Avigan dan Klorokuin Bisa Mengatasi Gejala plus Obat Virus Corona, Yakin?

- Administrator

Sabtu, 21 Maret 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Update virus corona terbaru, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah memesan jutaan obat virus corona klorokuin dan avigan dari luar negeri. Penggunaannya pada pasien COVID-19 diharapkan mampu mengatasi gejala, mengembalikan kesehatan, dan menekan jumlah kasus.Obat virus corona Avigan dan klorokuin sempat digunakan di negara lain sebelum dibeli pemerintah Indonesia. Berdasarkan pengalaman negara tersebut, benarkah avigan dan klorokuin bisa melawan virus corona atau COVID-19?

Dikutip dari Nikkei Asian Review, obat virus corona avigan adalah merk dagang dari favipiravir yang dikembangkan perusahaan Jepang Fujifilm Holdings. Antivirus ini dikembangkan pada 2014 dan direkomendasikan untuk pasien COVID-19 di China dan Jepang mulai Februari 2020.

“Penggunaan avigan sangat aman dan terbukti efektif,” kata direktur China National Center for Biotechnology Development Zhang Xinmin dari kementerian ilmu pengetahuan China.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Uji klinis avigan dilakukan di Wuhan dan Shenzen terhadap 200 pasien infeksi virus corona. Hasilnya, pasien yang semula positif COVID-19 menjadi negatif dalam waktu sekitar empat hari. Sedangkan yang tidak menggunakan avigan perlu waktu kira-kira 11 hari.

Obat virus corona Avigan juga menurunkan gejala pneumonia tanpa efek samping. Hasil uji coba lainnya membuktikan hanya 8,2 persen pasien avigan yang masih menggunakan alat bantu pernapasan. Sedangkan kelompok pasien lain tanpa obat virus corona avigan ada 17,1 persen yang masih perlu alat bantu pernapasan.

Hasil positif uji klinis di China, tidak membuat Jepang langsung mengizinkan penggunaan obat virus corona avigan. Jepang hanya akan menggunakan avigan jika harus memerangi jenis virus flu baru atau yang kembali mewabah. Studi membuktikan avigan dapat menyebabkan cacat atau kematian pada janin. Efek avigan bisa terbawa dalam air mani.

Keputusan Jepang senada dengan Korea Selatan yang tidak mengimpor avigan. Menurut para ahli penyakit infeksi di negara tersebut, data klinis yang ada belum cukup membuktikan efektivitas avigan sebagai obat virus corona.

Terkait klorokuin, Presiden Donald Trump mengklaim produk tersebut telah mendapat pertujuan FDA untuk obat virus corona. Food dan Drug Administration atau FDA adalah lembaga yang berwenang terkait lisensi obat di Amerika.

“Kita bisa membuat obat virus corona klorokuin tersedia secepat mungkin. FDA telah berusaha dengan sangat baik pada proses persetujuan (approval) klorokuin,” kata Trump dikutip dari BBC.

Namun pernyataan Trump berlawanan dengan FDA terkait klorokuin. Penggunaan klorokuin disetujui untuk malaria dan radang sendi, bukan obat virus corona. FDA belum pernah menyetujui terapi atau obat untuk menangani dan mencegah COVID-19.

Badan kesehatan dunia atau WHO ikut bicara terkait obat virus corona. Hingga saat ini tidak ada penanganan yang terbukti efektif atau pasti untuk COVID-19. Seluruh dunia masih terus melakukan riset untuk mengetahui obat virus corona yang tepat.

“Untuk mengetahui obat virus corona yang tepat, kita harus melakukan uji klinis sehingga bisa mendapat bukti yang menyatakan efektivitasnya,” kata direktur Global Health Network di Oxford University Prof Trudie Lang.

Penanganan COVID-19 yang disebabkan virus memang berbeda dengan penyakit lain yang disebabkan bakteri. Penanganan penyakit akibat virus biasanya bersifat suportif, untuk menguatkan imun tubuh sehingga bisa melawan penyebab penyakit. Hal ini berbeda dengan bakteri yang bisa diatasi dengan antibiotik.

Karena itu, pasien COVID-19 harus ditangani secepatnya jika sudah menunjukkan gejala infeksi. Gejala tersebut adalah batuk, letih, sesak napas dan ngilu di seluruh tubuh, serta secara umum merasa tidak enak badan.

Apalagi jika pasien sempat kontak dengan orang terinfeksi atau sempat bepergian ke negara yang dianggap sumber virus corona. Penanganan secepatnya meningkatkan peluang sembuh pada pasien.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Aryos Nivada Pimpin AMSI Aceh
Birjek Car Segera Hadir Layani Warga
Polri Peduli Lingkungan, Bersihkan Sampah Serentak
Anwar Idris Wakafkan Mushala di Pantai Jangka
Umuslim Sukses Gelar HI Festival
Indonesia Jimny Festival Catat Rekor MURI
Track Day Suzuki Jimny Siap Pecahkan Rekor MURI
Dinakhodai Mantan Kombatan GAM, Gampong Salahsirong Semakin Maju

Berita Terkait

Minggu, 8 Oktober 2023 - 18:39 WIB

Aryos Nivada Pimpin AMSI Aceh

Sabtu, 16 September 2023 - 21:11 WIB

Birjek Car Segera Hadir Layani Warga

Kamis, 13 Juli 2023 - 15:59 WIB

Polri Peduli Lingkungan, Bersihkan Sampah Serentak

Rabu, 5 Juli 2023 - 13:49 WIB

Anwar Idris Wakafkan Mushala di Pantai Jangka

Rabu, 21 Juni 2023 - 14:06 WIB

Umuslim Sukses Gelar HI Festival

Senin, 19 Juni 2023 - 01:07 WIB

Indonesia Jimny Festival Catat Rekor MURI

Selasa, 13 Juni 2023 - 18:21 WIB

Track Day Suzuki Jimny Siap Pecahkan Rekor MURI

Kamis, 11 Mei 2023 - 15:25 WIB

Dinakhodai Mantan Kombatan GAM, Gampong Salahsirong Semakin Maju

Berita Terbaru

Temu ramah sejumlah kontraktor dan pengusaha muda Bireuen bersama H Mukhlis ST, Minggu (19/5)

POLITIK

Kontraktor dan Pengusaha Muda Deklarasi Dukung H Mukhlis

Minggu, 19 Mei 2024 - 18:53 WIB

Jenazah Sulaiman (28) saat Puskesmas Peudada

PERISTIWA

Pasang Jerat Babi Warga Tewas Kesetrum

Sabtu, 18 Mei 2024 - 15:38 WIB

NASIONAL

Bengkulu Ikut Wastra Nusantara Fashion 2024 di Solo

Jumat, 17 Mei 2024 - 10:26 WIB

POLITIK

DPW PPP Aceh Buka Pendaftaran Bacalon Peserta Pilkada

Senin, 13 Mei 2024 - 15:11 WIB

Salah seorang tim Identifikasi Polres Bireuen melakukan olah TKP

HUKUM & KRIMINAL

Adik Tewas Ditikam Abang Kandung

Jumat, 10 Mei 2024 - 15:44 WIB