BIREUEN|METRO ACEH – Guna membantu menyediakan rumah layak huni bagi warga kurang mampu. Pemkab Bireuen melalui Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) minggu depan mulai membangun 33 unit rumah bantuan.
Hal itu disampaikan Kepala Dinas Perkim Bireuen, Ir Fadli ST.,MSM menjawab Metro Aceh terkait pembangunan rumah itu kapan mulai dilaksanakan, Senin (3/8) pagi.
Dia menjelaskan sebagaimana rencana pembangunan rumah itu dimulai minggu depan sekaligus dilakukan peletakan batu pertama. “Tahun ini ada 33 unit rumah bantuan kami bangun tersebar di sejumlah kecamatan,” ujarnya.
Rumah bantuan itu tipe 36 plus, besaran anggaran satu rumah masing-masing Rp 98 juta yang dilaksanakan secara kontraktual dengan lemot waktu tiga bulan kalender, terangnya.
Kata Ir Fadli Abdullah, ST.,MSM dari 33 unit rumah itu, ada dua unit rumah yang diperuntukkan kepada korban bencana atau rumah rusak akibat angin puting beliung milik Afwadi Gampong Kuta Baro, Kecamatan Kuala dan juga Sudirman Gampong Alue Rambong, Kecamatan Juli rumah rusak akibat longsor tebing sungai.
Disampaikan juga bahwa total rumah warga tidak layak huni di Kabupaten Bireuen total 1.589 unit dan dari jumlan itu sudah dibangun bertahap sampai tahun 2025 ada 895 unit.
Selanjutnya tahun ini dibangun rumah oleh Perkim 33 unit dan 100 rumah dari Baitul Mal Kabupaten (BMK) total 133 unit sehingga tersisa 570 unit rumah tidak layak huni secara bertahap akan dibangun rumah layak huni oleh Pemkab Bireuen sesuai kemampuan keuangan daerah, jelasnya.
Tidak hanya itu, data dihimpun pihaknya di Kabupaten Bireuen juga ada 33 ribu backlog atau warga 33 yang belum punya rumah tetapi dia membutuhkan tempat tinggal, ungkapnya. (Rahmat Hidayat)






