Kontrol Peredaran Obat Sirup, Pemko Sabang Sidak Apotek dan Puskesmas

- Admin

Rabu, 2 November 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sabang | Metro Aceh – Pemerintah Kota Sabang terus mengontrol peredaran obat dan turut mengimbau masyarakat untuk membeli obat sesuai resep dokter, sehingga tidak ada lagi yang meresepkan obat secara ilegal, terutama dalam kemasan cair/sirup di Kota Sabang.

Salah satu upaya Pemerintah Kota Sabang untuk mengontrol peredaran obat ini, adalah dengan melakukan sidak, yang melibatkan Dinas Kesehatan & Keluarga Berencana dan PWI Kota Sabang, ke instalasi farmasi di Puskesmas Sukajaya dan Sukakarya, serta ke apotek-apotek di Kota Sabang, Selasa (25/10).

Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekda Kota Sabang, Faisal Azwar mengatakan inspeksi dadakan ini merupakan respon pemerintah, menindaklanjuti surat edaran dari Kementerian Kesehatan RI dan BPOM menyangkut permasalahan obat cair/sirup yang menyebabkan gagal ginjal akut bagi anak-anak yang sedang terjadi saat ini.

“Sejauh ini, tidak ada masalah, pihak apotek dan puskesmas sudah mengetahui petunjuk yang harus dilakukan sesuai surat edaran. Kami mengimbau agar masyarakat membeli obat atas anjuran resep dari dokter” imbaunya.

Hal senada juga disampaikan Kepala Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana dr. Edi Suharto, yang mengimbau masyarakat untuk menggunakan obat yang sudah sesuai dengan resep dokter. Kemudian apotek juga diminta untuk tidak menjual obat bebas, dan obat bebas terbatas, serta obat keras yang tidak sesuai resep dokter kepada masyarakat.

“Ada 5 macam obat yang tidak boleh di konsumsi, tapi Alhamdulillah di Sabang aman. Sebelumnya kita juga sudah mengecek ke apotek dan puskesmas. Insyaallah sampai saat ini, kami tidak menemukan obat yang dilarang oleh Kemenkes dan BPOM” jelasnya.

Dia menyebutkan, hingga saat ini pihaknya tidak menemukan kasus gangguan ginjal akut atipikal pada anak, yang berdampak dari penggunaan obat sirup, seperti yang terjadi di beberapa daerah di Indonesia.

Sementara itu, salah satu pemilik apotek di Sabang, Edi Faisal mengaku minat masyarakat untuk membeli obat sirup telah berkurang, sejak beredar isu terkait obat tersebut memicu gagal ginjal pada anak.

“Merebaknya isu-isu obat ini membuat masyarakat lebih selektif, yang beli obat sirup sudah berkurang. Kami juga setelah dapat informasi 19 Oktober lalu, langsung menyingkirkan obat-obat yang dilarang. Selain itu ada juga imbauan dari Kemenkes dan BPOM. Para produsen juga sebagian ada yang menarik kembali produknya,” tutupnya. (Red)

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel www.metroaceh.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

MGMP Sejarah Gelar Dialog Budaya Sebagai Narasumber di Gampong Pulo Iboeh Jangka
Pemerintah Bantu Rp 30 Milyar Perbaiki Jalan Lueng Danun Sampai Pante Karya Rusak
Satlantas Razia Knalpot Brong di Kota Bireuen
Bupati Serahkan Lima Excavator Mendagri Tangani Banjir di Pante Kaya dan Rheum Barat
Dua Mahasiswa UNIKI Raih Juara di MQMN UNP 2026
Setujui Permintaan Bupati Bireuen, Kemendagri Serahkan Lima Escavator Tangani Banjir
Jangka Juarai Turnamen Sepak Bola Piala Bupati Bireuen
10.064 Warga Bireuen Sudah Miliki Identitas Kependudukan Digital

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 17:22 WIB

MGMP Sejarah Gelar Dialog Budaya Sebagai Narasumber di Gampong Pulo Iboeh Jangka

Minggu, 18 Oktober 2026 - 17:20 WIB

Pemerintah Bantu Rp 30 Milyar Perbaiki Jalan Lueng Danun Sampai Pante Karya Rusak

Minggu, 18 Oktober 2026 - 17:19 WIB

Satlantas Razia Knalpot Brong di Kota Bireuen

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 02:10 WIB

Bupati Serahkan Lima Excavator Mendagri Tangani Banjir di Pante Kaya dan Rheum Barat

Kamis, 15 Oktober 2026 - 22:51 WIB

Setujui Permintaan Bupati Bireuen, Kemendagri Serahkan Lima Escavator Tangani Banjir

Berita Terbaru

NANGGROE

Satlantas Razia Knalpot Brong di Kota Bireuen

Minggu, 18 Okt 2026 - 17:19 WIB