Plt Kadispar Sabang Apresiasi Aksi Bersih Situs Sejarah Pulau Rubiah

- Admin

Sabtu, 14 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Syarikat Agam Inong (Sain) Kota Sabang, bersama Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Sabang di situs Karantina Haji Pulau Rubiah Sabang

Syarikat Agam Inong (Sain) Kota Sabang, bersama Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Sabang di situs Karantina Haji Pulau Rubiah Sabang

SABANG|METRO ACEH – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata Kota Sabang, Syamsurizal, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan pembersihan area situs sejarah Asrama Haji Pulau Rubiah yang dilakukan oleh Syarikat Agam Inong (Sain) Kota Sabang, bersama Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Sabang.

Kegiatan ini turut melibatkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta sejumlah stakeholder lainnya. Menurut Samsul Rizal, aksi bersih-bersih tersebut merupakan bentuk nyata kepedulian terhadap pelestarian warisan sejarah dan peningkatan daya tarik wisata di Pulau Weh.

“Kami sangat mengapresiasi inisiatif ini. Pulau Rubiah merupakan aset berharga, tidak hanya sebagai destinasi wisata bawah laut, tetapi juga memiliki nilai sejarah yang tinggi,” ujarnya, Sabtu (18/5).

Kegiatan pembersihan ini difokuskan pada kawasan bekas Asrama Haji yang dulunya menjadi tempat persinggahan jamaah haji asal Aceh sebelum melanjutkan perjalanan ke Tanah Suci melalui laut. Seiring waktu, situs ini mulai ditinggalkan dan kurang terawat. Melalui gotong royong yang melibatkan lintas sektor, lokasi tersebut kembali bersih dan tertata.

Samsul berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan, tidak hanya di Pulau Rubiah, tetapi juga di destinasi wisata sejarah lainnya di Sabang. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dan masyarakat dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.

“Pariwisata tidak hanya soal keindahan alam, tapi juga bagaimana kita merawat sejarah dan budaya. Pulau Rubiah adalah saksi perjalanan spiritual masyarakat Aceh tempo dulu. Sudah sepatutnya kita rawat bersama,” tambahnya.

Kegiatan ini disambut positif oleh warga dan wisatawan yang tengah berkunjung ke Pulau Rubiah. Mereka berharap upaya pelestarian situs sejarah terus ditingkatkan agar generasi mendatang bisa mengenal lebih dekat jejak sejarah peradaban Islam di Aceh, khususnya dari Sabang.[red]

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel www.metroaceh.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sekdako Sabang Harapkan JCH Tetap Jaga Kesehatan
Peringatan Otda ke 30, Akselerasi Layanan Publik dan Reformasi Birokrasi di Sabang
Pariwisata Sabang Jadi Sumber Ekonomi Masyarakat
Keindahan Bawah Laut Sabang Jadi Primadona Wisata
Diskominfo Sabang Corong Utama Pemerintah Kota
DPRK dan Pemko Sabang Satu Langkah Bangun Kemandirian Pangan Kepulauan
Wakil Wali Kota Sabang Pimpin HLM TPID 2026, Fokus Jaga Stabilitas Harga Jelang Ramadhan
Tiga Qari-Qariah Sabang Perkuat Kafilah Aceh di MTQ Nasional 2026

Berita Terkait

Selasa, 5 Mei 2026 - 00:38 WIB

Sekdako Sabang Harapkan JCH Tetap Jaga Kesehatan

Selasa, 5 Mei 2026 - 00:36 WIB

Peringatan Otda ke 30, Akselerasi Layanan Publik dan Reformasi Birokrasi di Sabang

Selasa, 5 Mei 2026 - 00:35 WIB

Pariwisata Sabang Jadi Sumber Ekonomi Masyarakat

Selasa, 5 Mei 2026 - 00:31 WIB

Keindahan Bawah Laut Sabang Jadi Primadona Wisata

Kamis, 30 April 2026 - 00:05 WIB

Diskominfo Sabang Corong Utama Pemerintah Kota

Berita Terbaru

Ketua Pembina Yayasan Kebangsaan Bireuen, Dr H Amiruddin Idris, SE.,MSi bersama anak yatim, di halaman kampus UNIKI Bireuen, Sabtu (24/10) pagi

PENDIDIKAN

Gelar Maulid, UNIKI Santuni Anak Yatim

Sabtu, 24 Okt 2026 - 17:27 WIB