BIREUEN|METRO ACEH-Berbagai upaya dan langkah strategis terus dilakukan Pemerintah Kota Banda Aceh, guna menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat yang kini terus menunjukkan trend positif. Sesuai data resmi Badan Pusat Statistik (BPS) hingga 2 November, inflasi year-on year selama kurun Oktober tercatat 4,34 persen, atau menurun 4,69 persen dibanding Oktober lalu.
Sementara itu, inflasi month-to-month (m-to-m) pada Oktober 2026 tercatat sebesar 0,01 persen, dengan inflasi tahun kalender (year-to-date) sebesar 1,76 persen. Perkembangan ini menunjukkan adanya perlambatan inflasi bulanan sekaligus penurunan tekanan inflasi tahunan dibandingkan bulan sebelumnya.
Capaian tersebut tidak terlepas dari berbagai langkah intervensi dan pengendalian harga yang secara konsisten dilakukan Pemerintah Kota Banda Aceh bersama seluruh pemangku kepentingan. Salah satu strategi utama yang terus diperkuat adalah penyelenggaraan Pasar Murah, Pasar Pangan Murah, dan Pasar Tani di berbagai kawasan Kota Banda Aceh.
Program ini menjadi instrumen penting pemerintah dalam menjaga ketersediaan pasokan, memperluas akses masyarakat terhadap bahan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau, sekaligus membantu mengendalikan gejolak harga komoditas di pasaran.
Melalui kegiatan pasar murah dan pasar pangan murah, pemerintah berupaya menghadirkan alternatif tempat berbelanja bagi masyarakat, khususnya untuk komoditas strategis seperti beras, minyak goreng, gula, telur, dan kebutuhan pokok lainnya. Sementara Pasar Tani menjadi wadah mempertemukan produsen, petani, dan konsumen secara lebih langsung sehingga rantai distribusi dapat lebih efisien.
Kolaborasi lintas sektor juga menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah. Dukungan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), instansi vertikal, distributor, pelaku usaha, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya memperkuat sinergi dalam menjaga kelancaran distribusi, ketersediaan pasokan, dan keterjangkauan harga kebutuhan pokok masyarakat.
Pemerintah Kota Banda Aceh memandang bahwa pengendalian inflasi bukan semata-mata persoalan menjaga angka statistik, tetapi merupakan upaya nyata untuk melindungi daya beli masyarakat, menjaga ketahanan ekonomi rumah tangga, serta memastikan kebutuhan pokok tetap dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat.
Ke depan, Pemerintah Kota Banda Aceh akan terus memperkuat langkah pengendalian inflasi melalui pemantauan harga dan stok komoditas secara berkala, pelaksanaan pasar murah secara terukur, penguatan Pasar Tani, koordinasi dengan distributor dan pelaku usaha, serta optimalisasi peran Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).
Stabilitas harga adalah tanggung jawab bersama. Pemerintah Kota Banda Aceh berkomitmen untuk terus menghadirkan intervensi yang nyata, memperkuat kolaborasi, dan memastikan masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pokoknya dengan harga yang wajar dan terjangkau.(adv)






