BIREUEN|METRO ACEH-Akibat diguyur hujan deras hampir dua jam, kondisi Kota Bireuen kembali tergenang air karena buruknya sistem drainase. Pemerintah diharapkan bisa menyikapi keadaan itu, dengan memperbaiki saluran-saluran yang puluhan tahun belum tertangani.
Pantauan Metro Aceh, guyuran hujan deras yang tak henti, Minggu (1/3) sejak pukul 20.00 WIB hingga pukul 21.45 WIB, menimbulkan kecemasan warga dan pemilik usaha di kawasan kota ini. Selain masih diliputi trauma ketika banjir November lalu, mereka juga was-was kawasan pertokoan akan terendam kembali.
“Kami sangat takut jika hujan tak berhenti, air akan tergenang lagi dan merendam rumah maupun ruko-ruko di Kota Bireuen,” ungkap warga yang enggan ditulis nama.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Informasi yang diperoleh media ini, masalah tersebut ternyata menjadi salah satu usulan prioritas dalam Musrenbang Kecamatan Kota Juang, untuk segera dilakukan upaya pembenahan tahun 2027 mendatang. Bahkan Camat Doli Mardian saat ditemui beberapa hari lalu mengaku, pembangunan drainase kota telah diajukan dan dibahas dalam Musrenbang.
“Karena setiap turun hujan, jalanan di Kota Bireuen selalu terendam. Semoga dengan adanya pembenahan drainase tahun depan, kita harap persoalan ini dapat diselesaikan,” ujar Doli Mardian.
Selain itu jelas Doli, juga program penataan kota menjadi fokus karena Kota Juang ini, adalah pusat ibukota kabupaten termasuk menata kawasan masih berpotensi untuk jadi pusat Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) seperti di terminal lama, dan sejumlah usulan lainnya.
Sementara itu, Anggota Komisi V DPRK Bireuen, Tgk Amryadi saat ditemui medis ini menuturkan, selaku wakil rakyat di Kota Juang dirinya sangat mendukung program pembangunan drainase Kota Bireuen, karena jalan sering tergenang dan banjir kala musim hujan tiba.
“Sesuai kewenangan kita, tentu mendorong kelancaran pembangunan sesuai usulan dari bawah, apabila ada diajukan ke Musrenbang Kabupaten serta masuk dalam pembahasan anggaran di DPRK. Insya Allah, saya akan kawal agar dapat terealiasasi,” tandasnya.(Rahmat Hidayat)






