BIREUEN|METRO ACEH – Guna menyambung kembali satu bentang jembatan eksisting Krueng Tingkeum, Kecamatan Kutablang, Kabupaten Bireuen putus diterjang banjir, Rabu, 26 November 2025. Saat terus dikebut pembangunan satu tiang pilar tengah dan abudmen arah Medan.
Amatan dan keterangan yang diperoleh Metro Aceh dilokasi, setelah selesai pembangunan jembatan duplikasi beberapa waktu lalu dan telah operasional saat ini. Pihak PT Adhi Karya langsung melanjutkan proses pembangunan jembatan lama.
Sampai Sabtu (31/10) pagi, para pekerja dibantu alat berat jenis crant, sedang melanjutkan pemancangan tiang pilar tengah dari 20 batang tiang dibutuhkan dan juga segera memancang 10 tiang untuk membangun abudmen arah Medan.
Rio selaku Health, Safety, and Environment (HSE) ditanyai Metro Aceh dilokasi proyek itu menjelaskan, saat ini pekerja lagi melakukan pemancangan tiang pada pilar dua ditengah area jembatan.
Kedalaman pemancangan tiang sebanyak 20 buah itu bervariasi antara 54 meter sampai 55 meter, sedangkan kedalaman pemancangan 10 tiang untuk abudmen arah Medan 24 meter dan terus dikebut kesiapannya.
Sebagai upaya mempercepat realisasi pekerjaan, saat ini struktur Steel Box Girder (SGB) bentang 50 meter yang akan dipasang untuk menyambung jembatan eksisting putus itu sudah dalam perjalanan ke Bireuen.
Ditanyai terkait masih ada dua tiang penyangga lantai bawah jembatan bayle yang belum dibongkar.? Dua tiang itu nanti difungsikan sebagai penahan / bantuan proses erection girder, sebutnya.
Dijelaskan, girder nantinya akan diletakkan dan disetting di atasnya terlebih dahulu. Setelah girder naik dan sudah terpasang sempurna, tiang lama itu baru dipotong. “Saat ini, progres untuk pemancangan P2 sudah selesai 9 titik dan progres fisik sekitar 30 s.d 40 persen,” jelasnya.
Terkait kendala pekerjaan dilapangan yaitu faktor cuaca dan pembangunan jembatan itu ditargetkan dapat selesai pada Bulan Desember 2026. (Rahmat Hidayat)






