MUDAHKAN IMPOR ATAU KITA HARUS SIAPKAN ESKAVATOR

- Administrator

Senin, 23 Maret 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Adian Napitupulu

Epidemik Corona di perkirakan akan memuncak di antara bulan Mei – Juni. Jika negara masih lambat bergerak dan penuh dengan birokrasi yang berbelit jangan kaget jika antara Mei dan Juni nanti bisa jadi negara harus siapkan banyak eskavator karena ribuan mungkin belasan ribu orang akan Meninggal dunia lalu escavator akan bekerja siang malam menggali kuburan.

Kuburan massal harus dicegah dengan segala cara, salah satunya adalah dengan membuka keran impor untuk alat alat medis baik utuh maupun bahan baku terkait virus corona apakah itu masker, apd, thermometer, sarung tangan, sanitizer, disinfektan bahkan hingga alat test (Rapid Test). Semua pihak yang sanggup mengimpor alat alat tersebut selama kriteria dan uji alatnya layak harus diberi extra kemudahan import bila perlu sementara waktu di bebaskan dari bea import dan pajak agar alat alat itu menjadi murah di beli siapapun.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Membebaskan semua pihak yang akan memasukan alat alat medis terkait Corona dari birokrasi impor akan membuat semua alat medis itu akan membanjiri indomart, carefour, alfamart hingga apotik, toko obat bahkan bisa jadi membanjiri warung warung klontong di perkampungan dan pasar pasar tradisional. Dalam situasi ini, kebanjiran lebih baik daripada kekurangan.

Tugas pemerintah menjadi lebih ringan karena peran mengadakan alat medis yang tadinya dimonopoli penuh baik anggaran maupun distribusinya oleh pemerintah, berikutnya di ambil alih oleh banyak orang, dan pemerintah mengambil peran sebagai pengontrol kualitas dan membuat patokan Harga Eceran Tertinggi untuk setiap jenis alat medis itu.

Kalau negara bisa memanfaatkan para importir dan pedagang maka alat medis itu bisa sampai ke seluruh pelosok pedalaman dengan harga murah tanpa menguras anggaran pemerintah. Selanjutnya Pemerintah bisa menghemat anggaran yang ada untuk di gunakan fokus pada hal lain seperti membangun RS untuk karantina, mensubsidi obat dan alat medis untuk orang orang yang benar benar tidak mampu, lansia, tuna wisma dll.

Dalam situasi darurat Corona seperti saat ini biarkan saja importir mendapat sedikit untung, pedagang bahkan apotik, warung warung juga mendapat sedikit untung, itu tidak masalah karena masalah mendesak dan terpenting saat ini adalah, Rakyat selamat!

Wabah Corona bukan seperti tsunami atau banjir atau gempa atau jenis bencana alam yang terlokalisir di satu tempat. Wabah corona bisa mengorbankan siapa saja, kapan saja dan dimana saja di seluruh belasan ribu pulau di Republik ini. Satu satunya cara memenangkan perang melawan virus Corona hanya bisa dilakukan dengan membangun perlawanan Rakyat secara bersama sama.

Ketika Apotik, Indomart, Alfamart, Toko Obat memiliki stock berlimpah akibat kran import alat alat medis itu di buka luas dan mudah maka berikutnya bisa saja bidan dan perawat di pelosok kampung membeli APD dan rapid test lalu membuka layanan rapid test corona di teras rumahnya, warga satu RT bisa urunan membeli Disinfektan untuk menyemprot seluruh RT, di kampus kampus mahasiwa dengan APD yang mereka dapat di Indomart bisa membuka layanan rapid test yang mereka beli dari Alfamart. Para relawan dan donatur bisa urunan membeli alat medis dari importir dan membagikannya ke puskemas puskesmas. Jangan kaget juga ketika tukang sayur yang berkeliling dengan motor dan gerobak sayurnya berikutnya tidak hanya menjual sayur tapi juga menjual masker dan berbagai jenis APD.

Bila situasi itu terjadi maka gerakan melawan corona bukan lagi milik BNPB, bukan lagi milik BUMN atau Menkes tapi menjadi milik importir, milik, pedagang, milik tukang sayur, milik bidan desa, perawat, dokter-dokter desa, warga seluruh RT, milik mahasiswa, relawan dan donatur donatur, semua bergerak Melawan corona dan berikutnya menjadi Gerakan Rakyat di semua level di semua profesi, disemua tempat hingga kampung yang terpencil sekalipun. Kunci kemenangan kita adalah Gotong Royong yaitu semua bergerak bahu membahu untuk kemenangan hingga di akhir cerita nanti tidak ada Menteri, Gubernur atau satu dua tokoh yang jadi pahlawan karena pahlawan sesungguhnya adalah Rakyat itu sendiri.

Ketika melawan corona menjadi gerakan Rakyat di mana “senjata” untuk melindungi diri bisa di dapat dengan murah dan mudah, bisa jadi virus corona akan frustasi massal karena setiap orang di manapun sudah pakai masker, tangannya terbungkus sarung tangan latex, badannya terbungkus APD, sanitizer ada di pintu masuk rumah, di dapur, di kantor desa, di kampus, di sekolah, di wc umum di mana mana ada.

Kita tahu bahwa uang negara terbatas, aparatur negara terbatas, semua terbatas apalagi di tambah krisis global yang juga datang bersamaan. Dengan seluruh keterbatasan dan situasi krisis sepertinya mustahil negara sanggup menjadi super hero yang mampu melindungi seluruh Rakyatnya dengan baik dan sempurna. Bila negara tidak mampu melindungi maka berikan peluang agar Rakyat melindungi dirinya sendiri…. caranya dengan membuka impor alat alat medis itu semudah mungkin, bea dan pajak semurah mungkin dan biarkan Rakyat menjual ayamnya, memecah tabungannya, urunan bergotong royong untuk melawan bersama untuk kesehatan bersama untuk kehidupan bersama dan untuk kemenangan Indonesia melawan Corona.

Anggota DPR RI  Fraksi PDI Perjuangan (Tulisan ini boleh di kutip oleh media)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Dirjenpas Menolak Fraud, Langkah Maju Untuk Reformasi Pemasyarakatan
Alpajuli Darat Kumandangkan Persatuan Indonesia
MTQ Aceh: Ajang Pengembangan Ekonomi Kreatif Masyarakat Simeulue
PERPUU NO. 2 TH 2022 CIPTA KERJA DAN UNJUK RASA BURUH 10-11 AGU 2023
Can Indonesia beat Argentine?
Kolaborasi Lintas Sektor untuk Tangani Permasalahan Depo BBM Plumpang
Meski Berperan Penting, Kenali Risiko-risiko dari Keberadaan Depo BBM
Potential Sparing Partner for U-22 Indonesia’s National Soccer Team

Berita Terkait

Senin, 6 Mei 2024 - 16:21 WIB

Dirjenpas Menolak Fraud, Langkah Maju Untuk Reformasi Pemasyarakatan

Rabu, 24 Januari 2024 - 19:04 WIB

Alpajuli Darat Kumandangkan Persatuan Indonesia

Selasa, 28 November 2023 - 16:28 WIB

MTQ Aceh: Ajang Pengembangan Ekonomi Kreatif Masyarakat Simeulue

Senin, 14 Agustus 2023 - 14:30 WIB

PERPUU NO. 2 TH 2022 CIPTA KERJA DAN UNJUK RASA BURUH 10-11 AGU 2023

Sabtu, 17 Juni 2023 - 14:00 WIB

Can Indonesia beat Argentine?

Jumat, 31 Maret 2023 - 15:40 WIB

Kolaborasi Lintas Sektor untuk Tangani Permasalahan Depo BBM Plumpang

Kamis, 30 Maret 2023 - 14:15 WIB

Meski Berperan Penting, Kenali Risiko-risiko dari Keberadaan Depo BBM

Senin, 20 Maret 2023 - 19:27 WIB

Potential Sparing Partner for U-22 Indonesia’s National Soccer Team

Berita Terbaru

Temu ramah sejumlah kontraktor dan pengusaha muda Bireuen bersama H Mukhlis ST, Minggu (19/5)

POLITIK

Kontraktor dan Pengusaha Muda Deklarasi Dukung H Mukhlis

Minggu, 19 Mei 2024 - 18:53 WIB

Jenazah Sulaiman (28) saat Puskesmas Peudada

PERISTIWA

Pasang Jerat Babi Warga Tewas Kesetrum

Sabtu, 18 Mei 2024 - 15:38 WIB

NASIONAL

Bengkulu Ikut Wastra Nusantara Fashion 2024 di Solo

Jumat, 17 Mei 2024 - 10:26 WIB

POLITIK

DPW PPP Aceh Buka Pendaftaran Bacalon Peserta Pilkada

Senin, 13 Mei 2024 - 15:11 WIB

Salah seorang tim Identifikasi Polres Bireuen melakukan olah TKP

HUKUM & KRIMINAL

Adik Tewas Ditikam Abang Kandung

Jumat, 10 Mei 2024 - 15:44 WIB