BIREUEN|METRO ACEH-Ratusan unit rumah di Kabupaten Bireuen, dilaporkan hilang usai diterjang banjir dan puluhan sekolah rusak parah akibat bencana alam dashyat itu. Kini korban meninggal dunia terseret arus, terus bertambah serta menghilang dibawa air bah.
Berdasarkan data sementara yang diperoleh Metro Aceh dari Posko BPBD Bireuen, banjir dipenghujung November 2025 menyebabkan puluhan rumah hilang dan berbagai fasilitas umum mengalami kerusakan parah, seperti di Kecamatan Juli, Jeumpa, Kutablang, Makmur, Gandapura, Peusangan, Peusangan Selatan, Peusangan Siblah Krueng, Peudada, Gandapura, Jeunib, Samalanga, Plimbang, Jangka dan Kecamatan Kuala.
Saat ini, 51 sekolah ikut terdampak bencana alam itu, diantaranya 20 gedung SD, 14 gedung SMP dan 17 gedung TK. Paling parah yakni SDN 12 Juli di Dusun Bivak Gampong Krueng Simpo dan SDN 14 Juli di Dusun Lubok Iboeh Gampong Teupin Mane, Kecamatan Juli dilaporkan hancur teseret banjir.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT

Pemerintah Kabupaten Bireuen, kini masih fokus menyuplai kebutuhan makanan pokok ke lokasi pengungsian, untuk membantu ketersediaan pangan masyarakat terpapar musibah banjir ini. Bupati Bireuen, H Mukhlis ST bersama Forkopimda masih itens turun ke lokasi bencana, mengunjungi para korban dan menginventarisir dampak kerusakan, guna dilakukan penanganan serta recovery.
Kadis Pendidikan dan Kebudayaan, Dr Muslim HS M.Si yang ditemui awak media disela kegiatannya menyuplai bantuan logistik ke lokasi pengungsian sambil terus memantau kondisi gedung sekolah-sekolah terdampak, mengaku sementara ini aktifitas pendidikan di Kabupaten Bireuen dihentikan.
“Saat ini Aceh ditetapkan kondisi darurat daerah, kita harus dukung upaya pemerintah dalam menanggulangi korban banjir, karena itu menjadi prioritas,” ungkap Muslim.
Kini, pihaknya masih terus mendata dampak banjir yang menimbulkan kerusakan gedung sekolah dan sarana pendidikan di wilayah itu, sambil mengunjungi serta mengantarkan bantuan logistik, untuk pengungsi disejumlah titik lokasi.
Menurut data posko BPBD Bireuen yang dipusatkan di halaman Pendopo Bupati, hingga Minggu (30/11) tercatat 12 korban banjir yang meninggal dunia, 5 hilang dan beberapa lainnya masih kritis dan dirawat intensif di RSUD dr Fauziah Bireuen. Angka ini, diyakini akan terus bertambah seiring perkembangan informasi yang masih terus digali pihak relawan. Puluhan desa kawasan pedalaman, juga masih terisolasi karena akses jalan belum terhubung dan hanya mengandalkan perahu karet. (Bahrul)






