JANGAN KASIH AMPUN ! HABISKAN ORGANISASI PAPUA MERDEKA

- Administrator

Senin, 30 Desember 2019

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh : Deora Jigibalom dan Agung W*)

Kepolisian Daerah Papua mencatat ada sebanyak 23 kasus kelompok sipil bersenjata yang terjadi di wilayah hukum Polres Puncak Jaya, Jayawijaya, Mimika, dan Paniai selama tahun 2019. Kapolda Papua Irjen Paulus Waterpauw mengatakan, sebanyak 20 orang meninggal, yaitu 10 orang dari pihak TNI/Polri dan 10 orang dari masyarakat sipil. Masalah kelompok kriminal bersenjata (KKB) ini menjadi perhatian Polda Papua karena banyak bermunculan wajah baru, termasuk Egianus Kogoya yang mampu mengorganisasi kelompoknya. Nama Egianus mulai muncul dalam peristiwa pembunuhan puluhan pekerja jalan Trans Papua pada akhir 2018. Egianus Kogoya merupakan pimpinan KKSB atau Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Kabupaten Nduga, dan OPM atau KKSB masih menjadi ancaman ke depan hingga menyebabkan ketalcutan bagi masyarakat.

Secara umum, kasus kriminal dan kejahatan konvensional yang ditangani Polda Papua selama 2019 sebanyak 3.203 kasus. Angka itu meningkat 35 persen dibandingkan tahun 2o18 yang sebanyak 2.372 kasus. Selain ancaman dari KKB, ada prediksi gangguan kamtibmas lain pada 2020, diantaranya, masih adanya mahasiswa eksodus yang belum kembali ke kota studi masing-masing. Para mahasiswa tersebut pulang ke Papua saat konflik rasial awal tahun dan menjelang akhir tahun.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selasa pekan lalu, Wakil Bupati Nduga Wentius Nemiangge memutuskan mundur dari jabatannya. Wentius mundur karena kecewa sebab konflik antara aparat keamanan dan kelompok sipil bersenjata di Nduga, Papua, tak kunjung usai. Pengunduran diri karena adanya peristiwa terbaru sebelum Natal yang merenggut nyawa kerabatnya. Ia pun meminta pemerintah mau menarik pasukan non organik yang kirim ke Nduga sejak kasus akhir 2018.

Sementara, Kepala Pusat Penerangan Kementerian Dalam Negeri Bahtiar mengatakan, keberadaan TNI-Polri di Papua melindungi dan menjaga keamanan warga masyarakat dan ketertiban umum. “TNI-Polri sesuai amanat konstitusi berkewajiban menjaga kedaulatan, keamanan, dan ketertiban setiap jengkal wilayah negara kesatuan Republik Indo-nesia termasuk di Nduga Papua,” kata dia pada 28 Desember 2019. Ia menerangkan, peristiwa penembakan seperti klaim di media sosial tidak benar. Berdasarkan hasil rapat Kementerian Koordinator Politik Hukum dan Keamanan, tidak ada penembakan sebagaimana klaim Wentius.

Sebelumnya, mantan kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Jenderal Purn Abdullah Mahmud Hendropriyono mengatakan, istilah KKB terhadap Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) dan Organisasi Papua Merdeka (OPM) tidak tepat, sebab TPNPB-OPM seharusnya dikategorikan sebagai kelompok berbahaya di Papua dan Papua Barat yang ingin memberontak dari pemerintahan sah. Hendropriyono pun meminta Indonesia me-mainkan peran diplomatiknya dengan membawa masalah pemberontakan itu ke forum internasional agar dimasukkan kedalam daftar terorisme lokal dan global.

Keberadaan kelompok OPM di Papua memang mirip pemberontak dan teroris seperti dikemukakan AM Hendropriyono, salah seorang penduduk kampung Gigobak, Distrik Sinak, Kabupaten Puncak yang tidak mau disebutkan namanya kepada penulis mengatakan, OPM dipimpin Lekagak Telenggen dengan bersenjata campuran sering melakukan intimidasi, perampokan dan pemerkosaan terhadap penduduk sipil, termasuk sering menyergap pasukan TNI yang sedang berpatroli. Keberadaan kelompok Lekagak Telenggen menurut informasi yang berkembang di Kampung Gome, mereka memiliki beberapa pusat kekuatan antara lain yang terletak di beberapa Kampung, dengan persenjataan mereka adalah senjata standart TNI/Polri maupun senjata rakitan hasil rampasan dari TNI/Polri.

Melihat masih eksisnya kelompok OPM di Papua, maka benar pernyataan Hendropriyono bahwa penyelesaian masalah Papua harus diselesaikan dengan militer, bukan dengan cara-cara mengirim aparat kepolisian, karena OPM sudah merupakan kelompok pemberontak bukan kelompok kriminal bersenjata. Oleh karena itu, kepada TNI/Polri yang sedang bertugas di Papua, habiskan saja pelurumu untuk menghabisi OPM.

*) Pemerhati masalah Papua.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Dirjenpas Menolak Fraud, Langkah Maju Untuk Reformasi Pemasyarakatan
Alpajuli Darat Kumandangkan Persatuan Indonesia
MTQ Aceh: Ajang Pengembangan Ekonomi Kreatif Masyarakat Simeulue
PERPUU NO. 2 TH 2022 CIPTA KERJA DAN UNJUK RASA BURUH 10-11 AGU 2023
Can Indonesia beat Argentine?
Kolaborasi Lintas Sektor untuk Tangani Permasalahan Depo BBM Plumpang
Meski Berperan Penting, Kenali Risiko-risiko dari Keberadaan Depo BBM
Potential Sparing Partner for U-22 Indonesia’s National Soccer Team

Berita Terkait

Senin, 6 Mei 2024 - 16:21 WIB

Dirjenpas Menolak Fraud, Langkah Maju Untuk Reformasi Pemasyarakatan

Rabu, 24 Januari 2024 - 19:04 WIB

Alpajuli Darat Kumandangkan Persatuan Indonesia

Selasa, 28 November 2023 - 16:28 WIB

MTQ Aceh: Ajang Pengembangan Ekonomi Kreatif Masyarakat Simeulue

Senin, 14 Agustus 2023 - 14:30 WIB

PERPUU NO. 2 TH 2022 CIPTA KERJA DAN UNJUK RASA BURUH 10-11 AGU 2023

Sabtu, 17 Juni 2023 - 14:00 WIB

Can Indonesia beat Argentine?

Jumat, 31 Maret 2023 - 15:40 WIB

Kolaborasi Lintas Sektor untuk Tangani Permasalahan Depo BBM Plumpang

Kamis, 30 Maret 2023 - 14:15 WIB

Meski Berperan Penting, Kenali Risiko-risiko dari Keberadaan Depo BBM

Senin, 20 Maret 2023 - 19:27 WIB

Potential Sparing Partner for U-22 Indonesia’s National Soccer Team

Berita Terbaru

Temu ramah sejumlah kontraktor dan pengusaha muda Bireuen bersama H Mukhlis ST, Minggu (19/5)

POLITIK

Kontraktor dan Pengusaha Muda Deklarasi Dukung H Mukhlis

Minggu, 19 Mei 2024 - 18:53 WIB

Jenazah Sulaiman (28) saat Puskesmas Peudada

PERISTIWA

Pasang Jerat Babi Warga Tewas Kesetrum

Sabtu, 18 Mei 2024 - 15:38 WIB

NASIONAL

Bengkulu Ikut Wastra Nusantara Fashion 2024 di Solo

Jumat, 17 Mei 2024 - 10:26 WIB

POLITIK

DPW PPP Aceh Buka Pendaftaran Bacalon Peserta Pilkada

Senin, 13 Mei 2024 - 15:11 WIB

Salah seorang tim Identifikasi Polres Bireuen melakukan olah TKP

HUKUM & KRIMINAL

Adik Tewas Ditikam Abang Kandung

Jumat, 10 Mei 2024 - 15:44 WIB