BIREUEN|METRO ACEH-Suasana keheningan malam di Dusun Geudong Teungoh Gampong Pulo Ara, Kecamatan Kota Juang tiba-tiba pecah, warga kawasan pemukiman padat di pinggir pusat Kota Bireuen itu, dilanda kepanikan akibat kobaran api besar yang berkobar membakar tiga rumah, Minggu (9/8) dini hari.
Warga panik, karena kobaran api begitu cepat menyambar dan membakar bangunan berkonstruksi kayu dan semi permanen di sekitar lokasi. Keterangan yang dihimpun Metro Aceh, meski tidak ada korban dalam peristiwa ini. Namun korban atau pemilik rumah kehilangan tempat tinggal beserta seluruh harta benda mereka ludes terbakar, hanya tersisa pakaian melekat di tubuh.
Guna membantu penanganan kebakaran itu dan kobaran api tidak meluas ke bangun rumah disekitarnya. Sejumlah mobil pemadam kebakaran Pemkab Bireuen secepatnya dikerahkan ke lokasi kejadian dalam pusat Kota Bireuen itu.
Kobaran api dapat dipadamkan petugas pemadam kebakaran yang berkerja keras dibalik panasnya api. Namun rumah dan seluruh isinya tidak dapat diselamatkan lagi.
Pemilik rumah permanen ujung barat, Ridwan Lubis (67) kepada Metro Aceh mengatakan saat itu dia belum tidur dan tiba-tiba mendengar ada suara letupan dan berisik dibelakang rumah dan mengira Air Conditioner (AC) rusak.
Saat dia pastikan dari lantai dua dan betapa kagetnya ternyata terjadi kebakaran, kobaran api telah menyala besar dibelakang rumah tetangga masih keluarga nya sehingga langsung dia bangunkan anggota keluarga untuk menyelamatkan diri.
Dirumah itu Ridwan tempati bersama anak dan menantu serta cucunya yaitu Yuliana Sari (30) pengurus rumah tangga, Yusrizal (24) pedagang, dua anaknya Yusuf Al Ghifari (7) dan Asraf Al Hqbsy (5), rincinya.
“Kejadian pukul 03.00 WIB saya belum tidur sempat mengira AC rusak usai dengar suara letupan dan berisik dibelakang, saat saya lihat rupanya kebakaran api sudah besar,” ungkapnya.
Sementara itu rumah ditengah bagian depan permanen dan belakang semi permanen ludes terbakar milik Fauziah (51) pengurus rumah tangga yang ditempati bersama anaknya Siti Ardina (23) dan satu keluarga lainnya yaitu.
Aris Maulana (29) buruh harian lepas dan istrinya Dessy Faurina (29) pengurus rumah tangga, dan anaknya Rafasya Aqlan Maulana (3). Sedangkan satu rumah kontruksi kayu diujung timur milik Irfan (39) tidak ada ditempat sudah pergi kerja di Banda Aceh.
Siti Ardina mengatakan saat itu mereka sudah tertidur lalu ibunya Fatimah terbangun dan melihat dibelakang rumah sudah terjadi kebakaran, lalu mereka sekeluarga lari keluar menyelamatkan diri, tidak ada harta benda bisa diselamatkan, ungkapnya.
Kapolres Bireuen, AKBP Yulhendri, SH.,SIK.,MIK melalui Kapolsek Kota Juang Iptu Faisal Riza, SH ditanyai wartawan, Minggu (9/8) pagi mengatakan untuk penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan saat diketahui korban kobaran api sudah membesar dibelakang rumah Fauziah sehingga api menjalar kerumah tetangganya.
Keuchik Pulo Ara Geudong Teugoh, Hasan Basri yang juga dikenal dengan nama Agam Djarwal didampingi Kepala Dusun Novrizal mengatakan sebagai upaya penanganan membantu para korban sudah ditangani awal secara pribadi oleh keuchik dan juga hari akan dibantu Pemerintah Gampong untuk tanggap darurat.
Keuchik juga mengharapkan bantuan lanjutan dari Pemkab Bireuen karena dampak dari kebakaran ini korban kehilangan tempat tinggal dan harta benda. Untuk sementara korban tinggal ditempat saudaranya, sebutnya.(Rahmat Hidayat)






