BIREUEN|METRO ACEH – Guna membantu meringankan beban keluarga memenuhi kebutuhan siswa baru masuk sekolah SMA dan SMK pasca bencana banjir. Yayasan HAkA menyalurkan bantuan 1.600 tas dan alat tulis ke delapan sekolah terdampak banjir di Kabupaten Bireuen, secara simbolis, di SMAN 1 Peusangan, Senin (13/7) pagi.
Bantuan itu diserahkan oleh Plt Kacabdin Wilayah IV Bireuen; Yusnita, SE.Ak.,SPd.,MM dan Sekretaris ((Hutan, Alam, dan Lingkungan Aceh) Badrul Irfan kepada perwakilan siswa.
“Kami mengucapkan terima kasih dan juga apresiasi yang setinggi-tingginya kepada HAkA telah membantu tas kepada anak didik kami, juga agar dapat memberi penyuluhan bagi siswa terkait menjaga kelestarian lingkungan,” harapnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Adapun siswa baru menerima tas yaitu SMAN 1 Peusangan, SMAN 1 Kutablang, SMAN 2 Kutablang, SMAN 1 Peusangan Selatan, SMAN 1 Peusangan Siblah Krueng, SMKN 1 Peusangan, SMAN 1 Gandapura dan SMKN 1 Gandapura, jelas Plt Kacabdin.
Sekretaris HAkA Badrul Irfan kepada Metro Aceh ditanyai usai penyerahan bantuan itu mengatakan bantuan diberikan berupa tas, buku dan alat tulis bagi siswa baru tahun ajaran 2026/2027.
Bireuen salah satu daerah yang terdampak bencana banjir, jadi kami membantu meringankan beban para orang tua dalam memenuhi kebutuhan sekolah anak-anaknya, dan kegiatan ini kami bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Aceh melalui Kacabdin Bireuen.
Harapan kami setelah musibah ini ada kesadaran dari awal bahwa lingkungan itu penting untuk dijaga dengan harapan bencana ini tidak terulang lagi, dan kalaupun terjadi kita sudah siap dengan mitigasi karena terjadinya bencana tidak bisa diprediksi.
“Oleh karena itu kita harus dapat mempersiapkan diri dan juga mengurangi resiko, hal paling penting penyadaran terhadap lingkungan dan juga ke sekolah seperti hal paling sederhana bisa mengurangi sampah plastik,” ujarnya.
Disampaikan juga bahwa HAkA ada kejasama Pemerintah Aceh dengan memasukkan kurikulum tentang lingkungan kedalam beberapa mata pelajaran seperti biologi, fisika, kimia, geografi.
“Harapannya, generasi muda ini sejak awal mereka paham akan menjaga lingkungan,” terang Sekretaris HAkA. (Rahmat Hidayat)






