sehingga sulit dilalui kendaraan bermotor. Seluruh pertokoan serta warung kopi mulai Rabu pagi ditutup.

Rumah warga Dusun Barat Gampong Geulanggang Teungoh, Kecamatan Kota Juang terendam banjir, Rabu (26/11)
Rumah warga Dusun Barat Gampong Geulanggang Teungoh, Kecamatan Kota Juang terendam banjir, Rabu (26/11)

Seluruh wilayah ini, dilaporkan tak luput dari kepungan banjir tersebut. Kondisi buruk itu, kian diperparah dengan pemadaman aliran listrik dan terhentinya suplai air bersih, serta putusnya jaringan seluler.

Jembatan rangka baja Teupin Mane yang menghubungkan Bireuen-Takengon, amblas dihantam air yang muncul Rabu dini hari, serta jembatan Kutablang penghubung jalur Medan-Banda Aceh, ikut terdampak hingga akses jalan darat itu tak bisa lagi dilalui. Puluhan unit rumah, di Kecamatan Juli dan Peusangan Siblah Krueng dilaporkan hancur terseret air bah. Bangunan gedung tiga lantai pesantren di Samalanga, juga ambruk dan ikut dibawa derasnya arus air yang meluap.

Ruas jalan Medan-Banda Aceh ditutup total, akibat genangan air hampir mencapai satu meter
Ruas jalan Medan-Banda Aceh ditutup total, akibat genangan air hampir mencapai satu meter

“Musibah banjir kali ini, benar-benar terparah sepanjang sejarah Kabupaten Bireuen, akibat hujan deras yang terus menerus turun tanpa henti selama lima hari. Dampaknya, semua kawasan lumpuh total,” ungkap Depusyah (50) warga Pulo Ara Geudong Teungoh, Kecamatan Kota Juang.

Puluhan keluarga di gampong itu beserta beberapa desa lainnya, kini harus mencari perlindungan dan mengungsi ke mushala, setelah rumah mereka tergenang air hingga satu meter. Ironisnya, listrik padam dan HP tidak berfungsi sehingga memutus akses komunikasi.

Hal senada juga diungkapkan Azmi (35) warga Buket Teukuh, Kecamatan Kota Juang yang mengaku sudah dua hari meninggalkan rumah, mengungsi di mesjid desa itu, karena air setinggi hampir satu meter merendam pemukiman masyarakat.

Sementara, ratusan desa lainnya dikabarkan mengalami musibah serupa, bahkan hujan deras yang terus melanda belum terlihat reda hingga menyebabkan air tak kunjung surut, malah makin parah menggenangi rumah, sekolah dan fasilitas kesehatan di setiap kecamatan. Awak media ini, belum berhasil mengkonfirmasi BPBD Bireuen, maupun pihak terkait untuk mendapatkan informasi resmi seputar bencana alama itu, karena akses komunikasi masih terputus. (Bahrul)

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel www.metroaceh.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ditabrak Bus Putra Pelangi Dua Warga Tewas
Dapur Sale 2 Ton Bahan Kopra Terbakar
Korban Tenggelam di Laut Jangka Ditemukan
Anak 12 Tahun Tenggelam di Laut Jangka
Bus Putra Pelangi Jatuh ke Sawah
PPP Apresiasi Polres Bireuen Sukses Ungkap Kasus Kematian Dua Pelajar
Mapolsek Pandrah Terbakar
Lakalantas Tunggal Dua Remaja Tewas

Berita Terkait

Selasa, 25 Agustus 2026 - 14:00 WIB

Ditabrak Bus Putra Pelangi Dua Warga Tewas

Kamis, 30 Juli 2026 - 17:16 WIB

Dapur Sale 2 Ton Bahan Kopra Terbakar

Minggu, 31 Mei 2026 - 14:55 WIB

Korban Tenggelam di Laut Jangka Ditemukan

Sabtu, 30 Mei 2026 - 21:54 WIB

Anak 12 Tahun Tenggelam di Laut Jangka

Selasa, 12 Mei 2026 - 13:17 WIB

Bus Putra Pelangi Jatuh ke Sawah

Berita Terbaru

PPK 1.3 Provinsi Aceh, Isnanda melihat kondisi jembatan baru atau duplikasi Krueng Tingkeum Kutablang, Minggu (30/8) pagi.

NANGGROE

Jembatan Baru Kutablang Dibuka Uji Coba 20 September

Minggu, 30 Agu 2026 - 15:07 WIB

Kapolres Bireuen, AKBP Yulhendri, SH.,SIK.,S.Psi.,MIK narasumber Pomaba UNIKI yang berlangsung, Sabtu (29/8) pagi.

NANGGROE

Kapolres Narasumber Pomaba UNIKI

Sabtu, 29 Agu 2026 - 15:41 WIB

Rektor Umuslim Peusangan Bireuen, Dr Marwan, MPd serah penghargaan predikat Fakultas Terbaik diterima Gubernur BEM Fikom, Muhammad Sakhi Alhirzi, Jumat (29/8) pagi.

PENDIDIKAN

​FIKOM Umuslim Raih Predikat Fakultas Terbaik di PKKMB

Sabtu, 29 Agu 2026 - 15:40 WIB

Asisten Setdakab Bireuen, Mulyadi, SH.,.MM, Kapolres AKBP Yulhendri, SH.,SIK.,SPsi., MIK, Ketua Pembina Yayasan Kebangsaan, Dr H Amiruddin Idris, SE.,MSi, pejabat UNIKI foto bersama mahasiswa baru, Sabtu (29/8) pagi.

PENDIDIKAN

Seribuan Mahasiswa UNIKI Bireuen Ikuti Pomaba

Sabtu, 29 Agu 2026 - 15:39 WIB