BIREUEN|METRO ACEH – Akhir dari masa studi dalam beberapa tahun terakhir dilalui penuh perjuangan oleh mahasiswa. Universitas Islam Aceh (UIA) Paya Lipah Peusangan, Kabupaten Bireuen, gelar Rapat Senat Terbuka Wisuda 227 Sarjana dan Magister Angkatan XXXVIII, di Auditorium kampus Induk UIA, Selasa (20/10) pagi.
Turit dihadiri Gubernur Aceh yang diwakili Staf Ahli Gubernur Bidang Keistimewaan Aceh, SDM dan Hubungan Kerja sama Dr Husnan, ST.,MP, Wakil Kopertis Wilayah V Aceh, Prof Dr Kusmawati Hatta, MPd, Bupati It H Mukhlis, ST, Forkopimda dan pejabat terkait, orang tua/wali mahasiswa.
Wakil Rektor I UIA Paya Lipah Peusangan, Dr Dhiauddin, MPd dalam laporannya menjelaskan tentang lulusan tahun akademi 2025/2026 yang terdiri dari program Magister Pendidikan Agama Islam 33 orang yaitu 19 laki-laki dan 14 perempuan.
Sarjana Pendidikan Agama Islam 58 orang yaitu laki-laki 37, perempuan 21. Sarjana Manajemen Pendidikan Islam 18 orang yaitu 12 laki-laki dan 6 perempuan.
Sarjana Pendidikan Bahasa Arab 28 orang yaitu 12 laki-laki dan 16 perempuan. Sarjana Ekonomi Syariah 7 orang yaitu 4 laki-laki dan 3 perempuan. Sarjana Hukum Keluarga Islam (HKI) 83 orang yaitu 74 laki-laki dan 9 perempuan.
Selanjutnya untuk katagori prestasi lulusan yaitu 32 orang lulus pujian atau cume laude, 195 lulus sangat memuaskan dengan jumlah total lulusan yang diwisuda 227 lulusan, rinci Dr Dhiauddin, MPd.
Rektor UIA Peusangan, Dr Nazaruddin, MA dalam sambutannya memaparkan capaian dan prestasi diraih yaitu belum genap dua tahun sejak berdiri UIA antara lain. Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) meraih akreditasi Unggul tahun lalu dan tahun ini Prodi Ekonomi Syariah.
UIA Paya Lipah Peusangan juga ditetapkan sebagai Kampus Terbaik di Aceh. Selain itu galeri investasi UIA juga meraih GI BEI Award 2026 katagori aktivitas edukasi dan pemerataan informasi.
Juga meraih 10 penghargaan dari PTKIS Award dan AICISSS Award 2026 yaitu Best Academic Excellence Award, Best Collaborative Partnership Award, Best Quality Assurance Award, Best Website Performance award, Best strategis Partnership Award, Most Active Institution Award dan laimnya.
“UIA tahun ini juga masuk dalam nominasi Perguruan Tinggi Binaan dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi sebagai salah satu perguruan tinggi yang berpotensi Unggul secara institusi, ungkapnya.
Dikatakan juga bahwa wisuda diselenggarakan hari ini bukan sekadar seremoni akademik untuk memberi pengakuan atas keberhasilan menyelesaikan studi.
Lebih dari itu, wisuda adalah momentum refleksi intelektual, pengukuhan tanggung jawab moral, dan awal dari perjalanan pengabdian lebih luas kepada masyarakat, bangsa, dan kemanusiaan, tuturnya.
Bupati Bireuen, Ir H Mukhlis, ST berharap UIA terus memperkuat kualitas pendidikan, meningkatkan relevansi kurikulum dengan kebutuhan dunia kerja, memperluas kerja sama dengan pemerintah dan dunia usaha, serta mendorong penelitian dan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Kampus harus menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan berbasis ilmu pengetahuan, meningkatkan kualitas pelayanan publik, dan mengembangkan potensi lokal, tuturnya.
Wakil Kopertis Wilayah V Aceh, Prof Dr Kusmawati Hatta, MPd dalam sambutan memaparkan hal penting terkait aspek utama perlu dilakukan perguruan tinggi yaitu pengembangan kelembagaan serta sarana dan prasarana.
Selanjutnya pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM), mutu dan standar mutu, dan kompetensi mahasiswa atau lulusan Universitas Islam Aceh, sebutnya.
Sementara Staf Ahli Gubernur Aceh, Dr Husnan, ST.,MP antara lain mengucapkan selamat dan sukses seluruh wisudawan dan wisudawati yang telah resmi menyandang gelar akademik. Juga kepada keluarga telah mendampingi perjalanan panjang para lulusan hingga mencapai tahap ini.
Diharapkan para lulusan tidak hanya berorientasi pada peluang kerja, tetapi juga berani menciptakan peluang, membangun usaha, mengambil bagian dalam menyelesaikan persoalan masyarakat.
Bagi UIA diharapkan agar terus memperkuat perannya sebagai lembaga pendidikan tinggi yang melahirkan generasi unggul, berkarakter islami, responsif terhadap kebutuhan zaman melalui sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat, pungkasnya. (Rahmat Hidayat)





