BIREUEN|METRO ACEH-Menyikapi kondisi keterpurukan korban banjir kawasan pesisir Kecamatan Jangka, mantan Bupati Bireuen Drs Mustafa A Glanggang berupaya keras, mencari solusi guna membantu para warga serta pengungsi di wilayah ini.
Informasi yang diperoleh Metro Aceh menyebutkan, Bupati Bireuen 2002-2007 itu berhasil menerobos Gampong Kuala Cerape dan Alu Kuta, Senin (8/12) meski melewati medan yang cukup sulit, guna menyalurkan bantuan bahan makanan pokok, hasil donasi para donatur maupun penggalangan yang dilakukan pada posko Relawan Mustafa, di Hotel Graha Buana Bireuen.
“Alhamdulillah, hari ini kami berhasil masuk ke Kuala Cerape dan Alu Kuta, menyerahkan langsung bantuan untuk saudara-saudara kita yang lagi mengalami musibah,” ungkap Mustafa saat ditemui awak media ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dia menyebutkan, beberapa jenis bantuan yang diserahkan meliputi sembako, pakaian, roti, biskuit untuk anak-anak dan pembalut wanita. Menurutnya, bantuan ini diperoleh dari sumbangan uang rekan-rekannya, serta pengusaha di luar Aceh untuk membantu meringankan penderitaan korban banjir di Kabupaten Bireuen.
Mustafa A Glanggang menuturkan, meski perjalanan menuju kedua desa itu sangat sulit, namun pick up pengangkut barang bantuan akhirnya bisa menembus ke lokasi, setelah berupaya melewati jembatan darurat dari batang pohon kelapa di Dusun Pasi Kuala Cerape.
Menurutnya, bantuan yang disalurkan itu belum sebanding dengan kebutuhan warga, terutama mereka yang bertahan di barak pengungsian, akibat kehilangan rumah usai diterjang banjir bandang 26 November lalu. Dia mengaku miris, pasalnya pengakuan para korban hingga kini mereka belum ada pejabat yang mengunjungi mereka.
“Kami sangat sedih, melihat keadaan korban banjir yang masih mengungsi, kehidupan mereka benar-benar memprihatinkan karena rumah-rumah hancur, jadi bertahan di barak pengungsian di Balai Dusun Pasi dan dayah,” jelas Mustafa A Glanggang.
Saat ini sebutnya, pengungsi sangat butuh beras untuk makanan pokok sehari-hari, dimasak di dapur umum yang didirikan untuk membantu masyarakat terdampak banjir. (Bahrul)






