Menko PMK Salurkan Bantuan Stimulan Perbaikan Rumah Korban Bencana

- Publisher

Selasa, 3 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Bireuen, H Mukhlis ST dan Menko PMK, Pratikno foto bersama usai menyerahkan bantuan stimulan bagi korban bencana di Bireuen, Selasa (3/3)

Bupati Bireuen, H Mukhlis ST dan Menko PMK, Pratikno foto bersama usai menyerahkan bantuan stimulan bagi korban bencana di Bireuen, Selasa (3/3)

Menko PMK Salurkan Bantuan Stimulan Perbaikan Rumah Korban Bencana

BIREUEN|METRO ACEH-Ribuan masyarakat korban bencana hidrometerologi di seluruh Kabupaten Bireuen, kini dapat bernafas lega. Pasalnya, menjelang hari raya Idul Fitri 1447 H ini, Pemerintah menyalurkan Rp 86,1 miliar dana stimulan bagi warga yang rumahnya rusak diterjang banjir bandang.

Bantuan tersebut, diserahkan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Prof Dr Pratikno M.Soc.Sc yang digelar secara simbolis di Pendopo Bupati Bireuen, Selasa (3/3) sore. Kunjungan kerja menteri bersama sejumlah pejabat negara lain, sekaligus dirangkai buka puasa bersama ribuan masyarakat Kabupaten Bireuen.

Pratikno yang menyerahkan dana stimulan perbaikan rumah rusak, pasca bencana hidrometerologi siklon senyar, didampingi Sekretaris Utama (Sestama) BNPB, Rustian, Dirjen Aswil Kemendagri sekaligus Kepala Satuan Tugas (Kasatgaswil) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Aceh, Safrizal ZA dan Deputi Kemenko PMK, Lilik Kurniawan.

Pada kesempatan itu, Menko PMK juga turut menyapa secara daring 13 Kabupaten/Kota di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang terdampak bencana, sekaligus melakukan penyerahan dana stimulan perbaikan rumah secara serentak.

​Bantuan Stimulan perbaikan rumah rusak di Kabupaten yang diserahkan Menko PMK sebesar Rp.86.100.000.000 dengan jumlah 4.347 KK.

Rincian bantuan tersebut meliputi:
​Rumah Rusak Ringan: Diberikan kepada 2.954 KK dengan nilai bantuan Rp15.000.000 per KK, total mencapai Rp44.310.000.000.

​Rumah Rusak Sedang diberikan kepada 1.393 KK dengan nilai bantuan Rp30.000.000 per KK, total mencapai Rp41.790.000.000.

​Dalam arahannya, Menko PMK berharap bantuan ini menjadi pemantik semangat warga untuk kembali menata kehidupan.

“Saya berharap dana stimulan ini dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk perbaikan rumah yang rusak akibat banjir. Pemerintah pusat akan terus melakukan verifikasi terhadap rumah-rumah warga terdampak di Bireuen agar tidak ada yang terlewatkan,” tegas Menko PMK.

Pada kesempatan kunjungan Menko PMK, Bupati Bireuen turut menyantuni 200 orang anak yatim yang bersumber dari gaji Bupati Bireuen​ sebagai bentuk komitmen Bupati Bireuen. Santunan diserahkan langsung oleh Menko PMK bersama Wakil Gubernur Aceh dan Bupati Bireuen.

Kegiatan itu juga diikuti secara virtual oleh 16 kabupaten/kota yang terdampak banjir di Provinsi Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat juga menerima bantuan itu dipusatkan di Bireuen.

Menko PMK Pratikno kepada Metro Aceh usai kegiatan itu menjelaskan hari ini pemerintah menyalurkan kembali bantuan kepada masyarakat korban bencana yang diperuntukkan memperbaiki rumah yang rusak ringan dan rusak sedang untuk tahap II dan juga tahap I seperti untuk Bireuen.

Menko mengatakan dengan nada bertanya, mengapa bantuan diberikan ini ada tahap satu dan tahap kedua, ini sangat tergantung permasalahan data dilapangan. “Barusan kita serah secara simbolis untuk 16 kabupaten/kota di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat secara zoom meeting dari Bireuen,” jelasnya.

“Sesuai arahan bapak presiden agar masyarakat bisa segera beraktivitas kembali, jadi dengan pemberian dana stimulan rumah rusak ringan dan sedang ini Rp 15 juga dan Rp 30 juta ini masyarakat bisa segera menata kembali dan pulang kerumahnya, tidak lagi dipengungsian,” ujarnya.

Dikatakan pemerintah juga akan terus mempercepat pembangunan rumah bagi korban rumah rusak berat. “Kita memang butuh waktu dan terus berusaha keras untuk menyelesaikan secepat-secepatnya,” ungkap Pratikno.

Sekretaris Utama (Sestama) BNPB, Dr Rustian, S.Si Apt MKes menambahkan dana stimulan tahap II tiga Provinsi ada 16 kabupaten/kota anggarannya hampir Rp 160 milyar dengan jumlah bervariasi dan paling tinggi Bireuen, Rp 86.100.000.000.

Tidak tertutup kemungkinan untuk kabupaten/kota lainnya sedang melakukan verifikasi dan validasi data akan diserahkan oleh Bupati dan juga Walikota, ujarnya seraya berharap agar dana ini digunakan memperbaiki rumah rusak sesuai kriteria bantuan.

Data Harus Akurat

Sementara itu, Wakil Gubernur Aceh, Fadhullah (Dek Fadh) ditanyai Metro Aceh mengatakan, guna percepatan realisasi bantuan seperti dikatakan Menko PMK sangat tergantung dari data yang diajukan, menjelaskan.

Kata Wagub, kami selalu mengimbau Pemerintah Daerah (Pemda) agar data dari tingkat desa mulai keuchik (kepala desa), Camat, semuanya data harus akurat karena masyarakat yang terdampak bencana berhak mendapat bantuan dari pemerintah.

Menurutnya penyerahan bantuan hari ini melupakan bukti nyata pemerintah pusat hadir ke daerah untuk salurkan bantuan bagi korban rumah rusak ringan dan rusak sedang.

“Mengeluarkan uang pemerintah harus by data dan ada aturannya. Data itu ditandatangani oleh Kajari, Kapolres, Bupati dan baru diusul ke pemerintah pusat, juga ada pengumuman sanggah dari masyarakat supaya transparan, data akurat dan semua korban wajib mendapat bantuan,” ungkap Wagub Aceh.

Sementara itu, Bupati Bireuen, H Mukhlis ST menjelaskan bahwa dari data rumah rusak dampak banjir dan tanah longsor dari total 23 ribu lebih yang lolos verifikasi 5.000 lebih dan dari jumlah itu 4 ribu lebih rumah rusak ringan dan sedang, juga ada 1.100 rumah rusak berat.

Kata Bupati Mukhlis, jumlah rumah yang belum diverifikasi hampir 10 ribu lagi dan juga termasuk nanti ada data sanggahan dari masyarakat setelah dilakukan verifikasi beberapa waktu lalu dan diharapkan bisa masuk dalam bantuan tahap dua nantinya, harapnya.

“Penyerahan bantuan untuk perbaikan rumah rusak ringan dan rusak sedang hari ini untuk Kabupaten Bireuen baru tahap pertama berjumlah Rp 86.1 milyar,” terangnya. (Rahmat Hidayat/Bahrul)

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel www.metroaceh.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PUPR Gelar Diskusi Publik Bahas RDTR Perkotaan Bireuen
Dilepas Simbolis Bupati, Petambak Ule Jangka Terima Bantuan 2 Juta Benur Vaname
Ratusan Mahasiswa Baru UIA Peusangan Ikuti PBAK
Guru MIN 53 Bireuen Dimintai “Uang Damai” Rp 20 Juta
Jembatan Baru Kutablang Dibuka Uji Coba 20 September
Kapolres Narasumber Pomaba UNIKI
SMKN 1 Bireuen Dapat Bantuan Mechanic Truster Tool dari PT Honda Capella Medan
HUT ke-25, Demokrat Bireuen Gelar Donor Darah

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 17:58 WIB

PUPR Gelar Diskusi Publik Bahas RDTR Perkotaan Bireuen

Selasa, 1 September 2026 - 17:32 WIB

Dilepas Simbolis Bupati, Petambak Ule Jangka Terima Bantuan 2 Juta Benur Vaname

Selasa, 1 September 2026 - 16:50 WIB

Ratusan Mahasiswa Baru UIA Peusangan Ikuti PBAK

Selasa, 1 September 2026 - 14:56 WIB

Guru MIN 53 Bireuen Dimintai “Uang Damai” Rp 20 Juta

Minggu, 30 Agustus 2026 - 15:07 WIB

Jembatan Baru Kutablang Dibuka Uji Coba 20 September

Berita Terbaru

Asisten III Setdakab Bireuen, Zamzami, SPd.,MM membuka seleksi Seleksi Beasiswa Thalabah Hafiz Alquran di gelar Dinas Pendidikan Dayah, Selasa (1/9) pagi.

NASIONAL

485 Santri Ikuti Seleksi Beasiswa Thalabah Hafiz Alquran

Selasa, 1 Sep 2026 - 17:59 WIB

Bupati Bireuen, Ir H Mukhlis, ST menyampaikan sambutannya, di Opprom Setdakab, Selasa (2/9) pagi.

NANGGROE

PUPR Gelar Diskusi Publik Bahas RDTR Perkotaan Bireuen

Selasa, 1 Sep 2026 - 17:58 WIB

Ratusan mahasiswa baru UIA Paya Lipah Peusangan, Kabupaten Bireuen, mengikuti Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) di Aula Tgk Chik Abdurrahman, Kampus Paya Lipah.

NANGGROE

Ratusan Mahasiswa Baru UIA Peusangan Ikuti PBAK

Selasa, 1 Sep 2026 - 16:50 WIB

NANGGROE

Guru MIN 53 Bireuen Dimintai “Uang Damai” Rp 20 Juta

Selasa, 1 Sep 2026 - 14:56 WIB