BIREUEN|METRO ACEH-Sebanyak 22 sekolah yang mengalami kerusakan akibat dampak banjir bandang akhir November lalu, kini diperbaiki melalui program Revitalisasi yang dibiayai APBN TA 2026.
Hal ini, disampaikan Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdin) Wilayah IV Bireuen, Abdul Hamid, SPd MPd kepada Metro Aceh, Senin (11/5). Dia mengatakan 22 sekolah lagi direvitalisasi yaitu SMAN 1 Gandapura, SMAN 1 Makmur, SMAN 1 Peusangan Siblah Krueng, SMAN 2 Kutablang, SMAN 1 Peusangan Selatan, SMAN 1 Peusangan, SMAN 2 Peusangan.
Selanjutnya, SMAS Al Furqon, SMKN 1 Peusangan, SMAN 3 Peusangan, SMAN 1 Jangka, SMAN 1 Peulimbang, SMKN 1 Jeumpa, SMKN 1 Jeunieb, SMAS Nurul Islam, SMKS Kesehatan Muhammadiyah, SMAN 1 Samalanga, SMAN 2 Samlanga, SMAs Muslimat, SMAS Al Hanafiyah, SMKs Alhidayah, SLB YTC Kutablang, rincinya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kacabdin didampingi Kepala SMAN 1 Peulimbang, Erni, SPd MM kepada Metro Aceh dilokasi menyampaikan karena seluruh bangunan sekolah lagi dilakukan revitalisasi untuk proses pembelajaran dan operasional administrasi SMAN 1 Peulimbang pindah ke SMPN 1 Peulimbang yang berada disebelah sekolah.
“Saat ini seluruh gedung sekolah kami lagi pekerjaan revitalisasi karena waktu pekerjaan lama 180 hari kalender, proses belajar mengajar kami pindah ke SMPN 1. Anak-anak kami sekolah nya, siang meskipun pembelajaran tidak maksimal tetapi tidak boleh terhenti,” ungkapnya.
Dalam kegiatan bantuan pemerintah program revitalisasi SMA tahun 2026 itu jenis kegiatannya yaitu revitalisasi
12 ruang, laboratorium IPA 3 gedung, 1 gedung administrasi dan juga pengadaan perabot/mobiler, jelas Erni.
Abdul Hamib juga mengucapkan terima kasih kepada pemerintah dan juga berharap kepada sekolah sebagai tim pelaksana untuk terus memonitor pekerjaan revitalisasi ini harus selesai di bulan Juni atau awal Juli 2026 mendatang.
Sehingga tahun ajaran baru semua gedung sudah bisa difungsikan lagi dan siswa-siswi dan guru sudah bisa menempati ruangan baru. Sedangkan alat-alat praktik siswa di laboratorium telah kami usul kemungkinan besar menggunakan dana Transfer ke Daerah (TKD), sebut Kacabdin.
“SMAN 1 Peulimbang ini sering banjir luapan setiap tahun dan sudah kita suruh tinggikan gedung sampai 70 cm untuk penimbunan halaman kita harap dapat direalisasikan selanjutnya,” harapnya.
Dengan telah ditinggikan gedung sekolah dan ruang administrasi itu diharapkan saat terjadi banjir luapan setiap tahun airnya tidak lagi masuk ke dalam ruangan, kata Kacabdin Abdul Hamid. (Rahmat Hidayat).






