SABANG|METRO ACEH-Selain dikenal dengan wisata baharinya, Kota Sabang juga memiliki ruang publik yang kian diminati wisatawan, yakni Taman I Love Sabang. Berlokasi di kawasan Cot Ba’u, taman ini menawarkan pemandangan kota dari dataran tinggi yang memanjakan mata.
Keberadaan tugu bertuliskan “I Love Sabang” menjadikan lokasi ini sebagai ikon baru yang kerap dijadikan latar berfoto oleh pengunjung. Dari titik ini, wisatawan dapat menikmati suasana santai sembari memandang bentang alam Sabang dari berbagai sudut.
Salah seorang warga, Rizal, mengatakan taman tersebut sering menjadi pilihan masyarakat untuk melepas penat setelah beraktivitas. Selain itu, akses menuju lokasi juga cukup mudah karena berada tidak jauh dari Pelabuhan Balohan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Taman ini nyaman untuk bersantai, apalagi kalau datang sore hari. Banyak warga yang menikmati udara segar di sini,” ujarnya, Minggu (15/2/2026).
Letaknya yang strategis membuat taman ini mudah dijangkau, baik dari pelabuhan maupun dari Bandara Maimun Saleh. Bahkan, dari jalan utama menuju pusat kota, tugu tersebut sudah terlihat dari kejauhan dan kerap menarik perhatian pengguna jalan.
Setibanya di lokasi, pengunjung akan disambut hamparan taman hijau yang tertata rapi. Semilir angin laut menambah kenyamanan, sementara posisi taman di ketinggian memberikan sudut pandang luas ke berbagai kawasan di Sabang.
Dari area ini, pengunjung dapat melihat Danau Aneuk Laot di satu sisi, serta panorama Teluk Sabang yang membentang hingga ke Pantai Iboih di sisi lainnya. Kombinasi lanskap tersebut menjadikan taman ini sebagai salah satu spot foto favorit.
Sementara itu, wisatawan asal Medan, Suntoro, mengaku sengaja singgah setelah mendapat rekomendasi dari rekannya. Ia menilai pemandangan dari ketinggian menjadi daya tarik utama taman ini.
“Tempatnya bagus, apalagi saat sore menjelang matahari terbenam. Pemandangannya luar biasa dan cocok untuk foto,” katanya.
Menurutnya, waktu terbaik berkunjung adalah saat senja, ketika langit Sabang berubah warna menjadi jingga kemerahan, menciptakan suasana yang tenang dan romantis.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Sabang, Harry Susetya, menyebut pembangunan tugu tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam menambah ikon wisata baru. Kehadiran taman ini melengkapi destinasi lain seperti Tugu Nol Kilometer Indonesia dan Pantai Iboih.
“Taman ini menjadi salah satu alternatif bagi wisatawan untuk menikmati panorama kota, tidak hanya wisata bahari,” ujarnya.
Selain sebagai objek wisata, taman ini juga menjadi bagian dari penataan kota melalui konsep ASRI (Aman, Sehat, Rapi, dan Indah). Program tersebut mendorong terciptanya ruang publik yang bersih, nyaman, dan ramah bagi masyarakat maupun wisatawan.
Menariknya, pengunjung tidak dikenakan biaya untuk masuk ke kawasan ini. Akses yang mudah serta suasana yang nyaman membuat Taman I Love Sabang semakin diminati.
Meski demikian, sejumlah pengunjung berharap penataan taman dapat terus ditingkatkan, termasuk penataan vegetasi di area depan agar panorama laut terlihat lebih terbuka.
Dengan pengelolaan yang semakin baik dan dukungan masyarakat dalam menjaga kebersihan, Taman I Love Sabang diharapkan terus menjadi salah satu daya tarik wisata yang memperkuat citra Sabang sebagai destinasi unggulan di ujung barat Indonesia. (red)






