BIREUEN|METRO ACEH-Ribuan petani yang terdampak bencana Hidrometeorologi di Kabupaten Bireuen, diharapkan dapat segera bangkit kembali seiring selesainya proses perbaikan sarana irigasi di wilayah ini. Hal itu, disampaikan Menteri Pekerjaan Umum, Ir Doddy Hanggono saat meninjau bendungan irigasi Pante Lhong Gampong Beunyot, Kecamatan Juli, Rabu (29/7) sore.
Dihadapan ratusan warga dan petani, Doddy menyampaikan bahwa Presiden Prabowo memiliki fokus serius, terhadap perbaikan berbagai sarana infrastruktur yang rusak, akibat bencana banjir dan longsor di Aceh. Terutama, pada sektor pertanian agar dapat segera bangkit kembali, setelah mengalami musibah parah akhir November lalu.
“Sudah menjadi atensi Bapak Presiden, agar petani terdampak bencana hidrometeorologi di Aceh, harus secepatnya bangkit kembali. Alhamdulillah, kami telah melihat langsung progress perbaikan di lapangan, berjalan sesuai rencana,” ujar Doddy.
Dia memberi apresiasi tinggi kepada Bupati serta jajaran Pemerintah Kabupaten Bireuen, atas kerja keras selama ini, hingga kondisi bendungan irigasi Pante Lhong kini bisa berfungsi kembali, mengairi ribuan hektar areal persawahan.
“Insya Allah, tahun ini seluruh petani kembali bisa menanam, jika ada kendala jaringan irigasi maka akan dinormalisasikan,” jelasnya.
Bupati Bireuen, Ir H Mukhlis menyampaikan ungkapan terimakasih, atas kepedulian pemerintah pusat dalam menangani dampak bencana di wilayah ini. Khususnya, berbagai upaya rehabilitasi sektor pertanian yang sangat membantu para petani.
“Selama ini petani terdampak bencana, sulit mendapatkan pasokan air ke sawah, namun sekarang kondisi itu berangsur-angsur mulai berubah, sebagian warga kita sudah mulai menanam,” ujar H Mukhlis.
Menurutnya, dari 15 ribu hektar sawah di Kabupaten Bireuen, 2 ribu lebih terdampak bencana banjir. Namun, sebagian sudah dilakukan penanganan, baik dinormalisasi dan dalam waktu dekat segera mulai berfungsi seperti sediakala.
Pantauan media ini, Doddy Hanggodo saat meninjau Bendungan Irigasi Pante Lhong, terlihat membuka pintu irigasi sekaligus menandai mulai berfungsinya kembali sarana pengairan tersebut. (Bahrul)






