BIREUEN|METRO ACEH-Sebagai bentuk rasa kepedulian bagi ibu-ibu aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bireuen yang menjadi korban banjir dan longsor tahun lalu, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Aceh menyerahkan waqaf Al Qur’an dan sembako.
Sedikitnya, 100 ibu-ibu ASN maupun istri dari ASN menerima bantuan yang diserahkan oleh Ketua DWP Aceh, Ny Malahayati M Nasir bersama Pembina DWP Bireuen, Ny Sadriah Mukhlis dan istri Wakil Bupati Bireuen, Ny Iryani Daud serta Ketua DWP Kabupaten Bireuen Misnurwati Hanafiah di Gazebo Pendopo Bupati Bireuen, Jumat (17/4) siang.
Pantauan Metro Aceh, bantuan tersebut diserahkan secara simbolis yang diterima oleh 10 perwakilan penerima.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pembina DWP Bireuen, Sadriah Mukhlis mengucapkan terima kasih kepada DWP Aceh atas kepeduliannya kepada para ASN Bireuen juga menjadi korban banjir dan semuanya tidak menyangka banjir terjadi 26 Novembee lalu, begitu dahsyat dan belum pernah dialami.
Sadriah yang juga Ketua TP-PKK Bireuen menuturkan, dampak banjir bandang itu saat ini kondisi sungai di Bireuen telah dangkal karena endapan sendimen lumpur. Semoga pemerintah memiliki anggaran untuk dapat menormalisasi sungai, guna mencegah terjadi banjir.
“Kami mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan, dan kami tidak dapat membalasnya, semoga Allah SWT yang membalas kebaikan ibu-ibu DWP Aceh semuanya,” tutur Sadriah.
Ketua DWP Provinsi Aceh, Malahayati M Nasir dalam sambutan mengatakan kehadiran mereka ke Bireuen untuk melanjutkan misi sosial DWP Aceh. “Kami hadir kesini melanjutkan misi sosial dan membawa bantuan dari ibu-ibu DWP Aceh untuk ASN terdampak banjir di Bireuen,” ujarnya.
“Semoga bantuan ini meringankan beban para ASN dan keluarga yang terdampak banjir. Kita memahami, dampak banjir ini belum berakhir, kami ikut khawatir dengan kesusahan dirasakan korban banjir,” ujarnya.
Istri Sekda Aceh itu juga mengatakan
kondisi Aceh saat ini rawan bencana untuk itu, sikap siaga bencana sangat penting agar dapat menyelamatkan keluarga dan menimalisir kerugian ekses bencana.
“Saya mengajak masyarakat dapat mengupdate informasi dari BMKG dan juga BPBD terkait ancaman bencana, tidak terpengaruh dengan informasi hoak,” pungkas Malahayati. (Rahmat Hidayat).






