SABANG|METRO ACEH – Peringatan Hari Penyiaran Nasional ke-93 menjadi momentum penting bagi Kota Sabang untuk memperkuat peran penyiaran sebagai jembatan informasi, edukasi, sekaligus media dakwah di era digital.
Di wilayah paling barat Indonesia ini, penguatan penyiaran dinilai strategis dalam membangun ruang publik yang sehat dan berintegritas.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Kota Sabang, Agus Halim, menegaskan bahwa tantangan penyiaran saat ini tidak hanya soal kecepatan dan jangkauan, tetapi juga menyangkut kualitas serta nilai yang dibawa dalam setiap konten.
“Penyiaran hari ini bukan sekadar menyampaikan informasi, tetapi juga menjaga kepercayaan publik. Di tengah derasnya arus digital, kita harus menghadirkan konten yang akurat, edukatif, serta selaras dengan nilai-nilai syariah dan mampu menangkal hoaks,” ujarnya. Ia juga diketahui menjabat sebagai Ketua Radio Antar Penduduk Indonesia Kota Sabang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, sinergi antara pemerintah, media, dan komunitas komunikasi menjadi fondasi penting dalam membangun ekosistem informasi yang sehat, terpercaya, dan berpihak pada kepentingan masyarakat luas.
Pandangan serupa disampaikan tokoh muda Sabang, Irwan Kubat, yang menilai generasi muda memiliki peran strategis dalam mendorong kemajuan penyiaran daerah. Ia menyebut, kreativitas anak muda dapat menjadi pintu bagi Sabang untuk dikenal lebih luas di tingkat nasional hingga global.
“Momentum Hari Penyiaran ini harus dimanfaatkan anak muda untuk menghadirkan konten kreatif yang positif dan berdaya saing. Sabang harus mampu menyapa dunia, tidak hanya melalui keindahan alamnya, tetapi juga lewat kualitas informasi digital yang cerdas dan beretika,” kata Irwan.
Dari sisi keagamaan, Komisioner Baitul Mal Kota Sabang, Tgk. Alimuddin, menekankan pentingnya penyiaran dalam bingkai syariah sebagai sarana membangun peradaban masyarakat yang berakhlak. Ia menyebut media memiliki tanggung jawab besar dalam menyampaikan pesan yang menyejukkan dan mencerahkan.
“Penyiaran harus menjadi sarana dakwah yang menyatukan serta memberikan pencerahan. Konten yang disampaikan hendaknya mencerminkan nilai-nilai Islam, mengajak kepada kebaikan, dan memperkuat ukhuwah di tengah masyarakat,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan agar pelaku media dan masyarakat bijak dalam memanfaatkan teknologi digital, sehingga tidak terjebak pada arus informasi yang menyesatkan dan tetap menjaga nilai moral serta keagamaan.
Momentum Harsiarnas ke-93 ini diharapkan menjadi tonggak bagi Sabang untuk terus memperkuat komitmen dalam membangun penyiaran yang profesional, berintegritas, serta mampu mengharmonikan kemajuan teknologi dengan nilai-nilai syariah. Dengan kolaborasi yang kuat, Sabang tidak hanya dikenal karena keindahan alamnya, tetapi juga sebagai daerah dengan kualitas penyiaran digital yang inspiratif dan edukatif. [Red]






