PEMERINTAH PERLU PERTIMBANGKAN PENCABUTAN STATUS WNI VERONICA KOMAN

- Administrator

Rabu, 12 Februari 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh : Aldi Reza

Beredarnya kabar bahwa Tim Veronica Koman telah menyerahkan data tahanan politik dan korban tewas Papua kepada Presiden Joko Widodo yang tengah berkunjung ke Canberra, Australia, dapat dikatakan sebagai propaganda yang sengaja dilakukan oleh Veronica beserta timnya guna mencari perhatian publik.

Dalam kabar yang beredar dimedia massa, tertulis bahwa Tim Veronica Koman mengklaim telah menyerahkan data korban Papua ke Presiden Joko Widodo. Narasi ini memaksa publik untuk menganggap bahwa telah terjadi serah terima data yang dilakukan oleh Tim Veronica dengan Presiden Joko Widodo. Namun pada kenyataannya, Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD yang turut mendampingi Presiden Jokowi mengatakan, jika dirinya tidak mengetahui apakah dokumen tersebut benar-benar sudah diserahkan langsung kepada Kepala Negara. Sebab, Mahfud menyebutkan bahwa banyak warga yang berebut untuk bersalaman dan menyerahkan surat ke Jokowi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Saya tahu surat seperti itu banyak. Orang berebutan salaman, kagum kepada Presiden, ada yang kasih map, amplop, surat gitu, jadi tidak ada urusan Koman atau bukan. Kita enggak tahu itu Koman apa bukan,” kata dia.

“Belum dibuka kali suratnya. Surat banyak,” sambungnya.

Aksi yang dilakukan oleh Veronica beserta tim nya tidak lain adalah sebagai ambisi untuk membawa isu Papua Barat ke Mahkamah Internasional. Pihaknya pun telah menjalin kerja sama melalui International Lawyers for West Papua (ILWP) atau kumpulan pengacara internasional untuk Papua Barat. Di sisi lain, Australia memang salah satu negara yang kerap mengkritik Indonesia terkait situasi, kondisi dan kebijakan di Papua. Sejumlah politikus Australia bahkan kerap mendesak pemeritah Negeri Kanguru untuk turun tangan mengawasi dugaan pelanggaran HAM di Papua. Jadi ada tujuan tertentu yang bersifat pengkhianatan yang dilakukan oleh Veronica beserta tim nya.

Dalam kiprahnya, Veronica selalu mengangkat isu-isu HAM dan seolah-olah menganggap dirinya sebagai pahlawan pembela HAM. Namun yang perlu diingat, bahwa ia telah mendukung gerakan separatis Papua Barat dan mengupayakan Papua Barat untuk menentukan nasib dan kedaulatannya sendiri (memisahkan dari NKRI).

Oleh sebab itu, melihat dari latar belakang beberapa kasus yang menimpanya, isu HAM disinyalir hanya menjadi kambing hitam dari tujuan utamanya yakni pembebasan wilayah papua barat dari Indonesia. Mereka sengaja membuat gaduh dan memprovokasi masyarakat dengan melempar isu bahwa pelanggaran HAM telah terjadi di Papua Barat, untuk mendapat perhatian dunia internasional.

Pengkhianat seperti Veronica Koman sudah tidak layak jika disebut sebagai Warga Negara Indonesia. Pemerintah perlu mempertimbangkan sikap untuk mencabut status kewarganegaraan Veronica Koman beserta para tim nya yang telah mendukung gerakan separatis Papua Barat. Karena tidak ada tempat yang layak bagi pengkhianat bangsa dan kedaulatan NKRI.

*)Penulis adalah pemerhati masalah Papua

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Alpajuli Darat Kumandangkan Persatuan Indonesia
MTQ Aceh: Ajang Pengembangan Ekonomi Kreatif Masyarakat Simeulue
PERPUU NO. 2 TH 2022 CIPTA KERJA DAN UNJUK RASA BURUH 10-11 AGU 2023
Can Indonesia beat Argentine?
Kolaborasi Lintas Sektor untuk Tangani Permasalahan Depo BBM Plumpang
Meski Berperan Penting, Kenali Risiko-risiko dari Keberadaan Depo BBM
Potential Sparing Partner for U-22 Indonesia’s National Soccer Team
Penyelenggaraan Pangan yang berkualitas dan berkelanjutan

Berita Terkait

Rabu, 24 Januari 2024 - 19:04 WIB

Alpajuli Darat Kumandangkan Persatuan Indonesia

Selasa, 28 November 2023 - 16:28 WIB

MTQ Aceh: Ajang Pengembangan Ekonomi Kreatif Masyarakat Simeulue

Senin, 14 Agustus 2023 - 14:30 WIB

PERPUU NO. 2 TH 2022 CIPTA KERJA DAN UNJUK RASA BURUH 10-11 AGU 2023

Sabtu, 17 Juni 2023 - 14:00 WIB

Can Indonesia beat Argentine?

Jumat, 31 Maret 2023 - 15:40 WIB

Kolaborasi Lintas Sektor untuk Tangani Permasalahan Depo BBM Plumpang

Kamis, 30 Maret 2023 - 14:15 WIB

Meski Berperan Penting, Kenali Risiko-risiko dari Keberadaan Depo BBM

Senin, 20 Maret 2023 - 19:27 WIB

Potential Sparing Partner for U-22 Indonesia’s National Soccer Team

Jumat, 17 Maret 2023 - 22:06 WIB

Penyelenggaraan Pangan yang berkualitas dan berkelanjutan

Berita Terbaru

illustrasi

HUKUM & KRIMINAL

Polisi Tangani Kasus Pencabulan Anak Yatim di Peudada

Kamis, 18 Apr 2024 - 15:29 WIB

Ilustrasi

HUKUM & KRIMINAL

Kakek Bejat Diduga Cabuli Anak Yatim

Rabu, 17 Apr 2024 - 21:54 WIB

POLITIK

H Mukhlis Ajak Warga Rawat Persaudaraan

Senin, 15 Apr 2024 - 23:11 WIB

POLITIK

H Mukhlis Siap Wujudkan Harapan Rakyat

Jumat, 12 Apr 2024 - 21:43 WIB

NANGGROE

Pengcab Forki Gelar Buka Puasa Bersama

Sabtu, 6 Apr 2024 - 23:00 WIB