BIREUEN|METRO ACEH-Sedikitnya 22 mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) angkatan 83, berhasil menuntaskan misi pengabdian pasca bencana disejumlah daerah dalam Kabupaten Bireuen.
Pengabdian Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Angkatan ke-83/Widya Parama Satwika, khususnya Sindikat XII yang digelar selama 19 hari berakhir, Jum’at (27/2) pagi.
Kapolres Bireuen, AKBP Tuschad Cipta Herdani melalui Kasi Humas Iptu Marzuki kepada wartawan, Sabtu (28/2) mengatakan, untuk pengecekan akhir personel dan juga penguatan komitmen sebelum penutupan kegiatan pengabdian, digelar apel pagi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dilanjutkan paparan hasil kegiatan di Aula Mapolres terkait seluruh rangkaian program telah dijalankan, mulai dari manajemen logistik, trauma healing bagi anak-anak terdampak bencana, bantuan sosial, pemulihan fasilitas umum dan pendidikan, hingga dukungan sanitasi dan kebutuhan dasar masyarakat.
Selama 19 hari pelaksanaan di berbagai kecamatan di Kabupaten Bireuen. Sindikat XII hadir di tengah masyarakat yang terdampak bencana. Pendekatan dilakukan tidak hanya bantuan fisik, tetapi juga pemulihan psikologis, penguatan koordinasi dengan aparatur setempat, serta pembangunan kembali semangat kebersamaan masyarakat.
Usai penutupan, rombongan berangkat dari Bireuen menuju Banda Aceh hari Sabtu (28/2) pagi dan hari ini Minggu (1/3) mereka terbang Jakarta dan kembali ke kampus atau STIK, jelasnya
Kegiatan ini menjadi refleksi bahwa kehadiran Mahasiswa STIK Angkatan ke-83, khususnya Sindikat XII, bukan sekadar bagian dari proses pendidikan, melainkan wujud nyata pengabdian kemanusiaan.
Pengalaman 19 hari di Kabupaten Bireuen diharapkan menjadi bekal berharga dalam membentuk karakter perwira Polri yang profesional, humanis, dan mampu memenangkan hati serta membangun kepercayaan masyarakat, terang Kasi Humas. (Rahmat Hidayat).
Mahasiswa STIK Angkatan ke-83/Widya Parama Satwika, khususnya Sindikat XII, telah berakhir, Jum’at (27/2) pagi, di Polres Bireuen.(Rahmat Hidayat)






