BIREUEN|METRO ACEH – Guna mewujudkan kerja sama dan juga kualitas pelayanan. Pihak Rumah Sakit Pusat Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita Jakarta, RSUD dr Zainoel Abidin serta 22 rumah sakit se-Aceh.
Menandatangani perjanjian kerja sama sekaligus lauching layanan Cathlab sudah tersedia di RSUD dr Fauziah Bireuen, oleh Bupati Ir H Mukhlis, ST, Jumat (31/8) pagi.
Direktur RSUD dr Fauziah Bireuen, dr Minar Mushari, Sp.S dalam sambutan mengucapkan terima kasih dan apresiasi atas kehadiran pihak Rumah sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita Jakarta, Dinas Kesehatan Aceh, Direktur RSUD dr Zainoel Abidin, pimpinan 22 rumah sakit se-Provinsi Aceh bersama-sama sepakat untuk melakukan pelayanan jantung secara komprehensif.
Ini bukan sekedar sepakat untuk jejaring teknologi dan jejaring ilmu pengetahuan, juga sepakat untuk menyelamatkan nyawa. Kita semua tahu penyakit jantung faktor utama kematian nomor satu di Indonesia.
Melalui kerja sama ini semua rumah sakit akan terhubung dan masyarakat di 22 Kabupaten/Kota tidak perlu lagi merujuk pasien yang harus menempuh perjalanan berjam – jam saat mengalami serangan jantung karena penanganan gawat darurat jantung kini hadir lebih dekat dan juga sistem rujukan akan terintegrasi, sebutnya.
Dalam kegiatan ini RSUD dr Fauziah telah menjadwalkan delapan pasien untuk dilakukan pemeriksaan dan pelayanan katerasasi jantung selama dua hari Jumat (31/7 dan Sabtu (1/8) besok, jelas dr Minar.
Direktur RSUD dr Zainoel Abidin Banda Aceh, dr Muhazar Harun, SKM.,MKes mengatakan bahwa penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Akselerasi Integrasi Layanan Jejaring Pengampuan Kanker, Jantung, Stroke, Uronefrologi, serta Kesehatan Ibu dan Anak (KJSU-KIA) di Provinsi Aceh.
Wujud komitmen nyata bersama menindaklanjuti Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/1277/2024 dan HK 02.02/D/1619/2026. RSUD dr Zaioel Abidin mendapat amanah sebagai Rumah Sakit Pengampu Regional di Aceh sehingga butuh sinergi dan kolaborasi dengan 22 RSUD Kabupaten/Kota yang diampu di seluruh penjuru Serambi Mekkah.
Iya juga menyambut baik pelaksanaan acara Proctorship Interventional Non Bedah (INB) Perdana yang diselenggarakan di RSUD dr Fauziah. “Ini bukti konkret bahwa proses transfer ilmu, peningkatan kapasitas SDM, penuhan standar fasilitas kesehatan di daerah sudah mulai bergerak aktif,” ujarnya.
Kami berharap, PKS ini dapat menjadi acuan kerja yang akuntabel dan aplikatif. Mari kita runtuhkan sekat-sekat birokrasi, perkuat komunikasi klinis antar fasilitas kesehatan,
fokus pada satu tujuan utama menurunkan angka kematian akibat penyakit katastropik serta meningkatkan derajat kesehatan ibu dan anak.
Direktur Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita Jakarta diwakili Kepala Cathlab dr Amir Aziz Alkatari SP.JP (K), FIHA menyampaikan
Masyarakat Bireuen patut berbangga, kami sudah melihat ruangan pelayanan Cathlab RSUD dr Fauziah bagus sekali.
Penyakit jantung ini masih penyakit nomor satu di Indonesia bahkan di dunia juga menjadi penyebab kematian.
Beda dengan penyakit lain kalau jantung ini tidak bisa ditunggu apalagi harus dirujuk sampai berjam-jam ini sangat bersiko karena tidak ada fasilitasnya sehingga keberadaan fasilitas Cathlab dan tenaga medisnya sangat vital sekali.
“Hari ini ada delapan pasien akan dipasang cincin jantung perdana di RSUD dr Fauziah dan saya harap layanan ini sudah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan sehingga peralatan telah difasilitasi Kementerian Kesehatan dapat berdaya guna dan bermamfaat bagi masyarakat Bireuen,” tuturnya.
Bupati Bireuen, Ir H Mukhlis, ST mengatakan, kesehatan adalah fondasi penting bagi kemajuan suatu daerah. Penyakit kardiovaskular merupakan salah satu penyebab utama kematian di seluruh dunia, termasuk di Indonesia.
Dengan adanya layanan CatLab (Laboratorium Kardiovaskular) ini, kita berupaya melakukan deteksi dini dan penanganan lebih baik terhadap penyakit yang berkaitan dengan jantung dan pembuluh darah.
“Kami berharap kerja sama ini dapat terus berlanjut, demi peningkatan layanan kesehatan lebih baik. Dengan peresmian layanan Cathlab ini, kita berharap dapat mengurangi angka kematian akibat penyakit jantung di Aceh khususnya di Kabupaten Bireuen,” tuturnya. (Rahmat Hidayat)






