CORONA VIRUS, UMROH DAN HAJI

- Administrator

Jumat, 28 Februari 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh : Linda Rahmawati

Pemerintah Indonesia tengah bernegosiasi dengan pemerintah Arab Saudi agar jemaah dari Indonesia tetap diizinkan pergi ke negara itu untuk melaksanakan ibadah umrah. Seperti diketahui, mulai kemarin (Kamis, 27/2), Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi untuk sementara tidak menerbitkan visa dan menangguhkan kedatangan warga negara asing ke Saudi untuk melaksanakan ibadah umrah, mengunjungi Masjid Nabawi, dan melakukan wisata.

“Jemaah kita mestinya aman. Oleh karena itu, kita harap Saudi nanti memberi atau membuka kembali izin bagi jemaah Indonesia untuk umrah. Kalau alasannya virus korona, kita kan tidak tercemar, mestinya tidak terkena embargo. KBRI sedang berusaha. Kita tunggu hasilnya,” kata Wakil Presiden Ma’ruf Amin, kemarin.
Wakil Menteri Haji dan Umrah Saudi, Abdulaziz bin Wazzan, melalui rilisnya yang diterima di Jakarta, kemarin, menyatakan negaranya mengambil kebijakan itu untuk mencegah masuknya wabah covid-19. “Mekah dan Madinah menjadi tujuan muslim dari seluruh dunia untuk melakukan ibadah haji dan umrah. Kebijakan ini sementara dan akan dievaluasi.”

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut laporan WHO per 25 Februari 2020, secara global kasus covid-19 yang terkonfi rmasi mencapai 81.109 dengan penambahan 871 kasus baru yang meliputi 459 kasus anyar di 37 negara di luar Tiongkok dan 412 sisanya di Tiongkok.
Kesatuan Tour Travel Haji Umrah RI (Kesthuri) juga berharap pemerintah Indonesia dan Saudi menemukan jalan keluar agar jemaah umrah yang tertunda tetap diberangkatkan kendati dengan penjadwalan ulang. “Ada sekitar 2.000 jemaah umrah tertunda karena tertahan di bandara. Kami berharap ada solusi agar seluruh jemaah umrah dapat tetap berangkat kendati harus dijadwal ulang. Pemerintah bisa melindungi jemaah akibat kebijakan Saudi yang sangat mendadak dan menimbulkan kepanikan tersebut,” ujar Wakil Ketua Umum Kesthuri Artha Hanif.
Ketua Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (Amphuri) Sulawesi Selatan, Azhar Gazali, menambahkan pihaknya sudah melakukan sosialiasi kepada jemaah terutama yang jadwal keberangkat annya dalam waktu dekat agar bisa maklum.

Dengan pembatalan tersebut, sekitar 1.200 jemaah umrah dari Sulawesi Selatan batal berangkat pekan ini. Sementara itu, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menegaskan jemaah umrah Indonesia yang selesai beribadah bisa kembali ke Tanah Air. “Kami pastikan maskapai bertanggung jawab memulangkan jemaah dari Saudi.”

Umroh dan Haji

Persebaran Coronavirus atau yang memiliki nama beken Corvid-19 sudah ke banyak negara, walaupun sebelumnya pihak Indonesia sudah menyatakan bahwa tidak ditemukan pasien Coronavirus di Indonesia, walaupun pernyataan ini juga diragukan kebenarannya oleh World Health Organization (WHO), namun masalah Corvid-19 merembet kemana-mana.

Kebijakan pemerintah Arab Saudi yang tidak mengeluarkan visa untuk umroh telah membuat kalang kabut calon umroh dan perusahaan pengelola bisnis umroh. Kebijakan Arab Saudi ini jelas juga menunjukkan negara di Timur Tengah tersebut lebih mempercayai WHO dibandingkan Indonesia terkait Coronavirus, disamping sebagai langkah mencegah penyebarannya, karena biaya mengobati per orang yang terkena Coronavirus tidaklah murah, bahkan konon mencapai Rp 1 Miliar per orang.

Jika penyebaran dan ancaman Corvid-19 ini tetap berlanjut atau “tidak dihentikan” oleh Alloh SWT sampai Juni 2020, kemungkinan besar bukan hanya calon umroh tapi juga calon haji yang dijadwalkan akan berangkat tahun ini juga berisiko untuk ditunda atau dibatalkan, jelas sebuah situasi dan kondisi yang mungkin saja dapat dipolitisasi oleh kelompok oposan di berbagai negara, khususnya di Indonesia.

Kita tetap harus menghormati pemerintah Arab Saudi yang untuk sementara akan memberlakukan embargo umroh, dan kita berharap dan berdoa agar penanganan global melawan penyebaran Coronavirus dapat berhasil, sehingga virus mematikan ini tidak mengancam atau mengacaukan rencana keberangkatan haji di tahun 2020 ini.

Jika Corvid-19 ini berlanjut terus, maka ada beberapa dampak strategis yang akan ditimbulkannya antara lain : kematian penderitanya akan semakin banyak jumlahnya, semakin banyak negara yang terinfeksi, perekonomian global, regional dan nasional akan mengalami “demam” bahkan krisis global, pemutusan hubungan kerja akan terjadi di tingkat global, regional dan nasional, bahkan global, regional dan national uncertainty and instability juga akan mudah terpantik. Semoga saja pemerintah Indonesia mampu mencegahnya, agar tidak memicu banyak orang akan marah ke depan.

*) Penulis adalah pemerhati masalah strategis.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Pelaksanaan program pemerintah : ex nihilo nihil fit dan amor vincit onia
Keamanan Energi Indonesia Terjaga, Peluang Resesi Tidak Terlihat
MBG : Solusi cerdas dan patriotis mempersiapkan generasi tangguh masa depan
Memprediksi berakhirnya perang Iran vs Amerika Serikat dan Israel
Sering di Bilang Nakal? Bisa Jadi Anak Anda Perlu Pemahaman, Bukan Hukuman
Bireuen Kota Santri: Menggali Potensi Ekonomi Berbasis Syariah
Dirjenpas Menolak Fraud, Langkah Maju Untuk Reformasi Pemasyarakatan
Alpajuli Darat Kumandangkan Persatuan Indonesia

Berita Terkait

Kamis, 2 April 2026 - 21:15 WIB

Pelaksanaan program pemerintah : ex nihilo nihil fit dan amor vincit onia

Jumat, 27 Maret 2026 - 18:47 WIB

Keamanan Energi Indonesia Terjaga, Peluang Resesi Tidak Terlihat

Kamis, 26 Maret 2026 - 18:10 WIB

MBG : Solusi cerdas dan patriotis mempersiapkan generasi tangguh masa depan

Kamis, 26 Maret 2026 - 17:43 WIB

Memprediksi berakhirnya perang Iran vs Amerika Serikat dan Israel

Senin, 14 April 2025 - 18:33 WIB

Sering di Bilang Nakal? Bisa Jadi Anak Anda Perlu Pemahaman, Bukan Hukuman

Berita Terbaru

Kepala BIN RI, Jenderal (Purn) Muhammad Hendra melantik pengurus yayasan AMANAH di Ladong, Kamis (23/4)

NANGGROE

Bupati Bireuen Hadiri Relaunching AMANAH

Kamis, 23 Apr 2026 - 20:31 WIB

Bupati Bireuen, H Mukhlis ST

NANGGROE

Pekan Depan Tim Survei Mulai Verifikasi Data Korban Banjir

Kamis, 23 Apr 2026 - 00:19 WIB

NANGGROE

Bupati Buka Rakor GTRA 2026

Rabu, 22 Apr 2026 - 17:16 WIB